
Mawar masih merasa bingung mengapa Dave tidak memberitahu pernikahan mereka kepada keluarga Ghaza. entah ia benar-benar polos ataukah memang sudah termakan oleh kata tentu mengenai perasaan Dave padanya.
Mawar terus berpikir, pernikahan mendadak yang didasari dengan hutang tidak mungkin ada cinta didalamnya. Apakah Dave berbohong? lalu mengapa lelaki itu tetap ngotot untuk mempertahankannya, alih-alih ingin memiliki Mawar seutuhnya.
Seseorang yang menginginkan seorang wanita atau pria untuk dimiliki pasti dikarenakan cinta. tapi jika memang Dave mencintainya, mengapa tidak mengabarkannya kepada orang tua? sungguh membingungkan bagi seorang Mawar yang benar-benar sangat polos.
"Aku cuma kege'eran doang, hah!" gumam Mawar merutuki kebodohannya
Lamunan konyol ini pun seketika buyar tatkala Dave datang menghampirinya
"Kau sudah tidur?" tanya Dave dari belakang tubuh Mawar yang berbaring menyamping
Mawar membenarkan posisinya, menatap Dave yang menyapa
"Mau tidur." jawab Mawar
"Ngapain tidur, Sayang?" bisik Dave tepat ditelinga Mawar sembari tersenyum miring. embusan napasnya membuat Mawar sedikit merasa geli
"Mending kita lanjutkan yang sempat terjeda tadi." sambung Dave yang segera menindih tubuh Mawar lalu mulai berkelana menyusuri setiap tengkuk kulit mulus wanita tersebut
Mawar hanya terdiam pasrah sembari menikmati rasa aneh yang terus menjalar ditubuhnya. sapuan hangat dari bibir Dave lagi-lagi membangkitkan hasrat kedua insan ini.
"Lagi? apa kau tidak kelelahan?" desah Mawar, menahan gejolak nikmat pada dadanya
Tampak Dave menggelengkan kepala sembari mencumbui belahan dada Mawar yang masih dibaluti pakaian berkacamata itu. namun setelah pengait belakangnya lepas, segera ia tarik dan membuangnya ke sembarang tempat.
"Aaach!" Mawar dibuat melayang oleh rasa ini. gelenjar aneh timbul ketika Dave memainkan pucuk perbukitannya
"Aku akan membawamu terbang melayang, Sayang." bisik Dave sembari menarik celana yang masih dikenakan oleh sang istri
__ADS_1
Percintaan panas pun berlangsung, lonjakan gairah terus memguasai keduanya dalam bilik yang sejuk ini. Penyatuan yang menggemparkan menciptakan pundi-pundi suara merdu ******* yang semakin membuat Dave semangat dalam menggapai hasratnya.
Mawar menahan sesuatu didalam sana, area perut bawahnya seolah ingin mengeluarkan sesuatu yang terus mendesaknya hingga hentakkan yang dilakukan sang suami ia balas agar ritme ini semakin kencang. Dave menyadarinya, ia tersenyum dan mempercepat lajuan dalam mencapai pelepasan bersama-sama.
"Kau sudah keluar?" tanya Dave yang langsung diangguki oleh Mawar
"Baiklah, Sayang."
Hingga pada saat itu tiba, keduanya bernapas lega setelah pencapaiannya telah lepas bersamaan. Dave melenguh, mencium bibir Mawar sebagai tanda kepuasannya.
***
Pagi telah tiba, semburat jingga menghiasi cakrawala bersamaan dengan suara burung yang bercicit pada pagi ini. Membangunkan Mawar yang terlelap nyenyak hingga pandangan pertamanya tertuju pada area luar yang sudah tampak terang.
Mawar masih merasakan tulang badannya terasa remuk akibat sisa percintaan panas tadi malam. segera ia merenggangkan otot-otot yang kaku agar kembali bugar sediakala. Mengingat hari ini keduanya akan bekerja, Mawar segera mengenakan pakaian dan bersiap-siap untuk masak.
Namun sebelum beranjak, ia lebih dulu membangunkan sang suami.
Sayang sekali tidak ada respon dari Dave walaupun berulang kali ia membangunkannya.
"Ck! tidur kayak orang meninggoy aja!" ledeknya
Lebih baik nanti saja membangunkan lelaki ini. Mawar lebih berniat untuk membuat sarapan jika saja memang ada bahan-bahannya didalam lemari es. aneh saja rasanya bila Vila sebesar ini tapi tidak ada perlengkapan yang diperlukan.
Dengan langkah yang masih terseok-seok ia tetap berjalan menuruni tangga. tak ingin terlihat lemah apalagi sebentar lagi ia akan bekerja. sungguh aneh rasanya jika ia masih berjalan seperti ini. yang ada seluruh penghuni Ghaza Corp akan memandangnya aneh bahkan bertanya-tanya.
Setiba di dapur, Mawar menyipitkan mata kala melihat wanita parubaya tengah berkutat dengan alat dapur. Mawar mendekatinya.
"Permisi." sapa Mawar, sosok itu membalikkan badannya menghadap Mawar sembari mengulum senyum
__ADS_1
"Eh, pagi, Non." sambutnya
"Kok ibuk ada disini? apa Dave nggak mengunci pintu, ya, atau dia yang membukakan pintu untuk ibuk?" Mawar heran
Wanita itu masih tetap tersenyum menatap manisnya Mawar. "Bukan, Non. saya pengurus villa ini bersama suami saya. jadi ya, kami punya kunci cadangan." jelasnya
Mawar pun memgangguk paham, sungguh kolot sekali dirinya.
"Maaf kalau saya mengganggu paginya. biasanya kalau ada penyewa, saya memang selalu yang menyiapkan sarapan dan makan siang. dan setelah ini saya akan pergi lagi, Non."
Mawar terpaku
"Hmm, saya nggak keberatan kok kalau ada ibuk disini. nanti kita sarapan bersama, ya?" ajak Mawar mengulas senyum lebarnya
"Eh, tidak, terima kasih, Non. saya sudah sarapan." tolaknya secara halus
Seketika Mawar pun mengerucutkan bibirnya
"Baiklah. ada yang bisa saya bantu?"
"Ah, tidak, Non. sebaiknya Non beristirahat saja di kamar, kalau udah selesai akan saya panggil."
"Hmmm, yasudah deh kalau begitu. saya mau bikin teh hangat saja." ucap Mawar tatkala ia melihat seduhan teh didalam box
Aroma wangi menelisik indra penciuman Dave hingga mampu membuatnya terbangun. Dave mengerjap-ngerjapkan mata kala aroma tersebut semakin memabukkannya. Dave terpaku melihat Mawar membuka handuk tepat dihadapannya, seketika saja angin surga datang menerpa yang kemudian langsung membangkitkan napsunya.
Mawar belum mengetahui jika suaminya telah terjaga. dengan gamblangnya ia berpakaian sembari membungkukkan tubuhnya. Mawar terlonjak kaget kala belahan bokongnya dielus oleh sesuatu yang keras.
"Aaaaakkkh!!"
__ADS_1
~Bersambung ~
Jangan lupa Like, Koment, Favorite bagi yang belum pencet favorite. kalau berbaik hati silakan kasih hadiah dan votenya, yaa