Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Menjadi Istri Karena Nafsu Gila
Sakit


__ADS_3

Hatchiiii!


Beberapa kali Dave mengeluarkan bersin setelah usai hujan-hujanan di luar sana bersama sang istri. dampak yang ditimbulkan yaitu Dave langsung terkena pilek karena tubuhnya yang tidak terlalu kuat akan air hujan yang membasahinya.


Oleh karena itu, Mawarlah yang terkena omelan sang ibu akan ulahnya yang tetap keras kepala ingin berhujanan di luar, apalagi sedang deras-derasnya menyelimuti langit Ciwidey. Mawar pun meminta maaf kepada sang ibu, ia berjanji akan selalu merawat dan memerhatikan sang suami yang tengah menikmati teh jahe hangat dari hasil racikan sang mertua. walaupun bersin masih melanda, namun sudah terlihat mendingan, tidak separah mulanya.


"Ambil obat flu di kotak itu dan kasih suamimu!" titah ibu kepada Mawar, yang langsung dituruti oleh sang putri.


Mawar memberikan obat flu kepada Dave dan juga segelas air putih kepadanya.


"Minum obat dulu, nih." katanya. Dave mengangguk, segera menegaknya hingga lolos melewati tenggorokan


Ibu menyarani Dave untuk beristirahat di kamar Mawar dulu sebelum waktu makan malam tiba. lagi pula pria itu memang butuh istirahat agar kondisi tubuhnya kembali vit dan bugar. Dave menurut saja, mungkin tidurlah yang terbaik untuk saat ini.


***


Sang mentari bersinar terang menyapa muka bumi yang masih tampak sepi. sinar cahayanya menyelusup masuk melalui jendela kamar Mawar yang masih ditutupi gorden putih. Dave yang telah tampak bugar, memandangi wajah sang istri yang terlihat amat cantik kala terlelap begini. Dave mengulum senyum, segera mengecup tengkuk leher Mawar yang terekspos jelas hingga memancing hasratnya.


"Beruntung kamu tadi malam tidak aku hajar." ucapnya


"Sekarang aku ingin," gumamnya, merasakan miliknya telah keras, Dave segera menyantap sarapan pagi nan lezat ini dihadapannya. tidak akan ia lewati sedetik saja.


Mawar mendesah merasakan dua bukitnya tengah dimainkan oleh sesuatu yang langsung merangsang geli ke sekujur tubuhnya. hal ini membuatnya terjaga dari tidur akan rasa nikmat yang diberikan.

__ADS_1


Mawar terbelalak melihat Dave tengah menggumulinya, bersiap-siap memasukkan milik Dave ke dalam sangkar hingga membuat Mawar tidak bisa lagi berkutik. ia menikmati permainan sang suami, miliknya berdenyut dibawah sana mencoba untuk menepis rasa sakit yang ditimbulkan.


Tok tok tok!


"Mawar! bangun lagi, Nak, sarapan!" terdengar suara ibu memanggilnya dari luar sana


Ia menatap Dave yang terus menghentak pinggulnya, seolah tidak mempedulikan panggilan dari sana.


Waduh, ibu manggil. pura-pura tidur ajalah. batinnya


Walau pada kenyataannya Mawar telah terjaga dan sedang menikmati sentuhan sang suami, membuatnya enggan untuk bersuara. alih-alih ibu mengira kedua anak manusia itu masih terlelap dalam kesejukan desa nan asri ini.


Setelah itu tidak terdengar lagi panggilan ibu, Mawar dan Dave saling mengerang kala semburan hangat didalam sana mencuat begitu derasnya.


Mawar mengernyitkan dahinya, tangannya terulur menyentuh pipi Dave hingga tengkuk leher pria itu.


"Kamu demam?" tanyanya


Dave mengangguk mengiyakan


"Ya ampun! ayolah kita bangun, sarapan lalu minum obat." ajak Mawar yang segera menyingkirkan tubuh Dave lalu bangkit


Dave menggeleng. "Gini aja, aku pengen dipeluk." pintanya, memeluk tubuh Mawar

__ADS_1


Mawar tak mengelak, ia justru merasa kasihan dan merasa bersalah akan perbuatannya kemarin sore. Mawar mengelus rambut sang suami, membiarkan Dave mendekapnya sesuka hati. mungkin saja pria ini butuh kehangatan darinya.


"Maaf, ya, gara-gara sikap kekanakkanku, kamunya jadi begini." ujar Mawar


"Lain kali jangan hujanan lagi. nanti setelah ini kamu yang sakit, gimana?"


"Enggak kok, tubuhku kebal." pungkasnya


"Masih saja keras kepala!" geram Dave


Hari ini sebelum kembali ke Jakarta, Dave mengajak Mawar ingin menelusuri setiap keindahan desa ini. walaupun tubuhnya sedikit hangat, pria itu tak mempedulikannya. Mawar menurutinya, ia mengajak Dave jalan-jalan dengan sepeda motor miliknya sejak jaman sekolah dulu hingga kini beralih pada adiknya.


Pemandangan asri yang disuguhi oleh penghijauan, seperti kebun, sawah, bukit, hingga danau yang berwarna biru kehijauan. semuanya sungguh indah dimatanya. Dave terpukau, memandangnya saja segala lelah di tubuh seketika lenyap. apalagi udara yang masih terasa segar, membuatnya betah berada di tempat ini.


"Kamu suka?" tanya Mawar, keduanya tengah duduk di tepi danau


"Tentu. semua tempat yang kamu tunjukkan indah sekali," ujarnya


"Ya. apalagi disini, banyak kenangan yang pernah aku alami bersama mantan pacarku dulu." ucap Mawar yang tanpa sadar membuat Dave menatapnya tajam


Mawar melihat ekspresi suaminya, sontak saja ia menutup mulut. "Upz!"


Dave memutar bola matanya, kesal. "Ada aku lho, disini. lancang sekali ngomongi mantan!"

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2