
"Ini pak gambarnya yg sudah di print, Ibuk boleh pulang setelah air infus ini habis ya buk!" Ucap sang dokter
"Baik dok" Jawab dinda
"Kami permisi ya pak buk" Pamit dokter itu
Setelah dokter keluar, adam langsung memeluk dinda. Menciumi wajah dinda, semua tak luput dari adam. Adam begitu senang, karena dia akan menjadi calon ayah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mas terus rencana kita gimana? Kan gak mungkin kita pulang pulang memberikan kabar bahwa aku hamil" Tanya dinda
"Iya juga ya sayang. Gimana kalau kita tinggal di rumah daddy dan mommy saja selama kehamilan mu. Dengan alasan bahwa kamu ingin tinggal di sana dan masih jaga jarak sama mu" Saran adam
"Boleh mas, terus alasan mas tinggal di rumah daddy dan mommy apa?" Tanya dinda
"Gampang sayang, itu urusan mas" Jawab adam sambil mencium pucuk kepalanya
Dinda pun hanya menganggukkan kepalanya saja, dan adam naik ke ranjang dinda memeluk dinda. Dinda pun yg di peluk merasakan hangat dan nyaman membuatnya tertidur. Adam yg melihat dinda tidur pun ikut menyusul dinda ke alam mimpi.
Adzan maghrib pun berkumandang, dinda terbangun karena ingin shalat. Dinda pun membangunkan adam.
"Mas bangun mas, uda adzan maghrib mas. Aku mau wudhu mas" Ujar dinda sambil menggoyangkan lengan adam yg memeluknya.
"Hemm bentar lagi sayang" Jawab adam
"Bangun mas, uda maghrib gak baik tidur saat maghrib" Ucap dinda
Adam pun akhirnya bangun, dan memanggil perawat untuk melepaskan infusnya. Karena air di infus sudah habis, dan agar memudahkannya untuk mengambil wudhu. Setelah infus di lepas dinda di tuntun adam ke kamar mandi untuk wudhu. Habis itu adam berwudhu, dan mereka shalat berjamaah berdua.
Selesai shalat dinda dan adam pulang, adam menyelesaikan administrasi ke resepsionis. Di resepsionis adam berjumpa dengan arbian.
"Dam gimana istri lu, senang la ya jadi ayah" Celetuk arbian ke adam
"Tau dari mana lu?" tanya adam
"Tau la, kan tu dokter obgyn tunangan gue" Ujar arbian
__ADS_1
"Pantesan lu tau, eh tapi lu jangan ngasih tau orang rumah gue tentang kehamilan istri gue" Kata adam
"Kenapa dam?" Tanya arbian
"Karena di rumah gue ada yg berniat menghancurkan rumah tangga gue" Jawab adam
"Wah kok bisa dam. Emang lu tau dari mana dan lu tau siapa orangnya?" Tanya arbian
"Iya gue tau, itu juga tau dari dinda. Dinda yg awalnya berniat mengambil minum ke bawah. Tidak sengaja dinda mendengarkan percakapan orang yg mau menghancurkan rumah tangga gue. Tapi gue gak tau siapa yg di hubungi itu. Jadi kita masih berakting bahwa rumah tangga kita renggang" Jelas adam
"Baiklah dam. Btw si dika mau balik dari Jogja, dia ngajak kita kumpul" Ucap arbian
"Kebetulan tuh, ada yg perlu gue jelasin. Tentang tania dan kenapa gue nikah sama istri gue. Dan rencana gue buat nyari tau orang yg berniat menghancurkan rumah tangga gue" Ucap adam
"Oke deh, ntar gue kabari ya kalau dika sudah sampai Jakarta" Kata arbian
"Iya bi, kalau gitu gue balik ya" Pamit adam
"Oke dam. Hati hati lo, bumil sensitif jangan buat masalah sama bumil" Teriak arbian
"Yuk sayang kita pulang" Kata adam
"Tadi ngobrol apa sama dokter itu mas? Kok lama?" Tanya dinda
"Oh itu tadi cerita mau ngajak ketemu sama dika. Itu arbian tunangan dokter obgyn tadi. Itu sahabat mas, dika mau balik ke Jakarta jadi kita mau kumpul" Jelas adam
Dind yg mendengar pun hanya menganggukkan kepalanya saja. Kemudian mereka menuju mobil mereka, dan balik ke mansion mereka. Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di mansion. Langsung di sambut bunda karena mendengar suara mobil adam.
"Sayang kok tidak ngabarin bunda tentang kondisi dinda" Tanya bunda ke adam sambil memeluk dinda
"Maaf bun adam lupa. Dinda baik baik aja kok bun. Dinda cuma kecapekan aja" Jawab adam
"Ya sudah ayok masuk, bawa istri mu ke dalam kamar. Suruh istirahat" Ucap bunda rita
Adam pun menganggukkan kepalanya, dan dinda lebih dulu masuk ke dalam bersama bunda.
"Eh menantu kesayangan ayah udah datang. Gimana keadaannya sayang?" Tanya ayah marvel
__ADS_1
"Dinda cuma kecapekan aja ayah" Jawab adam
"Ya sudah bawa masuk ke kamar istri mu. Biarkan istirahat" Suruh ayah
"Baik ayah" Jawab adam
"Bunda, ayah dinda ke atas dulu ya istirahat" Pamit dinda
"Iya nak, istirahat ya nak. Biar cepat sehat" Kata bunda
Dinda yg mendengar ucapan bunda pun hanya menganggukkan kepalanya saja. Kemudian dinda lebih dulu melangkah kan kakinya menuju lift. Adam menyusul, mereka saling menggenggam tangan di dalam lift.
Sampai di lantai tiga, adam melepaskan genggaman tangannya. Dinda pun memilih duluan masuk ke dalam kamar.
"Kak gimana keadaan kak dinda?" Tanya jenny
"Cuma kecapekan aja dek" Jawab adam
"Kalian mau kemana?" tanya adam
"Kami mau ke mall kak, mau beli buku" Jawab nadia
"Oiya sudah, hati-hati ya" Ucap adam
"Iya kak" Jawab mereka berdua serentak
Kemudian adam melangkahkan kakinya menuju kamar. Saat masuk ke dalam kamar, adam melihat dinda di kasur. Adam pun mengunci pintu, dan merebahkan badannya ke kasur. Adam memeluk dinda, dan mengusap-usap perut dinda.
"Sayang tidak ada yg kamu mau?" Tanya adam
"Tidak mas" Jawab dinda
>tbc<
Segini ya, uda lunas kan up 5 episode hari ini. Besok lagi author lanjut ya☺️
Jangan lupa tinggalkan like, vote, dan tambahkan ke favorit kalian🤗
__ADS_1