Menjadi Istri Pengganti

Menjadi Istri Pengganti
Episode 68


__ADS_3

"Kak jenny pamit ya, setelah ini jenny akan kembali ke tempat jenny. Assalamualaikum kak" pamit jenny


Ceklek pintu terbuka, jenny keluar dengan mata sembabnya. Kemudian jenny pamit ke keluarganya, setelah itu polisi wanita kembali membawa jenny kembali ke penjara.


Setelah itu.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah itu team dokter masuk ke dalam untuk melepaskan alat-alat yg terpasang di tubuh dinda. Ketika team dokter ingin melepaskannya, sontak membuat kedua bayi tersebut menangis.


Bayi-bayi tersebut menangis kuat hingga keluar. Membuat adam langsung masuk kedalam dan menenangkan kedua anaknya. Namun kedua anaknya tetap menangis histeris tak mau berhenti.


Mommy yg mendengar juga masuk, karena kasihan melihat cucunya. Cucunya juga merasakan kesedihan ketika dokter mau melepaskan alat yg terpasang.


"Lakukan saja dok" ucap adam bergetar karena melihat team dokter berhenti


Namun ketika salah satu alat mulai terlepas, bunyi dari alat EKG menunjukkan jantung berpacu dengan cepat. Dokter langsung menanganinya, dan meminta suster untuk membawa bayi ke ruang bayi.


Adam dan mommy juga bantu untuk membawanya, karena melihat sesuatu yg mereka tidak mengerti. Setelah meletakkan anaknya di ruang bayi, adam dan mommy kembali ke depan ruang rawat dinda.


Sejam kemudian dokter keluar, dan berbicara dengan mereka terkait kondisi dinda.


"Ada apa dok dengan istri saya?" tanya adam penasaran


"Begini pak, Alhamdulillah ini adalah keajaiban dari Allah swt. Buk dinda kembali mendapatkan rasangan terhadap otaknya. Semua berkat kedua anak bapak. Tangisan mereka membuat sebuah semangat hidup untuk ibunya. Membuat ibunya membuat aliran darah dan oksigen kembali berjalan. Sekarang kita harus memantau buk dinda hingga bangun. Saya dan team yg lain akan kembali dua jam lagi pak" jelas dokter


"Baik dok, terimakasih dok" ucap adam


Dokter itu pun pergi dari sana, dan di ikuti dokter yg lain. Setelah dokter pergi keluarga masuk ke dalam. Mereka bersyukur akhirnya dinda bisa melewati semuanya.


Mereka masuk dan melihat jari dinda bergerak. Matanya mengerjapkan untuk menyesuaikan penglihatannya.


"Air" lirih dinda


Adam langsung mengambilkan air dan memberikan air ke dinda. Kemudian memencet tombol memanggil dokter. Dokter kembali datang untuk mengecek keadaannya.

__ADS_1


"Apa yang ibu rasakan?" tanya dokter


"Pusing dok" jawab dinda lirih


"Apa hanya pusing saja bu?" tanya dokter lagi


"Iya dok" jawab dinda


"Apa kita boleh memeriksa ibu lebih lanjut, agar tahu jika tidak ada lagi sesuatu di tubuh ibu" ucap dokter


"Silahkan dok" adam yg menjawab


Dokter pun mengangguk dan meminta suster untuk membawa ranjang pasien ke arah ruang ct scan. Adam menemani dinda hingga sampai di luar ruangan. Sedangkan keluarga mereka menunggu di dalam ruang rawat dinda dan di depan ruang rawat dinda.


Setelah setengah jam melakukan rangkaian ct scan, dinda keluar ruangan. Suster mendorong dinda lagi menuju ruang rawatnya.


Adam mengikuti, dokter masih di dalam ruang ct scan menunggu hasilnya. Setelah masuk ke dalam ruang rawat adam langsung menghampiri dinda.


"Sayang mas senang akhirnya kamu sadar sayang" ucap adam


"Mas anak-anak dimana?" tanya dinda


"Mereka di ruang bayi sayang. Mereka kondisinya lemah sayang, dan berat badannya kurang. Jadi harus di dalam inkubator sayang sampai kondisi mereka kuat, dan berat badannya normal sayang" jelas adam


"Mas aku mau anak-anak di pindahkan ke sini. Aku mau melihat mereka mas" ucap dinda


"Iya sayang mas akan meminta suster membawa mereka. Kamu istirahat dulu, atau ingin makan?" ujar dan tanya adam


"Iya mas aku mau makan masakan mommy" ujar dinda sambil melihat mommy nesya


Mommy nesya langsung menghampiri putrinya dan memeluk putrinya.


"Iya nak, mommy akan masak untuk mu" ucap mommy


"Mom aku mau sup buatan mommy, bubur buatan mama delima, sama kue buatan bunda" ucap dinda

__ADS_1


"Baik nak, kami akan buatkan" ucap mereka serentak


"Kalau gitu, mommy dan yg lain kembali ke mansion ya. Kamu di sini sama adam" ucap mommy


Dinda menganggukkan kepalanya, dan kemudian seluruh keluarga kembali ke mansion. Tinggallah adam dan dinda di ruangan tersebut.


"Sayang maafkan mas ya karena tidak biaa menjaga kamu" ucap adam lirih


"Mas seharusnya aku yg minta maaf, karena aku kondisi anak kita seperti itu" ucap dinda


"Gak sayang, ini salah mas karena mas kamu jadi celaka sayang" ucap adam semakin lirih


"Uda ya mas, uda iya aku maafin. Mas juga maafin aku karena gak bisa jaga diri dan menyebabkan anak kita kondisinya jadi lemah" ucap dinda


"Iya sayang. Makasih sayang" Ujar adam sambil memeluk dinda


Mereka berpelukan selama hampir sepuluh menit. Hingga suara bunyi pintu terbuka membuat mereka melepaskan pekukan.


"Permisi pak" ucap rio


"Ada apa?" tanya adam


"Begini pak, para pemegang saham ingin bapak kembali ke kantor dan menangani perusahaan" ujar rio


"Saya akan kembali ke kantor setelah istrinya sehat" ucap adam


Dinda yg mendengarnya kaget, karena dia pikir selama ini suaminya sering ke kantor. Namun ternyata suaminya tidak pernah datang.


"Mas?" panggil dinda


"Kenapa hem?" tanya adam


"Mas beneran....


~tbc~

__ADS_1


__ADS_2