
Terpaksa Mawar keluar kamar hanya mengenakan kimono yang membaluti tubuh mungilnya. walaupun mungil namun terlihat seksi dimata sang suami. entah aura apa yang terpancar hingga Dave begitu terpikat padanya. Mawar mencoba percaya diri membawa tubuhnya beralaskan kain handuk untuk keluar dari hotel ini. Celingak celinguk kesana kemari mencari sebuah toko di sekitar sana.
Ia melangkah tak tentu arah, mata tajamnya terus memperhatikan jejeran toko dan berharap apa yang ia cari akan bertemu.
Seketika senyum semrimgah terpancar. semakin memeluk erat tubuhnya dan melangkah cepat menghampiri apa yang ia cari.
"Permisi." sapanya kepada pegawai toko tersebut
"Ada yang bisa dibantu, Nona?"
Tatapan Mawar menyisiri setiap apa yang ada didalam etalase. "Hmm ... ada testpack?" tanyanya, sedikit ragu
Mawar merasa sedikit canggung mengucap kata benda itu. namum mau bagaimana lagi, benda itu teramat penting baginya sejak jauh-jauh hari. mumpung ia berada diluar teritorial sang suami, Mawar pun memanfaatkannya untuk mengunjungi toko apotik yang menjual alat tes kehamilan tersebut. Mawar berharap apa yang tidak ia inginkan benar-benar terjadi.
Usai membeli apa yang ia cari, Mawar bergegas kembali ke hotel sebelum pria itu menemukan keberadaannya yang keluyuran tanpa sepengetahuan Dave. langkah lebarnya berpacu pada kendaraan lain, menggenggam erat benda itu didalam saku kimono sekaligus ingin menghangatkan tubuhnya.
Beberapa meter melangkah, akhirnya Mawar bisa bernapas dengan lega kala kaki ini berhasil membawa tubuhnya kembali ke kamar terlebih dahulu.
Mawar segera menyimpan benda itu ke dalam tas miliknya. kembali menghambur ke atas ranjang untuk beristirahat setelah dirinya cukup lelah berkelana
☆☆☆
"Kenapa lama sekali?" Mawar mendengus kesal melihat suaminya baru saja kembali setelah sekian lama ia menunggu
__ADS_1
"Banyak antrian untuk membeli semua ini, Mawar. aku pun sudah lelah," ucap Dave. menyodorkan tentengan yang ia bawa ke perempuan ini
Mawar menyambutnya dengan penuh kegembiraan. semua makanan yang ia inginkan telah didepan mata dan tidak sabar untuk mencicipinya sekarang juga.
"Pakai dulu bajumu, ada didalam paperbag." titah Dave, melihat Mawar begitu antusias sekali membuka seluruh kresek makanan namun tidak menjamah apa yang ada didalam paperbag
"Hmm?"
"Kamu beli baju juga?" tanya Mawar yang langsung diangguki oleh sang suami
Mawar segera membuka paperbag, benar saja ada setelan pakaian tidur untuknya. namun ada satu lagi pakaian yang mencolok, mengalihkan perhatiannya ke pakaian tersebut.
"Wow!" seketika matanya berbinar-binar melihat pakaian kurang bahan tengah ia rentangkan.
Sedangkan Dave menelan salivanya dengan kasar menatap pakaian semacam itu.
Mawar dan Dave menikmati makan malamnya didalam kamar hotel. Mawar melahap sate padang miliknya bersamaan dengan nasi padang yang sangat menggugah selera. sedangkan Dave tidak dapat mencicipi apa yang ia beli tatkala Mawar langsung melerainya ketika jemari itu ingin menyentuh miliknya. terpaksa Dave memesan menu malam kepada pihak hotel.
"Hmmm, enak sekali." ucap Mawar menyikat daging pada satenya
Dave menatap ngeri-ngeri sedap, apakah bisa perempuan ini melahap semua makanan itu hingga tandas tanpa sisa? melihat porsi nasi padang yang tidak pelit saja membuatnya bergidik ngeri, apa lagi ditambah dengan sate yang dimakan bergiliran.
"Yakin bisa dihabiskan semua?" tanya Dave
__ADS_1
Mawar menoleh, lalu menganggukkan kepala
"Mengerikan sekali kau ini!" seru Dave
"Yang penting kenyang." sahut Mawar
"Setelah itu timbang deh badanmu, pasti naik melonjak kilomu." saran Dave
"Nggak perlu, sih. bb mah nggak penting, yang penting perut kenyang hati pun senang." Mawar, dengan kecuekkannya
"Hmmm ..." Dave bergumam. ada pula ya wanita yang tidak mempedulikan berat badannya, pikir lelaki itu. berbeda jauh dengan Wilona yang rela tidak makan apapun demi menstabilkan berat badannya. bahkan Wilona selalu menangis jika agak satu ons saja timbangan badan bertambah
"Aku lapar mulu sih setelah pulang dari rumah ibu. apa mungkin efek sakit ya, kalau sudah sembuh jadi selera makan itu melonjak." Mawar berpikir sembari mengunyah makanannya
"Ya, bisa jadi." seru Dave
"Its oke, bagiku yang terpenting perut nggak keroncongan terus."
"Yasudah, jangan mengoceh terus! habiskan makananmu lalu istirahat. setelah itu cobain lingerie yang sudah aku beli," titah Dave
Fantasinya mulai bergelora sejak sepanjang perjalanan membayangi tubuh Mawar dilapisi oleh lingerie, pakaian kurang bahan itu. kini ia begitu berharap jika fantasinya berubah menjadi nyata, memandang tubuh Mawar yang mungil namun berisi, mengenakan pakaian tersebut dan pastinya akan membangkitkan hasrat gairah yang menggebu-gebu dalam dirinya.
"Aaakkh, aku malu! nanti saja kalau nggak ada kamu." Mawar, pipinya bersemu merah
__ADS_1
"Kalau nggak ada aku, jadi untuk siapa kamu menginginkan benda itu?"
...~Bersambung~...