Menjadi Istri Pengganti

Menjadi Istri Pengganti
Episode 52


__ADS_3

Adam menarikkan kursi untuk dinda, dan itu tidak lepas dari pandangan mata alex dan asistennya.


"Emm maaf ni pak adam, kalau boleh tau siapa gerangan wanita cantik yg di samping bapak?" Tanya alex


Adam yg mendengar alex memuji istrinya pun marah, namun di tahannya karena tidak ingin rapat kerja sama ini gagal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Oh ini perkenalkan ini istri saya" Ucap Adam memperkenalkan dinda sebagai istrinya


"Oh iya pak? Maaf saya tidak tau kalau wanita itu istri pak adam" Ucap pak alex tidak enak


"Oh tidak apa-apa pak alex" Jawab adam


"Selamat ya pak adam atas pernikahannya. Sudah berapa lama pak pernikahannya?" Ucapan selamat alex sampaikan ke adam


"Alhamdulillah sudah berjalan lima bulan pak" Jawab adam


"Langgeng terus ya pak adam. Jangan sampai sia-siakan istri bapak ini" Ucap alex


"Iya pak alex" Balas adam


"Oiya uda sekarang kita bahas rencana kerjasama kita" Kata pak alex


"Silahkan pak" Jawab adam


Akhirnya mereka membicarakan kerjasama proyek mereka. Sedangkan dinda memilih memesan cemilan dan es krim. Karena dia sedang ingin memakan es krim, dan adam mengizinkannya.


Selesai mereka membahas kerja sama, mereka memesan makanan mereka. Dinda memilih makanan yg di inginkannya, hingga membuat mereka heran. Tadi dinda sudah memakan beberapa cemilan, dan es krim. Sekarang melihat dinda memesan makanan yg berat.


"Sayang apa kamu sanggup menghabiskannya? Tadi kamu sudah makan cemilan dan es krim sayang" Ucap adam


"Kan yg makan bukan aku saja, mereka berdua juga makan" Jawab dinda dengan wajah cemberut sambil mengelus perutnya

__ADS_1


Adam pun paham yg di maksud dinda, dan membiarkan dinda memesan makanan lagi. Namun lain halnya dengan ketiga orang itu, mereka tidak paham. Adam yg melihat wajah bertanya mereka pun menjelaskannya.


"Dinda lagi hamil anak kembar, jadi dia sering banyak makan sekarang" Ucap adam


Mereka pun menganggukkan kepalanya saja tanda mengerti. Setelah pesanan mereka datang, mereka langsung memakan makanan mereka.


Dinda makan dengan lahap, bahkan makanan dia sudah habis lebih dahulu. Adam yg melihatnya pun tersenyum, karena istrinya sejak hamil kuat makan. Jadi sia senang karena istrinya akan terlihat lebih imut jika badannya berisi.


Selesai makan mereka semua berpamitan, alex pamit kembali ke perusahaannya. Adam pamit pulang ke rumah untuk menjalankan aksi mereka. Rio pamit pulang ke kantor untuk menyelesaikan urusan kantor adam.


Adam dan dinda pulang dengan mobil yg berbeda, dinda pulang dengan di supiri pak mamad (suami bi rum artinya sudah tau tentang rencana adam dan dinda). Dan adam pulang dengan di supiri pak ujang, sedangkan rio kembali ke kantor menggunakan taksi.


Dinda lebih dulu sampai di rumah dan masuk ke dalam rumah. Dinda melihat keluarga adam ada di ruang keluarga. Dinda pun memilih menyamperin mereka.


"Assalamualaikum ayah, bunda, om tante, omah opah" Salam dinda


"Waalaikumsalam" Jawab mereka serentak


Nindy itu sudara kembar nadia, dia orang yg paling malas berbicara lebih banyak diam. Hanya dengan dinda nindy jadi cerewet, sejak kedatangan dinda nindy merasa bahwa dinda bisa di jadikan teman curhat dan berbagi.


"Nindy, ada di kamarnya. Kalau jenny masih di kampus, nadia biasa dia ke mall" Jawab tante


Dinda pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Mereka pun mengobrol, dan tidak berapa lama adam sampai ke rumah.


"Assalamualaikum semua" Salam adam karena melihat keluarganya di ruang keluarga


"Waalaikumsalam" Jawab mereka


"Baru pulang nak?" Tanyak bunda


"Iya bun" Jawab adam


"Dinda naik ke atas dulu ya semua" Pamit dinda

__ADS_1


Mereka paham, bahwa adam dan dinda hubungannya masih renggang. Mereka melihat dari dinda yg sering menghindari adam di rumah.


"Masih belum baikan dam?" Tanya tante


Adam pun menganggukkan kepala dengan lemah. Mereka pun paham, karena mereka sudah berusaha membantu menyatukan dinda dan adam. Namun justru mereka belum berbaikan sampai sekarang.


"Adam naik ke atas ya, mau istirahat" Ucap adam


Mereka hanya menganggukkan kepala saja, adam pun menaiki tangga dan menuju kamarnya. Sampai di kamar adam mendengar suara gemericik air dalam toilet. Adam pun langsung bergegas ke kamar mandi, dan membuka pintu yg tidak di munci.


Adam masuk ikut mandi bersama dinda, mandi mereka bukan hanya mandi. Tapi di barengi pertempuran sengit di kamar mandi dengan suara panas mereka.


Hingga satu jam mereka di dalam sana, mereka selesai juga. Dan mereka bersiap untuk shalat ashar, karena sudah masuk jam shalat ashar. Mereka shalat ashar bareng, dan mengaji bersama. Itu menjadi rutinitas baru mereka sehabis shalat selama masa kehamilan dinda.


Mereka ingin mengenalkan suara ayat-ayat suci Al-Quran sejak anak mereka masih di dalam kandungan. Selesai mengaji mereka merebahkan badan mereka di tempat tidur. Adam mengelus perut dinda yg masih rata dan mengajak anaknya berbicara.


"Anak daddy sehat-sehat ya kalian di dalam sana. Jangan buat mommy kalian susah ya nak" Ucap adam


"Iya daddy" Jawab Dinda menirukan suara anak kecil


Mereka tersenyum, karena mereka senang dengan anugerah yg di berikan Allah. Mereka senang bahwa Allah SWT mempercayai mereka dengan menitipkan dua calon anak mereka di perut dinda.


"Sayang makasih ya buat semuanya. Mas senang banget dengan pernikahan ini. Maafin mas ya sayang di awal pernikahan kita tidak sehangat sekarang" Ucap adam sendu


"Iya mas tidak apa-apa kok. Yg lalu biar lah berlalu mas. Kita jalani kehidupan kita yg sekarang" Ucap dinda


Adam pun menganggukkan kepalanya, dia memeluk dinda dengan posesif. Tak henti menghujani ciuman ke wajah dinda.


>tbc<


Hayooo nungguin author up ya🤣🤣 Nanti lagi ya author lanjut, author masih ada kerjaan. Ini segini dulua☺️


Jangan lupa like, komen, vote, dan tambahkan ke favorit kalian🤗

__ADS_1


__ADS_2