
"Baiklah sayang, setelah sampai di Indonesia kita langsung pulang ke mansion kamu harus istirahat. Gak boleh ke kantor daddy bram, biar nanti urusan kantor daddy bram di selesaikan asisten kamu saja" Putus adam
"Tapi mas" Jawab dinda dengan wajah lemasnya
"Tidak ada tapi sayang, kamu sembuh dulu baru mas izinin ngurus kantor lagi" Tegas adam
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dinda pun yg mendengar perkataan adam hanya bisa pasrah saja. Karena jika sudah membuat keputusan, suaminya itu tidak bisa di bantah. Dinda pun memilih tidur selam di pesawat, adam pun ikut menyusul istrinya ke dalam mimpi.
Tujuh jam lebih kemudian akhirnya pesawat landing di bandara. Adam yg sudah bangun lebih dulu, dan sekarang membangunkan dinda karena sudah landing. Pesawat tiba bertepatan waktu shalat ashar, adam dan dinda turun dan langsung menuju mushalah.
Koper mereka titipkan ke kapten dan pramugari dulu, karena mereka ingin shalat lebih dulu. Selesai shalat mereka mengambil koper milik mereka, ternyata ayah marvel dan bunda rita sudah menjemput mereka.
"Sayang anak bunda kok wajahnya pucat gitu, kenapa dam dindanya?" Tanya bunda rita
"Gak apa apa bun, dinda cuma kecapekan bun" Jawab adam
"Ya sudah, nanti sampai mansion kamu istirahat ya sayang" Jawab bunda
"Sudah yuk kita pulang" Ajak ayah
Dinda pun di tuntun bunda rita menuju mobil yg mereka bawa. Ayah membawa satu koper, dan dua koper lagi di bawa oleh supir mereka. Setelah sampai di dalam mobil, mobil langsung jalan dengan kecepatan sedang.
Empat puluh lima menit kemudian, mobil mereka sampai di mansion keluarga wilson. Dinda dan adam langsung masuk ke dalam kamar mereka. Koper di bawakan oleh pelayan rumah mereka, dinda membantu adam berjalan menuju lift.
Mereka naik ke kamar mereka menggunakan lift, karena dinda yg sedang tidak sehat jadi menggunakan lift. Setelah sampai di lantai 3, adam memapah dinda menuju kamar. Di dalam kamar adam langsung membantu dinda merebahkan badannya di kasur.
Dinda pun istirahat di kamar, karena memang kondisi badannya yg lemas dan bawaannya mual. Adam memilih ke ruang keluarga kumpul bersama keluarganya.
"Dinda mana dam?" Tanya paman max
__ADS_1
"Istirahat di kamar paman" Jawab adam
"Emang kenapa kak dinda?" Tanya ayu tante adam
"Gak tau tan, palingan kecapekan" Ucap adam
"Uda di buatin teh hangat untuk kak dinda, kak adam?" Tanya nadia anak paman max dan tante ayu
"Uda di buatin tadi sama bi rum" Jelas adam
"Gimana selama di jepang?" tanya nadia
"Ya gitu la belum ada perubahan. Kami tinggal di apartemen dan tidur di kamar terpisah. Di sana adam ke kantor deh, pada hal niat honeymoon" Jawab adam lesu
Keluarga yg lain mendengarnya pun kaget, oma dan opa juga kaget mendengarnya. Sepertinya hubungan mereka tidak akan baik baik saja saat ini. Tanpa di sadari mereka, ada seseorang yg tersenyum mendengar jawaban adam.
"Yes berarti aku lebih mudah buat misahin mereka. Dan ini saatnya aku menjalankan rencana ku" Gumam orang itu dalam hati
"Iya bun, adam juga ngerti kok. Makasih ya bun" Kata adam
"Iya nak, kamu harus sabar. Ayah yakin kok dinda punya alasannya sendiri" Kata ayah adam menyemangati adam
"Iya adam, kamu harus sabar dan lebih banyak mendekatinya. Karena dinda pasti memang punya alasan sendiri dia berubah" Tambah tante ayu
"Iya ayah, tan. Makasih ya, adam akan berusaha lagi dekatin dinda" Jawab adam sambil tersenyum
"Maaf ya adam belum bisa kasih tau tentang alasan dinda berubah. Semua ini demi membuka kedok orang itu, agar orang itu ketahuan kebusukannya" Gumam adam dalam hati
"Iya kak adam sabar ya, pasti kak dinda punya alasannya" Ucap nadia menyemangati adam
"Iya kak, kakak harus semangat. Ayo kakak pasti bisa dapatin hati kak dinda" Ucap jenny menyemangati adam juga
__ADS_1
"Iya dek makasih ya. Doain kakak ya agar bisa mendapatkan hati dinda" Ucap adam
"Iya kak" Jawab nadi dan jenny bersamaan
"Tidak akan ku biarkan kau mendapatkan hati dinda. Akan ku buat rumah tangga kalian, karena kalian harus merasakan apa yg di rasakan sahabat ku. Karena mu adam aku kehilangan sahabat yg sudah seperti saudara untuk ku" Gumam orang itu dalam hati
"Adam naik ke atas dulu ya, mau ngecek keadaan dinda" Kata adam
Mereka lun menganggukkan kepala mereka tanda setuju. Adam pun langsung naik ke lantai tiga menggunakan lift. Setelah sampai adam langsung masuk ke dalam kamar. Adam melihat dinda yg masih tidur, adam pun heran dan mengecek dinda.
Setelah di cek ternyata dinda pingsan, adam langsung menggendong dinda ala bridal style. Adam turun menggunakan lift, dan begitu sampai di lantai bawah. Keluarga mereka kaget melihat dinda yg di gendong adam.
"Dinda kenapa nak?" Tanya bunda khawatir
"Gak tau bun, dinda pingsan. Adam bawa dinda ke rumah sakit ya" Jawab adam
"Ayah sama bunda ikut ya" Ucap ayah
"Tidak usa bun, ayah. Kalian di rumah saja, nanti adam kabari kondisi dinda" Jelas adam
"Syukurin tuh sakit, kalau bisa sakit mematikan ya. Biar gak capek capek aku nyikirinnya" Gumam orang itu dalam hati
"Iya sudah, kami tunggu kabar dari rumah ya nak" Ucap bunda
"Iya bun" Jawab adam
Adam pun langsung bergegas keluar rumah, dan naik ke mobil. Karena sebelumnya mobil sudah di panasi oleh pak ujang. Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
>tbc<
Jangan lupa like, vote, dan tambahkan ke favorit kalian🤗
__ADS_1