
Berbeda dengan Luna, Lina dan Dinda, justru mereka tidak ada kata Iri sama sekali. Mereka justru seperti saudara lainnya yg saling menyayangi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah 2 jam akhirnya pesta penyambutan pun selesai. Banyak para tamu yg mulai meninggalkan aula, begitu juga dengan calon besan pak bram yg juga pamit untuk pulang. Namun di pesta itu mereka tidak melihat Adam calon menantunya. Ya Adam sangat tidak senang berada di dalam pesta seperti itu. Walau sebenarnya dia juga penasaran akan putri pak bram yg mana yg di sambut. Namun dia tau bahwa besok akan segera masuk berita tentang putri calon mertuanya itu.
Setelah para tamu bubar, keluarga pak bram pun juga keluar meninggalkan aula. Mereka pulang ke rumah untuk beristirahat. Karena pak bram berencana menyuruh Dinda menjalankan bisnisnya. Karena Luna yg lebih memilih fokus menjadi seorang desainer. Dan Lina fokus ke bisnis kulinernya.
Pak bram yg berencana menyuruh Dinda menjalankan perusahaannya karena pak bram sudah tau bahwa Dinda berbakat dalam bisnis. Jadi pak bram pun akan berbicara mengenai hal itu besok hari. Karena saat ini mereka sudah lelah, jadi mereka ingin beristirahat cepat.
Setelah sampai rumah, pak bram dan keluarga masuk ke dalam kamar masing masing untuk bersuh bersih. Begitu juga Dinda yg memilih membersihkan make upnya. Karena Dinda tidak ingin mengalami sakit tulang jika mandi malam hari. Keluarga angkat Dinda juga begitu, mereka lebih memilih membersihkan wajah saja. Setelah itu memilih shalat Isya. Karena mereka berangkat ke hotel setelah shalat maghrib, jadi mereka belum shalat isya.
Dinda shalat isya di kamarnya sendiri, lain dengan saudara kembarnya yg lebih memilih tidur. Karena mereka memang baru mulai belajar tentang agama. Jadi mereka belum terlalu paham tentang shalat 5 waktu yg wajib di laksanakan sebagai seroang muslim.
Selesai shalat, keluarga Dinda memutuskan tidur karena mereka merasakan capek karena acara pesta itu. Sedangkan Dinda tidak, dia masih memikirkan nasib Luna yg akan menjadi istri orang lain. Karena dia sendiri tau bahwa menikah karena paksaan tidak membuat bahagia. Apa lagi menikah tanpa ada kata cinta, dan lagi Dinda juga mencari tahu tentang Adam.
__ADS_1
Dinda tahu bahwa Adam sudah menikah secara agama dengan kekasihnya. Karena Dinda pernah melihat Adam di masjid yg saat itu Dinda sedang shalat di masjid itu. Kenapa Dinda tau, karena Dinda mencari tahu wajah Adam. Dan dia mengingat wajah Adam pria yg dia lihat menikah dengan seorang wanita di masjid. Namun Dinda bingung bagaimana caranya mengatakan hal itu kepada keluarganya.
Karena Dinda sendiri tidak memiliki sebuah bukti untuk mengatakan tentang Adam yg sudah menikah dengan seorang wanita. Karena Dinda yg tak kunjung menemukan jawabannya. Akhirnya dia memilih tidur, dan berharap semoga besok dia mendapatkan jalan untuk saudara kembarnya.
................................
Keesokan subuh, Dinda terbangun karena mendengar adzan subuh dari hp nya. Dia bangun dan langsung mandi juga mengambil wudhu untuk shalat subuh. Setelah selesai shalat subuh, Dinda langsung bergegas ke dapur untuk memasak. Namun di larang pelayan rumah itu yg bernama bi ratih, karena takut akan di marahi nyonyanya karena nona muda memasak sendiri.
"Non biar bibi saja yg masak non. Nanti bibi di marahi tuan dan nyonya" Kata bi ratih karena takut.
"Baiklah non" Pasrah bi ratih
"Iya bi, bibi kerjakan yg lain saja ya. Bantu bi rum saja sana bi. Urusan masak pagi ini biar Dinda bi" Kata Dinda
"Baik non. Bibi permisi ya non" Jawab bi ratih sambil pamit, dan di balas anggukan Dinda dan senyumannya.
__ADS_1
Setelah itu Dinda mulai masak membuat capcai, ayam asam manis, uda goreng tepung untuk menu sarapan hari ini. Karena Dinda tadi malam di beritahu bahwa mommy dan daddynya sangat suka dengan capcai dan ayam asam manis. Maka dari itu Dinda memasak menu itu pagi ini.
Setelah selesai masak, Dinda menatanya di meja makan. Dan selepas itu Dinda masuk ke kamar untuk mandi. Karena dia gerah sehabis masak untuk sarapan. Setelah mandi Dinda menyuruh pelayan untuk memanggil yg lain untuk sarapan.
"Ini siapa yg masaka Dinda?" Tanya mommy nesya yg datang bersama daddy
"Dinda mom yg masak" Jawab Dinda sambil meletakkan jus dan susu yg di buatnya untuk keluarganya.
"Ini kesukaan mommy dan daddy ini. Ya kan mom" Kata daddy bram
"Iya ini kesukaan mom dan dad ini Dinda" Balas mommy nesya
"Alhamdulillah kalau memang ini kesukaan mommy dan daddy. Berarti tidak salah Dinda masak menu ini hari ini" Jawab Dinda
>tbc<
__ADS_1
Segini dulu ya, jangan lupa vote, like, dan di share ☺️😉 Happy weekend reader kesayangan author 🤗🤗