Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Menjadi Istri Karena Nafsu Gila
Amarah


__ADS_3

Wilona berdecak kesal menatap perempuan itu. mendengar pernyataan bahwa Dave mengkhianatinya, bahkan mereka telah memadu cinta di kamar, yang biasanya ia dan Dave gunakan untuk bersenang-senang, dan ternyata kini digunakan pula oleh wanita brengsek itu.


Wilona pun bergegas masuk ke dalam mobilnya, ia berniat pergi ingin membuktikan ucapan wanita itu. namun, langkah kakimya terhenti dan berbalik menatap Mawar yang hanya menyeringai


"Ah iya, kau harus ceraikan Dave sekarang juga! sekarang kau harus ikut aku untuk memungut barang rongsokkanmu itu!"


"Jika memang benar ada barang kau di sana!" sambung Wilona


"Kau masih mau dengannya?" tanya Mawar, menaikkan salah satu alisnya sambil melipat kedua tangan didada


"Bukan urusanmu!" ketus Wilona, yang segera masuk ke dalam kendaraan roda empat miliknya


Mawar tergelak sambil menggeleng-gelengkan kepala, jika ia menjadi Wilona, pasti akan ia tinggalkan pengkhianat itu. sampai kini, hatinya tetap tidak akan goyah, Mawar bersikukuh ingin pergi dari Dave.


Berangkat bersamaan ke kediaman Dave tapi berbeda kendaraan, akhirnya kedua wanita yang tengah bersitegang itu baru saja tiba ditempat tujuan. Mawar segera turun dari taksi, meminta si sopir tetap berada ditempat ini hingga ia mengambil barang miliknya.


Wilona mengerutkan dahinya melihat mobil Dave terparkir di halaman rumahnya, begitu juga dengan Mawar menatap heran. kedua wanita itu mengedarkan pandangan seolah mencari Dave yang entah di mana. Mawar menggigit kecil bibirnya, bagaimana bisa ada Dave di sekitar sini. bagaimana jika mereka saling bertemu dan Dave kembali menahannya. namun, jika melihat situasi, mana mungkin Dave menahannya, sebab ada Wilona bersama mereka.


Sedangkan Wilona tak mempedulikannya, ia masih penasaran benarkah ada barang Mawar dikediaman ini?


Wilona melangkahkan kakinya dengan cepat, setengah berlari menaiki beberapa anak tangga dihadapannya. disusul Mawar yang masih berada di lantai dasar.


Wilona membuka kasar pintu kamar Dave, benar saja, ada benda riasan wanita di meja riasnya. Mawar menyeringai, pasti wanita itu terkejut melihat barang-barang miliknya. Wilona bergegas masuk ke ruang walk in closet, melihat pakaian perempuan tertata rapi berjejer didalam lemari kaca, seketika kedua tangannya terkepal tengah menahan amarah.


Brengsek kau, Dave! ternyata kau mengkhianatiku selama aku tidak ada di Indo! batin Wilona

__ADS_1


Perempuan itu menggemeletukkan jejeran giginya memandang pakaian itu. segera menghela napas panjang, lalu menghembusnya dengan perlahan. Wilona berusaha tetap bersabar, hingga ia dapat mendengar penjelasan sang calon suami.


"Bagaimana? tunanganmu itu yang menginginkanku, bukan kau!" sembur Mawar yang berdiri diambang pintu. tujuannya kini memang ingin memanaskan Wilona, enak saja hanya ia yang tersakiti disini.


Dan Mawar ingin membagi rasa sakit hatinya


"Pungut semua barang rongsokkan kau ini! setelah itu kau gugat Dave dan pergi sejauh mungkin!" titah Wilona padanya. Wilona melenggang pergi meninggalkan ruangan itu, Mawar sedikit meringis kala Wilona menyenggol pundaknya dengan kasar.


"Kurang ajar sekali!" gumam Mawar, memandang Wilona yang menghilang ditelan pintu kamar


Mawar bergegas mengambil seluruh barangnya. mulai dari pakaian, map dokumen yang berisi ijazah hingga kertas-kertas berharga didalamnya, alat make up, hanya itulah kurang lebih barang miliknya, kecuali pakaian yang Dave berikan.


Disisi lain, Wilona mencari Dave yang entah berdiam diri di mana. perempuan itu berteriak memanggil namanya, ingin meminta penjelasan. Dave yang sedang melamun di taman belakang, sontak kaget mendengar teriakan sang tunangan. lelaki itu mengusap wajahnya dengan kasar, lalu bergegas bangkit berdiri dan masuk ke rumah ingin menemui Wilona.


Sungguh, otaknya begitu pusing saat ini


"Aku di sini, Sayang. ada apa berteriak?" Dave menyahut, berusaha bersikap tenang dan cool


Dave mengerutkan dahinya kala melihat Wilona datang mendekat dengan memasang raut wajah yang penuh amarah. jelas terlihat wajahnya memerah, apa lagi kedua tangan itu saling mengepal


Sial! apa Wilona juga tahu? tapi dari mana? batin Dave


PLAK!!


Menghadiahinya dengan tamparan disalah satu pipi milik Dave, ada kelegaan tersendiri dibenak Wilona. amarah yang ia tahan sejak tadi, akhirnya tersalurkan pada orang yang sungguh mengkhianatinya.

__ADS_1


Dave memegang pipinya yang terasa panas, masih berpura-pura bingung dengan sikap Wilona yang tiba-tiba menyerangnya.


"Kau pemgkhianat!" Wilona menghujam dada Dave dengan pukulannya. "Berani-beraninya kau menikahi wanita lain saat aku nggak ada disini!" Wilona meraung, ia teramat kesal pada Dave. apa lagi jika mengingat cerita Mawar bila mereka sering bercinta dengan penuh suka cita


"Hei! apa yang kau katakan?" Dave menahan lengan itu


"Kau selingkuh! kita mau menikah tapi ternyata kau sudah menikahi wanita lain!"


"Jangan ngacok! apa buktinya?"


Wilona menghempaskan kedua tangannya dari genggaman Dave, lalu jarinya menunjuk ke arah lantai atas.


"Aku sudah melihat pakaian perempuan, bahkan meja rias yang kosong pun diisi dengan benda milik perempuan itu!" ungkap Wilona


"Astaga!" Dave mengusap wajahnya dengan kasar


"Sekretaris barumu itu, kan?" Wilona meringis ngilu dihatinya kala mengucap nama itu


Dave terdiam sejenak, memandang lekat wajah Wilona lalu menautkan kedua tangannya di pipi wanita ini.


"Aku tidak menikah dengannya, Sayang. beberapa hari ini Mawar menginap di rumah kita,"


Wilona menatap benci padanya. sudah ketahuan tapi mengelak. disisi lain pun, Mawar memerhatikan perdebatan mereka dibalik tempat tersembunyi. Mawar puas menyaksikan perkelahian itu, tapi hatinya kembali teriris kala mendengar ucapan Dave yang tidak mengakui status asli mereka.


"What?? begitu katamu? lalu mengapa harus di kamar kita, hah? lagian kenapa harus tinggal disini! apa kau tidak menggajinya sampai harus tinggal sekamar denganmu?"

__ADS_1


...~Bersambung~...


...Makin tegang, guys! yuk berikan votenya agar aku semangat. kan, ini, sudah hari senin😁...


__ADS_2