Menjadi Istri Pengganti

Menjadi Istri Pengganti
Episode 50


__ADS_3

Pak mamad yg mendengar penuturan nona mudanya pun hanya geleng kepala. Karena permintaan nonanya itu sangat aneh seperti orang mengidam saja.


"Hah? Tidak salah itu sayang?" Tanya adam


"Tidak mas, pokoknya aku mau itu. Aku sudah sampai loby mas. Aku turun dulu" Ucap dinda sambil mematikan panggilannya


"Huh dasar, untung cinta. Kalau tidak uda aku buang ke laut. Kebiasaan main matikan saja" Kesal adam


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Siapa yg mau di buang ke laut mas?" Tanya dinda di belakang adam


Ya adam masih di lobi karena menghubungi istrinya. Dan dia mendengar istrinya sudah dekat jadi dia menunggu istrinya di lobi.


"Ahh tidak sayang, bukan siapa siapa kok" Jawab ada gelagapan


"Oh ya sudah, ayok kita ke ruangan mas. Aku sudah tidak sabar memakan semua pesanan ku" Ucap dinda dengan binar bahagia membayangkan semua pesanannya


"Ayok sayang" Jawab adam sambil menggandeng lengan istrinya


Karyawan kantor pun yg melihat itu sangat iri ke dinda. Karena adam memperlakukan dinda dengan sangat romantis.


Di dalam lif adam tidak henti-hentinya menciumi pipi dinda. Hingga seorang jomblo yg ada di belakang mereka sangat geram.


"Ya ampun tidak bisa ya mereka mesra-mesraannya nanti aja di ruangan. Tidak tau apa di sini ada yg jomblo" Gerutu rio dalam hati


Ting kift pun sampai di lantai ruangannya.


Adam pun langsung menghentikan aksinya menciumi pipi dinda. Langsung adam menggandeng tangan dinda keluar lift.


"Selamat siang pak, makanan yg di pesan pak rio sudah di dalam pak" Ujar agus sekertaris baru adam


Dinda yg melihat dengan heran, karena sekertaris adam sekarang laki-laki. Dia bertanya kemana sekertaris perempuan yg dua bulan lalu juga mencemoohnya.

__ADS_1


"Hemm" Jawab adam


"Terimakasih ya" Jawab dinda


"Sama-sama nona, tuan" Jawab agus


Adam dan dinda pun masuk ke dalam ruang kerja milik adam. Dinda melihat bahwa makanan yg di inginkannya sudah ada di meja. Dinda langsung melepaskan tangannya yg di genggam adam. Langsung saja dinda berjalan menuju sofa, dan memakan batagor, tahu ulek kecap, lontong sate meda.


Adam yg melihat dinda pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Merasa bahwa tingkah dinda saat ini sangat gemas. Bahkan dinda makan dengan sangat lahap, apa lagi dia meminum jus aneh yg menurutnya itu.


Adam menghampiri dinda, dan membersihkan makanan yg terkena pipinya.


"Pelan-pelan sayang, tidak akan ada yg merebut makanan mu" Ucap adam


"Iya mas, mas tidak mau makan? Ini sudah jam makan siang" Ucap dinda


"Iya ini mas makan" Ucap Adam dan mengambil pesanan yg di pesannya, karena dia sedang ingin makan itu.


Adam memesan ayam geprek keju leleh, entah kenapa dia ingin makan itu tadi. Jadi dia memesannya ketika masih di jalan menuju kantornya.


"Apakah enak itu mas?" Tanya dinda yg terlihat ingin mencicipinya


"Enak sayang, ini coba lah" Ucap adam sambil menyuapkan ke dinda


"Emm, tidak. Aku tidak suka, kejunya tidak enak" Ucap dinda


Adam pun heran, karena istrinya sangat menyukai keju. Namun sekarang istrinya tidak menyukai keju, berbeda dengannya yg biasanya tidak suka keju tapi sekarang dia memakannya. Akhirnya mereka makan di ruangan, sesekali adam mengambil makanan dinda dan mencicipinya.


Selesai makan mereka berdua menuju lantai paling atas yaitu lantai 33. Mereka menuju menggunakan lift khusus yg ada di samping ruangannya. Mereka ke sana untuk menunaikan ibadah shalat dzuhur.


Selesai shalat adam langsung menuju ruang meeting. Sedangkan dinda memilih istirahat di kamar itu. Adam pun membiarkan istrinya tidur di ruangan itu.


Setelah sampai di ruangan meeting yg ada di lantai dua puluh, adam langsung di sambut oleh rio dan agus.

__ADS_1


"Selamat siang tuan" salam rio


"Selama siang tuan" Salam agus


"Hem"


"Apa sudah di persiapkan semuanya?" Tanya adam


"Sudah tuan" Jawab rio


"Baiklah" jawab adam


Mereka pun menuju ruang meeting untuk rapat bulanan. Sampai di sana para manajer dan kepala bagian sudah ada di sana bersama sekertaris mereka.


Mereka melihat adam memasuki ruangan itu langsung membungkuk badannya. Adam pun hanya berdehem saja, dan menyuruh rio untuk membuka rapat.


Rio pun membuka rapat itu, dan mereka memberikan laporan bulan ini. Selesai rapat adam meminta mereka merapikan laporan. Karena ada laporan yg terlihat tidak rapi, dan di minta hari ini harus selesai.


Para karyawan dan manajer yg ada di ruangan pun heran. Karena kali ini adam tidak marah karena ada laporan yg tidak sesuai yg di inginkannya tapi tidak marah. Karena bisanya adam akan marah ke mereka dan membentak mereka.


Namun mereka tidak berani bertanya, dan memilih keluar ruangan. Karena mereka bersyukur, bahwa adam tidak marah ke mereka. Selesai rapat adam pergi ke lantai 33 ke ruangan pribadinya yg sudah seperti apartemen.


Sebelumnya adam ke lantai 30 lebih dulu, karena lift yg terhubung ke 3 lantai teratas harus menggunakan lift khusus. Setelah sampai adam membangunkan dinda, karena berniat mengajak dinda mengikutinya rapat di luar kantor.


"Sayang bangun" Ucap adam sambil menoel pipi dinda yg semakin terlihat berisi


"Eunggghh" Dinda pun terbangun


"Yuk cuci muka lebih dulu, mas mau mengajak sayang ikut rapat" Ucap adam


"Iya mas" Jawab dinda sambil berjalan menuju toilet yg ada di kamar itu


>tbc<

__ADS_1


Maaf ya author baru up, besok author up lagi 5 episode ya🤗 Jika sudah seminggu author balik upnya tiga episode perhari☺️


Jangan lupa terus berikan dukungan ke author dengan cara like, vote, coment dan tambahkan ke favorit kalian🤗🤗


__ADS_2