
"*Makasih ya untuk malam ini" Kata dinda sambil meluk adam
Adam yg di peluk secara tiba tiba mendadak kaku, dan merasakan detak jantung yg sangat cepat.
"Mas mas" panggil dinda karena adam tidak menjawab ucapan dinda
"Ehh i i iya" jawab adam kikuk
"Besok kita kemana mas?" Tanya dinda*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Emm besok kita ke chidorigafuchi gimana?" Saran adam
"Boleh si mas, tapi aku pengennya ke sumida park. Kata teman aku di situ bagus" Ungkap dinda yg di inginkannya.
"Ya sudah, setelah dari chidorigafuchi kita ke sumida park. Baru malamnya setelah shalat isya kita ke rikugien gardens" Saran adam lagi
"Boleh mas, berarti besok aku bawak alat shalat ya mas" Kata dinda
"Iya dong, kita saat mau shalat dzuhur sekalian makan siang. Kita sewa room private agar bisa shalat" Ucap adam
"Oke mas" Jawab dinda
"Uda yuk kita tidur" Ajak adam tidur
"Belum ngantuk mas" Jawab dinda
"Terus kita mau ngapain, atau olahraga malam aja gimana?" Tanya ada sambil menaikan alisnya
Dinda melihat adam dengan tatapan bingung, karena tidak tau apa itu olahraga malam.
"Maksudnya mas?" Tanya dinda dengan bingung
"Olahraga malam itu gini" Ucap adam langsung mendaratkan ciuman ke dinda
__ADS_1
Adam melancarkan aksinya dengan ******** bibir ranum dinda. Kemudian turun ke leher dinda.
"Ahhh mas, geli mas" Ucap dinda mencoba mendorong adam
Adam yg mendengar ******* dinda membuat si joni tegak.
"Gak bisa berhenti dong. Si joni sudah berdiri tuh" Ungkap adam sambil melirik ke bawah
Dinda pun mengikuti lirikan adam, dinda akhirnya mengerti maksud apa yg berdiri dan maksud olahraga malam.
"Tidak mas, aku belum siap mas. Kata orang sakit mas. Dan kita belum saling mencintai mas" Ungkap dinda dengan raut wajah sendu
Adam pun mengajak dinda duduk, kemudian dia memegang pundak dinda.
"Dengar ya, mas gak tau gimana perasaan mas. Cuma yg mas tau, mas takut dan sakit melihat kamu mendiami mas selama sebulan ini. Mas takut kamu meninggalkan mas, mas juga marah jika kamu dekat dengan pria lain. Walau mas sudah pernah pacaran, tapi itu semua karena tanggung jawab mas menjaga adik almarhum sahabat mas" Ungkap isi hatinya selama ini
Dinda yg mendengar pun sedih dan matanya berkaca-kaca. Kemudian air mata turun dari matanya. Adam yg melihat pun langsung menghapus air mata yg jatuh di pipih istrinya.
"Kenapa nangis? Mas salah ya? Maafin mas ya. Mas sakit melihat mu menangis. Mas juga tidak mengerti bagaimana jatuh cinta sayang. Tapi satu yg harus kamu tau, setiap jauh dari mu mas selalu kepikiran mu sayang" Ungkap adam lagi
Dinda yg mendengar pun merasa hatinya bahagia, dia juga tidak mengerti bagaimana jatuh cinta.
"Eh kok malah semakin menangis sayang?" Ungkap adam menarik dinda melihat matanya dan menghapus air mata istrinya.
"Uda ya jangan nangis ya sayang. Kita jalani semua dari awal, buka lembaran baru untuk pernikahan kita ya" Ucap adam
Dinda pun menganggukkan kepalanya, dan menghapus sisa air matanya.
"Jadi mas bolehkan meminta hak mas malam ini?" Tanya adam, dinda pun menjawab dengan anggukan
Adam yg mendapat jawaban iya dari dinda langsung masuk ke kamar mandi berwudhu dan membaca doa lalu melancarkan aksinya. Akhirnya dia mengeksekusi istrinya malam itu di Tokyo. Karena memang malam itu juga cuaca sangat dingin. Dan mendukung kegiatan panas mereka di kamar itu.
Hanya ada suara suara erotis mereka di kamar itu. Bahkan mereka melakukannya sampai suata adzan di hp dinda berkumandang. Mereka melakukannya sampai subuh, mereka berhenti sejenak. Dan mandi bersama membersihkan tubuh mereka. Mereka mandi junub, karena akan shalat subuh.
Selesai shalat subuh mereka beristirahat, karena dinda juga sudah menguap karena adam tidak membuatnya berhenti. Akhirnya mereka tertidur selesai shalat.
__ADS_1
Jam delapan lagi dinda terbangun karena merasa lapar.
"Mas mas bangun, aku lapar" Dinda menggoyangkan badan adam
"Eungghh" Adam terbangun karena istrinya membangunkannya
"Kenapa hem?" Tanya adam dengan wajahnya yg masih mengantuk
"Mas lapar" Jawab dinda
"Bentar ya" Ucap adam
Adam memesan makanan dengan layanan kamar. Mereka sarapan dengan roti dan nasi goreng. Selesai sarapan dinda ingin mandi, namun adam justru mengajak dinda mandi bersama. Dinda pun mengiyakan karena dia tidak tau bahwa ada arti lain dari mandi bersama.
Akhirnya mandi mereka pagi itu lumayan lama hampir satu jaman. Setelah selesai mandi dinda memasang wajah cemberut. Karena dia berpikir hanya mandi saja, namun suaminya justru mengajaknya bertempur.
"Maaf ya sayang, si joni berdiri hanya melihat badan seksi mu sayang" Ucap adam sambil menggoda dinda
"Hemm" Jawab dinda sambil memakai pakaiannya
"Jangan marah lagi dong sayang. Kalau kamu gak marah lagi mas akan belikan apa pun yg kamu mau" Ucap adam membujuk dinda
"Benar kah?" Tanya dinda dengan wajah bahagia
"Hem" Jawab adam sambil menganggukkan kepalanya
"Oke, nanti mas harus menuruti semua keinginan ku" Kata dinda
"Adam merasakan firasat yg tidak enak saat ini. Sepertinya istrinya merencanakan sesuatu untuknya"
Benar saja dinda sudah merencanakan banyak hal hari ini dan beberapa hari ke depan untuk adam dengan hiasan senyuman licik di wajah dinda. Adam yg melihat senyuman itu pun menelan salivanya dengan susah.
"Ayo mas kita jalan jalan. Mas tadi malam sudah janji akan jalan jalan. Dan mas harus menuruti apa pun yg aku mau" Ucap dinda
Akhirnya adam hanya pasrah jika nanti dinda meminta sesuatu yg aneh. Mereka pun turun ke bawah, dan setelah sampai di loby mereka langsung keluar hotel. Di sana pak joko sudah menunggu, karena memang mobil itu akan di gunakannya selama dua bulan di jepang.
__ADS_1
>tbc<
Jangan lupa tinggalkan like, vote, dan tambahkan ke favorit kalian🤗