Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Menjadi Istri Karena Nafsu Gila
Dunia Malam


__ADS_3

Mawar harus menjalankan taktik itu yang barusan ia katakan kepada Dave perihal haid. datang bulan adalah senjata jitu satu-satunya untuk menghindari Dave yang akan menyentuhnya kembali.


Mawar menyeringai sambil menikmati aromatherapy didalam bathup. dalam kesunyian seperti ini membuat pikirannya sedikit lebih rileks apalagi otaknya bisa berjalan dengan lancar memikirkan ide-ide selanjutnya.


Mengelus perut yang tidak terlalu buncit, berharap sang janin selalu sehat didalam sana. dalam hati Mawar berjanji akan selalu menjaganya, termasuk menjaga dari serangan rudah sang ayah. disisi lain Mawar takut akan terjadi apa-apa dengan janinnya ketika tengah berhubungan bersama Dave, takut akan berdampak buruk pada kehamilannya yang masih muda. disisi lain pula, Mawar tidak ingin Dave sampai melihat perutnya bahkan menyentuh dan merasakan perubahannya.


Biarlah waktu yang akan membocorkan rahasianya, kala perkembangan sang janin sudah tidak bisa ditutupi lagi. mungkin sekitar dua bulan kemudian segalanya terungkap dan Dave mulai mengetahui kehadiran buah hati mereka.


"Mama sengaja menyembunyikan kamu dulu karna hati mama masih terasa sakit mengingat alasan dia yang menikahi mama karna hutang. kalau dipikir lagi sebenarnya dia menginginkan mama hanya untuk merasakan tubuh mama ini, makanya pernikahan adalah jalan satu-satunya dia untuk mengikat mama."


Mawar terdiam sebentar,


"Semoga dia tidak mengambil kamu dari mama, dan semoga saja kita berdua bisa memberikan kasih sayang kepadamu walau kita sudah berpisah." sambungnya


Dalam hati yang palimg dalam, Mawar merasakan sesak seolah ada sesuatu yang menyumpal paru-parunya. andai saja waktu bisa diulang, Mawar tidak akan mengungkapkan alasannya ingin resign kepada Dave. dan lebih baik ia menerima pinangan anak juragan desa.


Namun apalah daya, nasi telah menjadi bubur, semua yang telah berlalu tidak bisa diputar kembali. untuk masa mendatang, Mawar pun siap apa yang akan terjadi dengan kehidupannya.


☆☆


"Dave, bisakah kau mengambil pembalutku didalam laci itu? sekalian sama ****** ********!" teriak Mawar dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


Dave yang sedang asyik dengan ponselnya, sontak menoleh menatap pintu yang tertutup dengan raut wajah yang kusut. bagaimana tidak kusut, dari siang hingga malam ini juniornya masih nganggur tak dapat menyentuh goa kesayangannya.


Terpaksa ia pun bangkit dengan langkah yang tampak berat. Mawar menyeringai didalam sana, ia begitu senang mengerjai lelaki itu hingga satu minggu ke depan.


"Ini!" Dave mengetuk pintu kamar mandi


Tak perlu menunggu lama, pintu tampak dibuka dari dalam. memperlihatkan sosok Mawar yang tengah menutup miliknya dengan salah satu telapak tangan.


"Ouh, terima kasih." Mawar mengulum senyum termanisnya menyambut benda berharga itu


"Apa haidmu sudah datang?" tanya Dave dari ambang pimtu. raut wajah kecewa menghiasi ketampannya


"Sudah, tapi masih sedikit. aku mau ganti dulu!" Mawar segera menutup pintu kamar mandinya kembali


Sehabis dari kegiatannya didalam kamar mandi, Mawar memandang suasana kamar yang tampak sepi. hanya terdengar suara tv dibalik kesunyian ini. Mawar celingak celinguk mencari keberadaan suaminya yang entah ke mana, tanpa peduli sedikit pun ia mengendikkan bahu seolah tidak mau tahu.


"Mungkin dibawah," gumamnya


Mawar merebahkan tubuhnya diatas ranjang, bersiap-siap untuk melalang buana ke alam mimpi setelah ritual bersih-bersih selesai.


Disisi lain, Dave tengah menyusuri jalanan ibukota dimalam yang hampir larut ini. tempat dunia malam adalah tujuannya memijakkan kaki di sana. Dave yang begitu suntuk ingin segera mengobatinya, berharap lenyap setelah menenggak minuman alkohol yang disajikan. apa lagi memandang para gadis-gadis yang menari, menunjukkan kemolekkan tubuhnya kehadapan ratusan pasang mata.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, mobil yang ia tunggangi telah tiba ditempat tujuan. banyak para pria tampan dan wanita seksi keluar masuk dari area itu. Dave segera melangkahkan kakinya dengan cukup lebar, hingga berhenti didepan meja barista.


"Whisky!" pintanya, yang langsung segera ia dapatkan


Dave menenggak minuman beralkohol kadar tinggi itu dari gelas mini yang disodorkan kepadanya. beberapa kali teguk sambil memandang para gadis yang berjoget ria dengan anggunnya.


Dave menggigit kecil bibirnya memandang paha mulus diantara mereka, hasratnya mulai menggelora seiring otak kotornya mulai berfantasi hal gila.


Dalam yang telah jatuh dalam kemabukkan, segera mendekati para gadis seksi itu, menyapanya dengan begitu lembut.


"Hai, ladies?"


Para gadis itu menoleh ke belakang sambil menebar senyum menggoda. "Oh, hai!" sahutnya


"Kalian hanya bertiga? ke mana pasangan kalian?" tanya Dave setelah memerhatikan mereka yang hanya bertiga


"Ya, kita hanya bertiga. tidak ada pasangan," jawab salah satu dari mereka


"Wow!" Dave membulatkan bibirnya, menakjubkan sekali


"Boleh saya bergabung? kita nikmati whisky bersama sambil bergoyang."

__ADS_1


"Sepertinya seru sekali! mengapa tidak?" serunya, sedikit tergelak


...~Bersambung~...


__ADS_2