Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Menjadi Istri Karena Nafsu Gila
Melamar Kerja


__ADS_3

Mawar memejamkan kedua matanya sembari menjerit kaget kala mobil itu hampir menabraknya. Sang pengemudi memanggil Mawar berkali-kali, hingga jeritan itu berangsur hilang. Mawar mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, menatap pria yang kini ada dihadapannya.


"Hei, Mbak!" pamggilnya, ketus


"I-i-iya?" Mawar gugup. Memegang dadanya, terasa jantung ini berdegup amat cepat. Bagaimana tidak, Mawar shock melihat sebuah mobil kian semakin dekat bahkan hampir mencium sepedanya


"Lain kali nyeberang tuh hati-hati!" pria itu malah menuduhnya


Mawar mengernyitkan dahi. apakah dirinya yang salah? Walau begitu, Mawar tidak ingin disalahkan. enak saja, semua orang menyalahkannya.


"Loh, kamu yang salah, Mas! belokin mobil tapi nggak nengok kanan kiri dulu, piye toh!" balasnya


"Enak saja nyalahin saya! Untung aja nggak saya tabrak," gerutunya


"Sok atuh kalau mau nabrak! toh, anda juga yang ngerogoh uang untuk pengobatan saya. Kalaupun anda kabur, saya ingat plat mobil anda, mudah bagi saya laporin ke polisi," cerocos Mawar


"Dasar perempuan! Minggir sana!" pria itu melambaikan tangan, menyuruh Mawar untuk menepi.


Mawar enggan mundur kalau sudah terlanjur maju. Daripada menepi, lebih baik ia lanjut menyeberang dengan hati-hati. Tapi, melihat kendaraan yang cukup padat pada pagi menjelang siang ini, membuatnya sulit untuk menyeberang.


Tit tit tit!


Sekali lagi, dengan angkuhnya tidak mau mengalah sama kendaraan kecil seperti Mawar. sengaja memencet tombol klakson agar Mawar menepi. Mawar tetap kekeuh tidak ingin mengalah, biarkan saja lelaki itu menunggunya untuk menyeberang.

__ADS_1


"Hai, Mbak! kok keras kepala sekali anda!" teriaknya


"Heleh! dasar orang kaya, ngalah sebentar kenapa?" gumam Mawar mencibir lelaki itu


Ada ruang kosong, Mawar segera mengayuh pedal sepedanya. Akhirnya ia berhasil menyeberang, begitu pula mobil itu kembali melanjutkan perjalanannya.


Mawar berhenti disebuah gedung yang cukup luas, gedung yang menjajakan beragam mobil dengan merek yang sama. Toyota, sebuah PT yang berasal dari jepang menciptakan produk mobil berproduk Toyota. setelah berpikir panjang selama diperjalanan, lebih baik Mawar mencoba melamar di sana. Lumayan juga untuknya yang lulusan ekonomi, Mawar berharap ia bisa bekerja di sana.


Jika ditanya perihal bekerja diperusahaan bergedung tinggi hingga menembus langit, Mawar tidak berminat lagi. Dirinya trauma jika harus berurusan dengan atasan angkuh tak punya hati.


Mawar memarkirkan sepedanya di parkiran roda dua. Sebelum melanjutkan langkahnya, ia menunduk dulu melihat penampilannya.


Mengenakan blouse biru muda dan rok span selutut, rambut ikal yang ia sanggul, segera ia geraikan hingga menjuntai bebas dipunggung. Mawar merogoh sisir mini dan jepit rambut dari dalam tas slempangnya, menyisir hingga rapi lalu menyelipkan jepit rambut dikepala sisi kanan.


Cantik dan sangat manis sekali. Siapapun yang memandang pasti akan terpesona.


Dari luar saja sudah terlihat jelas aktifitas karyawan yang tengah bergelut dengan pekerjaannya.


Sebelum melangkah masuk, Mawar menghela napas panjang untuk menetralisirkan perasaannya. Kemudian ia menaiki beberapa anak tangga, lalu mendorong pintu transparan yang berasal dari kaca.


Mawar melangkah menghampiri salah satu meja pegawai, yang tampaknya tengah sibuk dengan tugasnya.


"Permisi." sapa Mawar kepada wanita cantik berambut pirang ini

__ADS_1


Wanita itu mendongak, pandangan keduanya saling bertemu.


"Selamat pagi, ada yang bisa kami bantu?" sambutnya dengan ramah


"Maaf, sebelumnya, Mbak. saya kesini mau melamar pekerjaan," Mawar menyodorkan amplop berisi berkas lampirannya


"Oh, baik, Mbak. Nanti saya sampaikan ke atasan, ya," wanita itu menyambut pemberian Mawar


"Terima kasih, Mbak. tapi, di sini sungguh masih nerima anggota?"


"Saya juga kurang tahu. Kalau atasan mau nambah pegawai, Insya Allah, beliau akan manggil kamu," ujarnya


"Ah, baiklah, Mbak. Terima kasih banyak, ya?" Mawar membungkukkan sedikit badannya


"Sama-sama, Mbak." sahutnya


Mawar membalikkan badan, melangkah sembari memegang dadanya, berharap sekali jika ia bisa diterima ditempat ini.


"Adek doain mama, ya, semoga mama keterima di PT ini. agar kita bisa melanjutkan hidup untuk kedepannya, Sayang. Kalau mama jebol, mama janji kita akan makan enak dan makanan yang sehat untuk adek," harap Mawar bergumam sambil mengelus perutnya


"Terima kasih juga dedek nggak rewel, kamu harta mama yang paling berharga." tambahnya sambil mengulas senyum merekah


__ADS_1



Boleh kasih bunga/vote nya donk kkak.. 😁


__ADS_2