
"Iya sudah, kami tunggu kabar dari rumah ya nak" Ucap bunda
"Iya bun" Jawab adam
Adam pun langsung bergegas keluar rumah, dan naik ke mobil. Karena sebelumnya mobil sudah di panasi oleh pak ujang. Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Begitu sampai rumah sakit, sahabat adam yg bernama arbian sudah menunggu di loby rumah sakit. Ya arbian sudah kembali dari jerman, dia sudah menyelesaikan pendidikan kedokterannya di jerman.
"Kenapa dam, ini siapa?" Tanya arbian
"Ini istri gue, cepat carikan dokter perempuan. Gue gak mau dokter laki-laki yg nyentuh istri gue" Ucap adam
Arbian pun paham, sebenarnya dia ingin bertanya tentang adam kenapa bisa menikah dengan perempuan itu. Namun di urungkannya, dan mencarikan dokter wanita. Setelah itu dokter itu pun memeriksa keadaan dinda.
Dokter pun keluar dari ruangan IGD, adam langsung saja bertanya ke dokter itu.
"Gimana dok keadaan istri saya?" Tanya adam
"Bapak tenang saja, keadaan istri bapak baik baik saja. Sekarang di pindahkan ke ruangan rawat. Nanti ada dokter ahlinya yg akan memeriksa istri bapak dan menjelaskan tentang kondisi bapak" Jelas dokter itu
"Baik dok" Ucap adam
"Sudah bro, sekarang kita ke ruang rawat istri lu aja" Ajak arbian
Mereka pun berjalan ke ruangan rawat VIP tpat dinda di rawat. Setelah sampai ternyata di sana sudah ada dokter obgyn, arbian paham tentang kondisi istri adam. Arbian pun memilih permisi kembali ke ruangannya.
"Bro gue pamit ya, mau lanjut nangani pasien gue di ruangannya. Uda ada ahlinya untuk istri lo" Ujar arbian
"Iya, thanks ya bi" Ucap adam
Arbian pun menjawab dengan anggukan, kemudian keluar meninggalkan ruangan itu.
"Jadi gimana dok keadaan istri saya dok? Istri saya sakit apa dok kenapa bisa sampai pingsan dok?" Tanya adam
"Istri bapak gak kenapa kenapa-kenapa, hanya kelelahan saja pak Istri bapak..." Dokter mau lanjut menjelaskan, tapi dinda bangun
"Eunggghh" Suara dinda bangun
"Mas aku dimana?" Tanya dinda dengan suara lemas
"Kamu di rumah sakit sayang, tadi kamu pingsan di tempat tidur" Jawab adam
__ADS_1
"Kok aku bisa di sini mas? Aku sakit apa mas?" Tanya dinda
"Ibu tidak sakit kok, ibu baik baik saja. Ibu hanya kelelahan karena kondisi ibu sedang hamil" Jawab dokter obgyn itu
Adam dan dinda yg mendengarnya pun kaget, karena memang adam dan dinda menginginkan cepat di beri momongan.
"Apa dok? Istri saya hamil dok?" Tanya adam tidak percaya
"Iya pak, istri bapak hamil" Jawab dokter
"Maaf sebelumnya buk, boleh kita usg untuk melihat kesehatan janin dan usia janin buk" Ucap dokter
"Boleh dok" jawab adam antusias
"Maaf ya buk, saya naikan ya buk baju atasannya untuk meletakkan gel ini ke perut ibuk" Ujar dokter obgyn itu
"Iya dok" Jawab dinda
Sebelumnya alat untuk usg pun sudah di bawah ke dalam ruang rawat dinda. Jadi tidak perlu harus membawa dinda ke ruang kerja dokter obgyn itu.
Dokter itu pun mulai mengoleskan gel ke perut dinda, kemudian mengarahkan alat usg ke perut dinda.
"Kok dua dok?" Tanya adam karena tidak mengerti
"Iya pak, istri bapak hamil anak kembar. Usia kandungan istri bapak 5 minggu, dan ini maish trimester pertama. Jadi kandungan istri bapak masih rentan. Saya sarankan jangan biarkan si ibu capek, dan stres ya pak. Karena itu bisa menyebabkan pendarahan dan keguguran pak" Jelas dokter itu
Adam yg mendengar pun terharu, langsung saja menciumi wajah dinda.
"Makasih sayang, kau memberikan ku kebahagian. Makasih sayang, aku akan menjadi ayah untuk dua anak ku" Ucap adam
Dinda pun yg melihat adam seperti itu hanya bisa menganggukkan kepala, dia juga terharu. Matanya berkaca-kaca karena hamil anak kembar.
"Kenapa sayang kok nangis" Tanya adam
"Gak apa apa mas, aku menangis karena bahagia mas. Allah memberikan kepercayaan ke kita untuk menjaga dua malaikat kecil kita" Ujar dinda
Adam pun senang, karena dinda memberikan kebahagian untuknya.
"Dok foto usgnya jangan lupa print ya dok. Saya ingin memberikan ke keluarga saya dok" Ucap adam
"Iya pak, kami mengerti. Kami akan print kan gambar usgnya" Jawab dokter itu
__ADS_1
"Dok boleh saya tanya lagi dok?" Kata adam
"Bapak mau nanyak apa?" Ucap dokter itu
"Gini dok, emm boleh tidak saya menjenguk anak saya saat istri saya mengandung seperti ini?" Tanya adam
Dokter pun tersenyum karena dokter itu paham. Dokter pun menjelaskan ke adam.
"Boleh pak, tapi saya sarankan untuk pelan ya pak. Dan harus posisi aman untuk sang calon ibu juga calon anaknya pak. Agar mereka tidak merasa sakit pak" Jelas dokter
Adam pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti penjelasan dokter itu.
"Apa ada lagi yg mau di tanyakan pak?" Tanya dokter itu
"Terus dok istri saya selalu mual dan muntah setiap pagi dok. Apakah ada obat untuk mengurangi mualnya dok?" Tanya adam
"Ada pak, saya akan meresepkan obat pereda mualnya. Dan vitamin serta obat penguat janin ya pak" Jawab dokter
"Baik dok" Ucap adam
Kemudian dikter menuliskan resep untuk adam tebus di apotik.
"Ini pak resepnya bisa bapak tebus di apotik ya pak" Jelas dokter
"Apa ada yg ingin bapak tanyakan lagi?" Tanya dokter lagi
"Tidak dok, terimakasih ya dok" Ucap adam
"Sama sama pak" Jawab dokter
Suster datang dan memberikan gambar usg bayi mereka.
"Ini pak gambarnya yg sudah di print, Ibuk boleh pulang setelah air infus ini habis ya buk!" Ucap sang dokter
"Baik dok" Jawab dinda
"Kami permisi ya pak buk" Pamit dokter itu
Setelah dokter keluar, adam langsung memeluk dinda. Menciumi wajah dinda, semua tak luput dari adam. Adam begitu senang, karena dia akan menjadi calon ayah.
>tbc<
Jangan lupa tinggalkan like, vote, dan tambahkan ke favorit kalian🤗🤗
__ADS_1