Menjadi Istri Pengganti

Menjadi Istri Pengganti
Episode 28


__ADS_3

Keluarga wijaya dan keluarga pak surya pun tertawa bersama. Mereka besok akan mengantarkan keluarga papa surya ke bandara. Tak terasa mereka sudah mengobrol terlalu malam, mereka pun masuk ke kamarnya masing masing.


"Ayah, menuruh ayah dinda bahagia sama pernikahnnya ini" Tanya tia ke suaminya


"Doakan saja dinda bahagia bun. Kita sebagai abang dan kakaknya hanya bisa mendoakan saja rumah tangga mereka" Kata bayu ke tia*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di kamar adam dan dinda


Dinda dan adam shalat isya terlebih dahulu sebelum tidur. Selesai shalat isya mereka tidur, mereka tidur saling memunggungi satu sama lain. Dinda sendiri yg memang belum melancarkan aksinya untuk merebut hati suaminya, memilih tidur membelakangi adam. Adam sendiri sebenarnya seperti merasakan sesuatu yg berbeda di hatinya.


Keesokan subuh dinda bangun lebih dahulu, namun bangun pagi ini tidak ada acara peluk memeluk. Karena dinda membuat batas di tempat tidur sebelum mereka tidur. Dinda meletakkan dua guling di atas tempat tidur. Ya dinda mengambil guling itu dari kamar tamu, untuk menjadi pembatas.


Dinda memilih membersihkan diri dulu baru membangunkan adam untuk membersihkan diri dan bersiap shalat subuh. Mereka seperti biasa shalat berjamaah, dan adam juga jadi terbiasa karena dinda. Selesai shalat dinda turun ke bawah untuk membuat sarapan. Sedangkan adam memilih melanjutkan tidurnya, karena dia akan mengantarkan mertuanya ke bandara.


Apa lagi adam memiliki pertemua dengan klien siang nanti, jadi dia ingin tidur lebih lama. Sedangkan dinda sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Dinda membuat sarapan kesukaan adam, yaitu nasi goreng terasi. Dinda mengetahui itu makanan kesukaan adam karena bunda rita yg memberitahu.


Luna yg turun bersama Lina, juga Meli dan Mila melihat dinda memasak di dapur mereka berinisiatif membantu. Mereka menyiapkan piring, dan menyusun piring di meja. Luna dan Lina memilih membantu menggoreng ayam kalasan yg sudah di berikan bumbu oleh dinda. Mereka bekerja sama menyiapkan sarapan pagi ini. Meli dan Mila juga antusias membantu, karena setelah balik mereka akan merindukan masakan kakaknya.


Selesai membuat sarapan, mereka menyusun semua yg sudah di masak ke meja makan. Sehabis itu, mereka kembali ke kamar untuk membersihkan badan mereka. Begitu juga dinda yg selalu membersihkan badannya lagi setelah memasak. Selesai itu dinda membangunkan adam untuk sarapan.


Adam dan dinda turun bersamaan, dan menuju ruang makan. Dinda melihat semua keluarga sudah di mejad makan. Dinda mengambilkan makanan untuk adam. Dia benar benar menjalani kewajibannya sebagai istri. Mereka pun makan dengan khidmat seperti biasa.

__ADS_1


Selesai sarapan mereka semua bersiap untuk mengantar mama delima dan yg lain ke bandara. Setelah itu mereka berangkat ke bandara menggunakan 4 mobil beriringan. Sampai di bandara adam membantu bang raka dan bang bayu mengeliatkan koper milik keluarga mertuanya.


Mereka mengantarkan mama delima dan yg lain masuk ke dalam. Mereka juga menemani dan menunggu sampai mama delima dan yg lain mendapatkan panggilan pesawat mereka yg akan berangkat. Rizky dan keisha menangis di pelukan dinda. Mereka sedih akan jarang bertemu dengan mami mereka.


"Mami ikut pulang ke pekanbaru ya hiks hiks" Kata Keisha senggugukan


"Iya mi, ikut pulang ke Pekanbaru mi hiks hiks" Sambung rizky


"Tidak bisa sayang, mami kan harus ikut papi kalian di sini" Kata dinda menenangkan sambil melirik adam


"Iya keisha rizky, kalau mami ikut yg nemani papi bobo siapa" Ucap adam membantu dinda menenangkan keisha dan rizky


"Tapi kan papi bisa bobo sendiri, papi kan uda besar" Jawab Keisha


Mereka yg mendengar pun hanya bisa geleng kepala. Karena ucapan tia yg menenangkan anaknya benar benar beda.


"Apa benar kalau mami di sini kami dapat adik?" Tanya Rizky polos


"Iya dong sayang, kalau mami dinda tinggal di sini sama papi nanti dapat adik dari mami dinda dan papi adam" Balas bg raka


"Ya udah deh kak keisha sama rizky ikut pulang, tapi mami di sini aja" Jawab keisha


"Nah gitu dong sayang. Baru ini namanya anak bunda yg pintar" Kata tia

__ADS_1


"Tapi beneran janji ya papi mami kasih rizky adik" Kata rizky


Dinda dan adam hanya menganggukkan kepala saja menjawab perkataan rizky. Setelah berhasil menenangkan merek berdua, tidak berapa lama terdengar panggilan pesawat mereka. Mereka pun pergi ke gate pemeriksaan tiket pesawat yg akan di gunakan oleh mama delima dan yg lain.


Masuk ke barisan gate pemeriksaan tiket, dinda melambaikan tangannya ke arah keluarganya. Adam pun merangkul dinda, karena adam tau dinda pasti sedih harus terpisah jauh dengan orang tua asuhnya. Setelah pesawat lepas landas, mereka semua kembali ke mansion wijaya. Kecuali dinda dan adam memilih kembali ke mansion wilson. Karena memang dinda sudah membawa semua barangnya dan meletakan barangnya di bagasi mobil.


Selama di perjalanan adam mencoba bertanya ke dinda karena merasa sangat sepi.


"Setelah menikah apa kau tetap mengurus perusahaan daddy mu?" Tanya bram


"Iya tentu, karena tidak ada yg mau mengurus selain aku" Jawab dinda


"Tapi apa kau juga tetap menjalankan kewajiban mu sebagai istri?" Tanya adam lagi


"Ya aku akan menjalankan kewajiban ku sebagai istri. Tapi bukan kewajiban di atas ranjang" Jelas dinda. Adam yg mendengar pun kesal


Adam berpikir apa dinda memang tidak ingin dia menyentuh tubuhnya. Dinda yg melihat adam pun menjelaskan.


"Aku tidak akan menjalankan kewajiban yg satu itu. Kau bisa meminta ke istri pertama mu bukan!!" Jelas dinda


"Tapi kan kau juga istri ku, dan aku wajib meminta hak ku sebagai suami" Kata adam


"Kau memang suami ku.....

__ADS_1


>tbc<


__ADS_2