Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Menjadi Istri Karena Nafsu Gila
Pertama Kalinya


__ADS_3

Dave menelan salivanya dengan susah payah melihat kemolekan tubuh Mawar yang aduhai. kulit putih bersih nan mulus tanpa noda apalagi kurap, bongkahan montok tampak menonjol dari balik handuk, dan jenjang leher yang terekspos jelas tanpa adanya kerutan hitam. Sungguh mempesona dan berhasil meluluh lantakkan pertahanannya


"Kenapa masih di sana? saya mau pakai baju!" Mawar membuyarkan fantasi Dave hingga membuat pria itu tersentak kaget


"Kenapa kau selalu berteriak! menurut padaku seperti hari-hari biasanya." balas Dave melangkah menghampiri Mawar dengan langkah lebarnya


Sepertinya sepasang pengantin baru ini akan beradu jontos


"Cih! anda kan sudah menjadi mantan bos saya, ngapain lagi harus nurut. lagian kan, diri saya bakal terlalu rendah kalau harus menurut sama bajingan sepertimu!" Mawar menusuk-nusuk dada Dave dengan jari telunjuknya, geram sekali.


Begitu pula dengan Dave yang sudah merasa muak dengan percekcokkan ini


"Kau benar-benar!" tanpa banyak basa-basi atau mengulur waktu, Dave begitu lancangnya menarik kain pelindung tubuh Mawar dengan kasar dan membuangnya jauh entah kemana


Mawar dibuat ternganga, melihat pelindung tubuhnya lepas sontak saja Mawar segera menutupnya dengan kedua tangan


"Dave!" pekik Mawar


Dave membungkam mulut Mawar dengan bibirnya agar suara memekakkan itu lenyap seketika. menelusuri area dalamnya sungguh terasa mantap dengan aroma odol yang begitu wangi dan segar.


Mawar memberontak, berusaha mendorong dada Dave dan menarik kepalanya. namun kekuatannya kalah telak, ia tak berdaya kala Dave mencoba menahan sepasang lengan itu.


Dave tidak bodoh. Ia tahu akal busuk Mawar pasti akan tertuju pada pangkal pahanya. sebelum hal itu terjadi dan berakibat buruk pada juniornya, Dave langsung merebahkan tubuh Mawar ke atas kasur dalam posisi tanpa balutan benang. tak lupa perpagutan yang masih berlangsung.


Mawar terus merintih dibawah tubuh kekar ini.

__ADS_1


"Diamlah! nikmati saja!" Dave semakin mengencangkan dekapannya terhadap tubuh dibawahnya ini


Mawar yang telah jatuh ke dalam buaian Dave yang semakin lama kian menggairahkan, ia pun mulai mengikuti ritme dari kecupan yang memabukkan ini. Perlahan Mawar mulai membalas perlakuan Dave hingga gelora hasrat kian memanas didalam ruangan ini


Dave mengulum senyum didalam perpagutannya, dengan mudahnya ia berhasil meluluhkan wanita ini. begitu senangnya ia kala Mawar mulai menurut dan melingkarkan kedua tangannya di tengkuk leher miliknya.


Sesuatu yang ia inginkan dari dulu adalah menyentuh tubuh Mawar. digenggamannya kini gadis itu telah menjadi miliknya. Dave tak ingin membuang-buang situasi keadaan dengan sia-sia, salah satu tangannya pun mulai berkelana ingin meremat bongkahan bukit yang terlihat masih padat dan kencang


"Eeemmh!" Mawar mengeluarkan suara emasnya kala Dave meremat miliknya yang kemudian memelintir pucuk mungil merah muda. ada sensasi yang tidak bisa ia uraikan dengan kata-kata, tubuhnya bagai tersengat listrik dan memanas kala rasa geli bercampur nikmat sudah menguasainya.


Dave segera melepaskan kancing-kancing pada busananya dengan tergesa-gesa bersamaan hasrat yang harus ia tuntaskan. membenarkan letak tubuh Mawar yang hanya pasrah agar kegiatan selanjutnya akan berlangsung nyaman.


Tanpa berlama-lama Dave segera menyodorkan miliknya ke dalam area hutan yang memiliki gua tersembunyi. tampak masih kencang dan mungil dimatanya.


"A-apa yang anda lakukan?" Mawar mulai panik melihat alat tempur segera beraksi


"Hah??" Mawar ternganga mendengarnya hingga wajahnya itu berubah mengkerut sembari merintih kala miliknya mulai berdenyut dibawah sana


***


Dave menjatuhkan tubuhnya tepat disamping Mawar setelah usai dengan aktivitas malam yang memabukkan ini. tubuh keduanya telah dipenuhi pelu dengan napas yang menggebu-gebu naik turun. Mawar membeku, tatapannya berfokus pada plafon putih diatasnya. sesuatu dibawah sana terasa mengalir seiring dengan rasa denyut yang masih menguasainya.


Mawar menoleh ke samping di mana tampak Dave tengah membuka aplikasi order makanan.


"Apa tadi belum memesan? kenapa baru sekarang?" tanya Mawar terengah-engah

__ADS_1


"Makanannya sudah dingin, mana enak lagi." ucap Dave


"Tapi kan bisa dihangatin lagi,"


"Ohya? yasudah kau hangatkanlah sekarang juga."


"Anda menyuruhku?" kedua mata Mawar melotot


"Kamu sekretarisku sekaligus istriku, bergunalah mulai malam ini." celetuk Dave dengan entengnya


"Tapi ini terasa sakit," keluh Mawar menyentuh miliknya


"Kau ini manja sekali!" decak Dave yang segera bangun dan mengenakan pakaiannya


Mawar mengulum senyum mengantar kepergian Dave yang kian menghilang dibalik pintu. akhirnya ia bisa beristirahat untuk sejenak, melepas lelah setelah hampir satu jam bergelut dengannya. dan karena ulah lelaki itu, miliknya terasa nyeri membuatnya hanya diam terpaku diatas ranjang ini. Mawar memilih merebahkan tubuhnya kembali, tak lupa menyibak selimut untuk menutupi tubuhnya yang dipenuhi tanda kemerahan.


"Mawar! kemarilah!" teriak Dave dari bawah sana tepatnya di dapur


Sayup-sayup Mawar mendengarnya, namun tubuhnya yang lemas membuatnya malas untuk bangkit


"Hei! makanannya sudah siap, bangunlah!" titah Dave meremat bokong milik Mawar hingga wanita itu membuka mata


"Ya ampun, tak bisakah membangunkanku dengan tangan yang sopan?"


~Bersambung ~

__ADS_1


Plis kasih LIKE, KOMENTAR, VOTE, HADIAH, tak lupa pencet FAVORITE


__ADS_2