
Ting tong!
Denting bell berbunyi beberapa kali, mengalihkan perhatian Mawar yang tengah memasak menu makan malam mereka. keadaan rumah yang sangat sepi menuntun Mawar meninggalkan sejenak kegiatannya di dapur. mengingat Dave sedang membersihkan diri, tidak mungkin jika Mawar membiarkan seseorang menantinya terlalu lama.
Mawar melangkahkan kakinya dengan cepat sembari berteriak. entah suara itu terdengar sampai keluar atau tidak, Mawar hanya ingin memberitahu jika ia sudah mendengar panggilan tersebut.
Setibanya di depan pintu, Mawar segera memutar kunci lalu membukanya.
Seketika melihat siapa yang datang, tubuh Mawar dibuat membeku. pita suaranya sontak putus hingga membuatnya membisu. teramat kagetnya ia melihat sosok tamu yang ternyata adalah orang tua Dave, alias mertuanya sendiri.
"Tuan, Nyonya." Mawar sedikit membungkukkan tubuhnya, menunduk hormat
Tuan dan Nyonya menatapnya begitu heran, bagaimana bisa sang sekretaris perusahaan berada dikediaman putranya.
"Kamu tinggal disini?" tanya Nyonya Sonya
"Saya-diperintahkan Tuan Dave untuk menginap disini malam ini aja, Nyonya. kita berdiskusi soal pekerjaan," tutur Mawar, dengan jantung yang berdegup teramat kencang
Tuan Ghaza mengangguk paham, ia mengerti pasti mereka butuh waktu banyak membahas pekerjaan.
"Perusahaan aman, kan?" tanya Tuan Ghaza
"Alhamdulillah, aman, Tuan. oh iya, saya sedang masak, sekiranya tuan dan nyonya bersedia cicipi masakan saya, hehe." ucap Mawar sedikit terkekeh, berharap suasana canggung ini segera luntur
"Ohya? pasti enak masakan kamu," puji Nyonya Sonya
"Saya harap begitu, Nyonya." Mawar mengulum senyum
__ADS_1
Ketiganya melangkah masuk ke dalam rumah ini. Mawar mempersilakan kedua mertuanya untuk duduk di ruang keluarga, sedangkan ia bergegas kembali ke dapur ingin menyajikan minuman dingin dan juga cemilan yang tersedia.
Setiba di dapur, Mawar menghembuskan napasnya dengan kasar tatkala rasa sesak didada begitu mencekatnya. Mawar mengelus dada ini, masih tidak menyangka akan bertemu mereka dalam status yang berbeda. ya, bukan status sebagai sekretaris, melainkan menantu mereka. walau hanya sebatas rahasia yang belum terkuak.
Setelah rasa sesak bercampur kaget itu lenyap, Mawar buru-buru membuat orange juice dengan sigap. tak lupa sedikit cemilan yang masih tersimpan ia suguhkan diatas piring.
Disisi lain, Dave yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya, lengkap dengan pakaian santai hingga memberi kesan wah kepadanya. Pria itu menuruni tangga dengan begitu semangat, raut wajah bahagia jelas terpancar setelah mendapat obat pelenyap pusing dan lelah dari sang istri tercinta.
Apalagi kalau bukan permainan gelut dua jam lamanya.
Kala dipertengahan tangga, Dave terpaku menatap sosok orang tuanya bersama dengan Mawar dalam satu atap. Dave berdecak kesal, bagaimana bisa mereka ada dikediamannya. raut wajahnya pun berubah menjadi cemas, bagaimana jika keduanya menaruh curiga akan keberadaan Mawar.
"Oh, tidak! ngapain mereka kemari!" gumam Dave, sudah tidak tenang lagi
Ditengah kebingungannya diatas tangga, suara nyaring mama membuyarkan kegelisahannya. wanita parubaya itu menegur Dave dengan suaranya yang memekakkan telinga. Dave pun memutar bola matanya, segera menghampiri mama dan papa yang akan melangkah menuju meja makan.
"Ngapain diatas tangga kayak orang kebingungan saja!" tegur Mama
Mama mendelik mendengarnya. "Ngapain kemari?? suka-suka mama dong mau kapan datang kemari." geram Mama
"Ck! aku kan nanya, biasanya tiap malam minggu jengukin anaknya."
"Sudah-sudah! malu ah sama nak Mawar," sosok papa memang selalu menengahi anak ibu ini yang terus saja bercekcok mulut
"Hmmm ..." gumam Dave sambil menghembus napas dengan perlahan
"Ada yang mau kami sampaikan sama kamu. tapi nanti saja setelah makan malam," ucap papa, menyampaikan niatnya
__ADS_1
Dave mengangguk paham, ketiganya segera melangkah menuju meja makan. sudah ada Mawar di sana yang tengah menyajikan nasi ke atas piring.
"Kamu membuatnya bekerja rumah tangga, Dave? padahal dia disini hanya membahas kerjaan samamu." bisik Mama, menggeleng-gelengkan kepala
Dave yang mendengarnya pun dibuat bingung, sampai berpikir apa yang dimaksud mamanya itu. "He'eh! dia yang mau," ucap Dave dalam kebingungan
☆☆☆
"Tuan, Nyonya, saya ke kamar dulu, ya?" pamit Mawar, setelah beberapa kali mendapat kode dari Dave melalui sentuhan kaki dan sorot matanya seolah menyuruh Mawar segera pergi dari ruang ini
"Ah, baiklah, Nak Mawar. kami pun ada hal penting yang harus dibicarakan," ucap Mama Sonya, mengulas senyum yang teramat manis padanya
Mawar mengangguk, tak lupa menundukkan tubuhnya sebelum beranjak dari sana.
Usai kepergian Mawar yang lebih memilih berdiam diri di kamar lain, Dave segera menagih ssesuatu yang katanya penting ingin disampaikan sang ayah.
"Jadi, ada hal penting apa, Pa?" tanya Dave, sambil melahap salad buah buatan Mawar
"Pernikahan kalian satu minggu lagi."
"What????"
...~Bersambung~...
♡
♡
__ADS_1
♡
Waduh-waduh, kenapa ini???