
"Kalau asisten gampang, dia seumuran daddy dan memang saatnya pensiun" Jawab daddy
"Begitu rupanya dad" Kata Dinda
"Apa ada lagi yg mau kamu tanyakan? Tanya pak bram
"Tidak ada dad" Kata Dinda
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah itu daddy bram mengajarkan Dinda bagaimana caranya mengurus perusahaannya. Dan cara menangani klien, juga menangi sebuah proyek. Daddy bram mengajarkan bisnis yg selama ini di tekuninya yg bergerak di bidang properti. Daddy bram memiliki beberapa hotel, apartemen, dan villa untuk bisnisnya.
Setelah menyuruh Dinda untuk mempelajari beberapa laporan, daddy bram menghubungi asistennya untuk mencarikan asistena untuk putrinya. Daddy bram memerintahkan membuka loker untuk perempuan. Tapi sang asisten merekomendasikan anak perempuan yg baru lulus dari Manajemen Bisnis yg ada di Singapura.
Daddy bram pun menyetujui nya, karena asistennya juga mengatakan akan resign dan menyuruh anaknya untuk menggantikannya. Daddy bram menyuruh untuk langsung datang ke kantor besok dan segera mengajarkan tugasnya sebagai asisten.
Setelah Dinda mempelajari beberapa laporan termasuk laporan keuangan 3 bulan terbaru, Dinda bertanya kepada daddynya.
"Dad mengapa laporan keuangan ini aneh sekali" Kata Dinda. Daddy bram yg mendengar pun mendekat dan meneliti laporan keuangan itu.
"Ternyata ada yg berani bermain main dengan ku rupanya" Kata daddy bram sambil tersenyum smirk. Dan itu di lihat Dinda, dia tau arti senyuman itu. Bahkan dia juga sering seperti itu ketika ada yg mau bermain dengannya.
"Dad jadi ini gimana, kalau tidak langsung di tindak akan merugikan perusahaan dad. Apa lagi laporan keuangan dari hotel yg ada di Bandung juga aneh dad" Jelas Dinda
__ADS_1
"Itu biar urusan daddy, kamu lanjut baca laporan yg lain saja" Kata daddy bram
"Baik dad" Jawab Dinda. Dia hanya pasrah saja karena daddynya sudah berkata seperti itu.
Setelah mendengar jawaban putrinya, daddy bram langsung menghubungi asistennya entah apa yg mereka bicarakan. Selanjutnya daddy bram menyuruh orang kepercayaan nya untuk memberantas yg berani melakukan penggelapan dana di perusahaannya.
Setelah mengurus orang yg melakukan penggelapan dana, daddy bram berniat untuk menghubungi istrinya. Tapi ketika dia melihat jam menunjukkan sudah waktunya makan siang, sang daddy mengajak Dinda untuk makan siang. Dinda pun menurut saja, karena dia juga sudah lapar.
Mereka pun keluar dari ruangan dan langsung menuju kantin kantor, karena Dinda tidak suka makan di luar kantor, daddy bram pun hanya menurut. Setelah sampai kantin mereka duduk di kursi tempat atasan berada, mereka langsung memesan makanan.
"Permisi pak, bu mau pesan apa?" Tanya pelayan kantin.
"Saya ayam penyet sambalnya banyak ya bu, terus minumnya air jerut hangat bu" Kata Dinda
Sambil menunggu pesanan, daddy bram memperhatikan sekeliling kantin apa yg perlu di perbaiki. Ketika sudah melihat keliling kantin, daddy bram mengirim pesan seseorang untuk memperbaiki yg perlu di perbaiki di kantin itu. Tak berapa lama pesanan pun datang.
"Permisi ini pesanannya pak, bu" Kata pelayan sopan.
"Terimakasih bu" Jawab Dinda
"Hm" Seperti biasa ketika daddy bram sudah fokus ke gawai canggihnya.
Kemudian mereka pun makan, karena mereka sudah lapar. Dan Dinda juga sudah tidak sabar pulang, karena memang mereka hanya sampai jam makan siang saja. Mereka akan kembali ke rumah, karena Dinda mau membantu mommy nesya dan yg lain menyiapkan makanan untuk acara nanti malam.
__ADS_1
Setelah makan selesai, daddy bram mengajak Dinda untuk kembali ke ruangan dulu. Karena daddy bram harus mengambil file laporan keuangan itu. Setelah itu mereka kembali turun, dan memberitahukan kepada sekertarisnya untuk mengatur jadwal kembali esok hari. Saat sudah sampai di bawah mereka langsung memasuki mobilnya. Mobil pun melesat meninggalkan perusahaan, Dinda menyuruh sang supir untuk singgah ke minimarket karena Dinda ingin membeli beberapa bahan membuat bolu.
Setelah sampai di minimarket Dinda langsung masuk kedalam dan membeli beberapa bahan yg kurang untuk membuat brownies dan cemilan lainnya. Setelah itu Dinda langsung ke kasir dan membayar, namun saat mau sampai kasir Dinda menabrak punggung laki laki.
"Astaghfirullah, sakit banget. Mas kalau mau berhenti itu jangan sembarangan, apa lagi berhenti di barisan kasir" Kata Dinda
"He yg salah juga kamu jalan tidak memakai mata" Sarkas pria itu.
"Saya sudah memakai mata saya dengan baik, masnya saja yg berhenti di sembarang tempat, tidak lihat ini barisan untuk membayar" Kata Dinda. Pria itu pun melirik ke kanan dan kiri, karena dia malu akhirnya dia langsung pergi begitu saja tanpa berniat meminta maaf.
Dinda pun hanya sebal dengan orang seperti itu, dia sangat tidak menyukai pria yg bersikap arogan seperti itu. Setelah itu Dinda langsung antri untuk membayar. Selepas membayar Dinda langsung kembali ke mobil, dan langsung masuk ke mobil. Daddy pun hanya melirik saja karena sedang meneliti kembali laporan keuangan dari cabang hotel yg lain. Dinda yg mengerti hanya diam saja, dan menyuruh supir untuk jalan. Mobil pun meninggalkan minimarket itu dan kembali ke rumah.
Saat sampai di rumah, Dinda langsung ke dapur meletakkan bahan bahan itu di meja karena Dinda harus bersih bersih dulu sebelum membuat brownies. Dinda tak lupa menyuruh pelayan untuk menatanya di luar, karena Dinda mau membuat brownies dan cupcake. Setelah bersih bersih, Dinda memilih shalat dzuhur karena memang sudah waktunya untuk shalat.
Setelah shalat, Dinda langsung bergegas ke dapur untuk membuat brownies. Ketika mau menuruni tangga, Dinda di panggil oleh mommy nesya.
"Dinda tunggu nak" Panggil mommy nesya
"Iya mom, Ada apa mom?" Jawab dan tanya Dinda
>tbc<
Sekian terima kasih☺️. Vote, like, share, dan tambahkan ke favorit kalian🤗
__ADS_1