Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Menjadi Istri Karena Nafsu Gila
Tenang


__ADS_3

Keadaan rumah terlihat sangat sepi dan hening, seolah tiada tanda-tanda kehidupan didalam sana. Dave melangkahkan kakinya dengan cukup lebar menaiki anak tangga. berharap dapat menemukan ponselnya didalam kamar setelah ia mencarinya di meja makan, namun nihil. sudah dipastikan kalau benda tersebut telah berpindah tangan ke sang istri.


Dave begitu takut jika saja Wilona menghubunginya, parahnya lagi sang istri malah mengangkat panggilannya. tak pernah terbayangkan hal itu akan terjadi, baru satu bulan merajut rumah tangga dengan Mawar, wanita fantasinya, dan akan hancur saat itu juga.


Dave mengusap wajahnya dengan kasar, dua wanita itu tak akan boleh pergi darinya sampai kapanpun. entah pria apa dirinya ini, menginginkan dua wanita sekaligus untuk menemani dirinya yang kadang dilanda sepi.


"Mawar?" panggil Dave setelah ia masuk ke dalam kamar


Dave mencarinya ke segala arah, ke kamar mandi, balkon, hingga ruang walk in closet. namun sosok itu tak dapat ia temui keberadaannya.


"Ke mana dia?" gumam Dave, bingung


Hingga tanpa sengaja sorot matanya mengarah ke atas ranjang, ponsel miliknya yang ia cari pun tergeletak begitu saja. tanpa menunggu lama Dave segera menyambarnya lalu menyalakan benda tersebut berniat untuk memeriksa apakah ada notif yang masuk.


Dave menggigit kecil bibir bawahnya, wallpaper potret dirinya dan Wilona terpampang jelas didepan mata.


Apa dia melihatnya? batin Dave


"Sial, sial, sial!" umpat Dave, kesal atas kecerobohannya.


Walaupun Dave kesal pada dirinya karena tidak mengganti gambar wallpaper, Dave cukup merasa lega karena Mawar tidak mengetahui pola ponselnya. namun melihat ada notif panggilan, apakah Mawar mengangkatnya ataukah melihat pamggilan itu? entahlah, perasaan itu masih belum bisa cukup tenang.


"Ke mana anak itu? semoga aja dia nggak tahu kalau Wilona menelpon." gumamnya


Dave segera meninggalkan kamar, langkah kakinya menuntun tubuh itu ingin mencari sang istri ke taman belakang. siapa tahu perempuan itu tengah bersantai di sana sembari menikmati suasana segar nan menyejukkan mata.

__ADS_1


Disisi lain Mawar yang tengah berenang di kolam renang, mengenakan pakaian dalamnya saja, menghentikan sejenak kegiatannya tersebut setelah berhasil mendinginkan kepalanya yang terasa panas sejak tadi memikirkan sosok didalam foto yang terpasang sebagai wallpaper.


Perempuan yang bersama suaminya itu selalu terngiang-ngiang di kepalanya. rasa penyesalan pun memenuhi perasaannya, entah kenapa jemari ini dengan iseng menyalakan ponsel tersebut. apakah wanita itu memang adik Dave, sang mantan kekasih, ataukah kekasihnya saat ini? entahlah, tiba-tiba rasa takut dibohongi sudah menjalar ke darah dagingnya.


Sulit untuk ia lupakan


Mawar berusaha untuk tidak ikut campur maupun mencari tahu, hingga ponsel milik Dave ia biarkan saja tergeletak di ranjang. sedangkan dirinya menikmati hari diatas balkon hingga berakhir ke kolam renang.


"Mawar?"


Deg!


Sontak Mawar tersentak kaget mendengar panggilan sang suami. Ia menoleh ke samping, di mana asal suara itu berada. benar saja, Dave muncul dari balik tembok taman belakang.


"Dave? kamu kok balik lagi?" tanya Mawar, masih duduk bersantai mengayunkan kakinya diatas air


"Ya. aku suntuk di kamar makanya milih berenang. cuacanya juga panas banget, jadi cocoklah berendam disini," ujarnya sambil mengulum senyum


Dave menatap lekat wajah itu, matanya, bibirnya yang tersenyum, seolah tidak ada beban dalam diri Mawar.


Mengapa dia terlihat tenang? apa sedikit saja tidak menyalakan ponselku? batin Dave bermonolog


"Hei! kenapa menung?" sontak Dave tersadar kala Mawar mencipratkan air ke wajahnya


"Eh, hehe ... nakal kamu, ya!" Dave menguyel-uyel pipi Mawar, menggemaskan sekali

__ADS_1


"Aduh! sakit, tau!" Mawar mencebikkan bibirnya


"Habisnya kamu dicari-cari, entah kemana!" keluh Dave


"Sorry ... oh iya, tadi ponselmu tertinggal di meja makan, jadi ya ku taruh di kasur." ucap Mawar memberitahu


"Ya, sudah dapat." Dave menepuk pahanya, tatkala ponsel miliknya ia simpan didalam saku celana


"Syukurlah. kalau begitu balik gih sana, jangan lupa pesananku!" Mawar mendorong tubuh Dave, meninggalkan jejak telapak tangan yang basah pada kemeja putih suaminya


Dave masih menatap lekat wajah sang istri, ia menggelengkan kepala seolah enggan beranjak dari sisinya. rasa takut memenuhi dadanya, banyak pertanyaan dalam benaknya untuk mengetahui apakah Mawar mengetahui segalanya.


"Semuanya biar Refal yang urus, lagi pula nggak ada kunjungan lagi di luar sana." ucap Dave


"Enak banget ya jadi bos, semua tugas kantor diserahkan ke orang lain." Mawar tergelak


"Itulah gunanya Assisten."


"Ya ya ya!" Mawar mengangguk paham, ia melahap salad buah dengan penuh kegembiraan. menikmati buah adalah suatu kewajiban baginya saat ini


"Apa kamu senang hari ini?" tanya Dave, setelah cukup lama menilik raut wajah Mawar hingga pandangan itu jatuh ke area tubuhnya yang terbuka


"Hmm??"


"Kamu senang hari ini?"

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2