Menjadi Istri Pengganti

Menjadi Istri Pengganti
Episode 48


__ADS_3

Dinda pun yg di perlakukan seperti itu merasa geli dan senang. Karena suaminya mengerti kondisi dan mood dirinya ketika hamil.


"Duhh uda mas geli hahaha hahaha" Ucap dinda karena geli


"Iya uda ni, ya uda yuk kita tidur. Gak baik lo orang hamil begadang" Ucap adam


"Iya mas, tapi peluk ya" pinta dinda dengan wajah memelasnya


"Uhhh gemesnya istrinya. Iya mas peluk kok. Tanpa sayang minta mas akan meluk" jawab adam


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kemudian mereka tertidur dengan berpelukan hingga subuh. Mereka terbangun mendengar suara adzan subuh dari hp adam. Sekarang adam menyetel suara adzan dari salah satu aplikasi. Mereka pun bergegas mengambil wudhu, dan shalat berjamaah.


Selesai dinda langsung merebahkan badannya ke kasur karena merasa masih mengantuk. Sedangkan adam memilih mandi, dan bersiap untuk ke kantor. Adam menyiapkan keperluannya sendiri, karena tidak tega membangunkan istrinya.


Adam melihat istrinya masih terlelap dalam tidurnya, sehingga adam memilih tak berpamitan ke istrinya. Karena adam ada rapat penting yg harus di hadirinya di kantor.


"Mas pergi ya sayang, maafin mas kalau sayang terbangun nanti mas tidak di sampingmu" Bisik adam di telinga dinda dan mencium pipi dinda serta mengecup bibir istrinya


S


Setelah melakukan itu adam turun ke bawah, menuruni tangga. Begitu sampai ruang makan yg lain heran karena melihat dinda tidak ikut turun bersama adam.


"Mana dinda nak?" Tanya ayah


"Dinda masih istirahat ayah, tadi malam badannya kembali panas. Adam tidak tega membangunkannya yah" Jawab adam


"Ya sudah, kamu cepat makan sarapan mu" Ucap bunda


"Iya bun" Jawab adam


Mereka pun sarapan tanpa kehadiran dinda, namun ada seseorang yg bahagia karena tidak melihat dinda di meja makan.


"Teruslah sakit, kalau perlu mati sekalian agar aku tidak perlu menyewa orang untuk melenyapkan mu agar berpisah dari suami mu ini" gumam orang itu dalam hati


Selesai sarapan adam memanggil pelayannya bernama bi neni.

__ADS_1


"Bi rum" Panggil adam


"Iya tuan" Jawab bi rum menghampiri adam


"Bi nanti kalau dinda sudah bangun, bibi siapkan makanan dinda ya seperti tadi malam. Ingatkan juga untuk meminum obatnya" Ucap adam ke bi rum


"Baik tuan" Jawab bi rum


"Ayah, bunda, paman, tante, oma, opah, dek kakak pergi dulu ya" Pamit adam sambil mencium tangan dan pipi mereka semua


"Iya, hati hati ya nak" Jawab bunda


"Iya bun" Jawab adam


Kemudian adam berjalan keluar menuju teras rumah, karena asistennya rio sudah menunggu.


"Selamat pagi tuan" Sapa rio sambil membungkukkan badannya


"Pagi rio" Jawab adam


"Kamu sudah tau jadwal saya hari ini rio?" Tanya adam


"Sudah pak, tadi agus sekertaris baru bapak sudah mengirimkannya ke saya" Jawab rio


"Bagus, jadi perempuan j***** itu kamu apakan?" Tanya adam


"Saya sudah memecatnya pak, dan saya juga memerintahkan ke perusahaan lain untuk tidak menerimanya pak" Jawab rio


"Bagus rio, bonus kamu bulan ini naik 5% rio" Ucap adam


Ya adam memecat sekertarisnya yg berani bermain belakang ingin menggelapkan uang perusahaan. Bahkan dengan beraninya menjadi sekertaris dengan jalur hina yaitu tidur dengan manajer HRD perusahaannya. Hingga adam pun memecatnya dan membuatnya untuk tidak bisa bekerja dimana pun.


"Pak kita pagi ini langsung kelapangan pak mengecek proyek pembangun hotel yg ada di bogor pak" Ucap rio


"Baik rio, pak ujang kita ke bogor ke tempat pembangun hotel ya pak" Ucap adam ke rio dan ke pak ujang


"Baik tuan" Jawab pak ujang

__ADS_1


Mobil pun bergerak menuju jalan tol, menghindari kemacetan jika melewati jalan lintas biasa. Tak teras satu jam lebih mereka akhirnya tiba di proyek pembangunan hotel miliknya. Di sana sudah ada salah satu investor yg menjalin kerjasama dengannya.


"Selamat pagi pak adam" Sapa pak bagus ke adam


"Pagi pak bagus" jawab adam


"Perkenalkan pak ini anak saya bernama tasya pak" ucap pak bagus mengenalkan tasya


"Tasya" Ucap tasya dengan suara menggodanya


"Hem adam" jawab adam


Adam sudah mengerti niat pak bagus investornya itu membawa anak gadisnya itu. Adam pun hanya memasang wajah datar dan dingin saja ke tasya.


"Boleh tasya memanggil pak adam dengan kakak?" Tanya tasya malu-malu


"Tidak" Jawab adam dingin


"Pada hal tasya ingin memiliki seorang kakak" Jawab tasya dengan sendu


Adam yg melihat hanya diam saja dan tidak meresponnya. Karena baginya tasya bukan orang penting.


Pak bagus yg melihat bahwa adam tidak tertarik dengan putrinya dan membuat keheningan akhirnya berdehem.


"Ah pak adam ini, tasya hanya ingin memanggil pak adam kakak saja. Dia teringat dengan kakak sepupunya yg ada di paris" Terang pak bagus


"Saya tidak suka ada orang asing yg memangil saya dengan sebutan yg sok akrab" Ucap adam dengan dingin dan menatap pak bagus tajam


"Ahh... baiklah kalau gitu pak adam" Ucap pak bagus takut


"Huh liat saja kau, akan ku buat kau bertekuk lutut di hadapan ku" Ujar tasya dalam hatinya


Tasya sungguh tidak terima, karena baru kali ini ada seorang laki-laki yg mengacuhkannya. Selama ini pria selalu bertekuk lutut di hadapannya. Dia pun jadi bertekad untuk membuat adam bertekuk lutut di hadapannya.


"Tunggu saja kau, aku akan mendapatkan mu dan memiliki mu" Ujar tasya lagi dalam hati karena geram dengan adam yg mengabaikannya bahkan menganggapnya tidak ada di sana


>tbc<

__ADS_1


__ADS_2