
"Mas ini masih lama ya aku berdirinya. Kaki ku sakit nih" Keluh dinda sambil berbisik karena tidak terbiasa menggunakan heels 10 centi.
"Sabar setengah jam lagi acara selesai" Kata adam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dinda yg mendengar jawaban adam pun hanya bisa mendengus kesal. Akhirnya dinda sudah tidak peduli lagi, dia lebih memilih mendudukan dirinya ke bangku di belakangnya. Para tamu yg melihat pun hanya bisa geleng kepala saja. Wajar saja pengantin wanitanya seperti itu, karena mereka sudah berdiri hampir 3 jam an. Adam yg melihat akhirnya memilih menggendong dinda ala bridal style.
Sedangkan dinda yg kaget pun langsung tekejut, dia juga malu karena mereka jadi perhatian para tamu. Para tamu sendiri hanya senyum melihat keromantisan pengantin itu. Sedangkan ada wanita yg melihat itu membuat matanya memanas dan hatinya kesal. Ya dia adalah tania istri pertama adam yg tidak di ketahui publik.
Dinda yg di gendong tersebut pun memukul dada adam. Dan berbisik kepadanya.
"Mas lepasin malu tau di liatin para tamu" Bisik dinda
"Diam aja, aku akan membawa mu ke kamar. Lagian acaranya sudah mau selesai" Jawab adam menyuruh dinda diam.
Sedangkan keluarga wijaya, keluarga pak surya dan keluarga wilson yg melihat nya pun senyum senyum. Bahkan mommy nesya, mama delima, juga bunda rita menghampiri mereka.
"Sudah tidak sabaran ya kamu dam" Goda bunda rita
"Apa si mah, dinda kakinya uda sakit. Jadi adam bawa saja ke kamar kasian kakinya" Jawab adam
"Kalau emang sudah tidak tahan bilang saja adam" Goda mommy nesya juga
"Astaghfirullah mom, bun, mama tolong ini dinda kakinya uda sakit. Adam mau bawa ke kamar" Kata adam dengan kesal
"Iya sudah, bawa sana istri mu. Kami juga maklum kok namanya juga pengantin baru" Kata mama delima sambil cekikikan. Sedangkan bunda rita dan mommy nesya tertawa mendengarnya.
Adam pun meninggalkan mereka dengan kesal, sambil menggendong dinda ala bridal style. Saat sudah sampai di kamar, adam ingin mendudukam dinda di atas tempat tidur. Namun justru adam melihat dinda yg tertidur tidak tega. Dia juga bingung, karena dinda masih mengenakan gaun pengantin. Akhirnya adam pun membangunkan dinda menyuruhnya mengganti pakaian.
"Din bangun, ini sudah di kamar. Ganti baju dulu" Kata adam dan menepuk pelan pada pipi dinda
__ADS_1
Dinda yg merasa terganggung pun mengeliat, dia pun terbangun dan melihat bahwa sudah berada di kamar. Akhirnya dinda bangun, dan ingin mandi karena dia merasa gerah. Dinda pun melepaskan riasan di kepalanya seperti mahkota pengantin, serta anting hijab. Setelah itu dinda pun berniat melepaskan baju gaung pengantinnya, dia langsung masuk ke kamar mandi. Namun justru hanya bisa melepas sedikit reseleting bajunya, karena baju yg di gunakan sedikit ketat di bagian badannya.
Karena kesusahan untuk membuka gaunnya, dinda pun keluar kamar mandi. Adam yg melihatnya pun heran, karena tadi di masuk ke kamar mandi tapi ini sudah keluar lagi. Adam pun bertanya ke dinda.
"Kenapa?" Tanya adam
"Emm mas..." Jawab dinda ragu
"Kenapa sih?" Tanya adam lagi sambil mendekat
"Mas bantu turunin resleting baju aku" Kata dinda malu sambil menundukkan kepalanya.
Adam pun yg sudah bisa menebak hanya bisa senyum. Karena emang dia sudah yakin bahwa dinda akan sulit membuka gaun pengantinnya. Karena gaun itu membuat lekukan badannya terlihat. Adam pun langsung memutar badan dinda, dan membuka resleting gaun pengantin itu. Adam melihat lagi kulit punggung yg putih dan mulus milik istrinya.
"Sudah" Kata adam sambil mendorong dinda ke dalam kamar mandi kemudian menutupnya.
Adam sendiri pun menahan hasratnya, karena memang tidak bisa di pungkiri bahwa dia adalah lelaki normal. Sambil menunggu dinda mandi, adam membuka hpnya untuk mengecek email masuk.
"Duh pakai lupa lagi bawa baju ganti" kata dinda sambil bolak balik di depan pintu kamar mandi
Sedangkan adam yg menunggu dinda pun heran, karena seharusnya dinda sudah selesai mandi. Adam pun mengetuk pintu kamar mandi, karena dia takut dinda pingsan di dalam.
Tok tok tok
"Din apa kau baik baik saja di dalam" Tanya adam dari depan pintu kamar mandi
"Iya aku baik baik saja" Jawa dinda
"Terus kenapa kamu tidak keluar, saya mau mandi buruan" Kata adam lagi
"Duh gimana nih" Rutuki dinda dalam hati karena kecerobohan lupa bawa baju ganti
__ADS_1
"Mas" Panggil dinda dari dalam kamar mandi
"Apa, buruan saya mau mandi" jawab adam
"Bisa minta tolong mas?" tanya Dinda
"Apa itu" Jawab adam
"Ambilkan pakaian aku, tadi lupa bawa bajunya ke dalam" kata dinda
"Ambil sendiri, buruan keluar" kata adam
Mau tidak mau dinda pun keluar kamar mandi, karena memang adam yg tidak mau menyentuh pakaian dinda.
Ceklek bunyi pintu kamar mandi terbuka
Adam yg masih berdiri di depan kamar mandi pun melihat pemandangan yg menyegarkan mata dan membangkitkan hasratnya. Dengan susah payah dia menelan salivanya, dan merutuki kenapa tidak mengambilkan pakaian ganti dinda.
"Mas bisa geser" Kata dinda
Adam pun kaget karena dia justru asik melihat pemandangan di depan matanya. Adam langsung saja masuk ke dalam kamar mandi dan merutuki kebodohannya.
"Aduh adam bisa bisanya lo justru malah fokus ke badannya" Rutuki adam di dalam kamar mandi
Sedangkan dinda yg tidak tau bahwa adam memandangi dirinya hanya acuh saja. Walau dia malu karena hanya menggunakan handuk. Biasanya di hotel ada handuk kimono, namun ini justru tidak ada. Atau mungkin ini adalah kerjaan mommy, dan bunda rita.
>tbc<
Sesuai janji author, hari ini akan author up 5 episode ☺️
Selamat membaca, dan jangan lupa tinggalkan like, comen, dan vote untuk dukungan cerita author 🤗
__ADS_1