
"Bereskan pakaiannya, malam ini juga dia harus keluar dari rumah ini" Perintah adam
Mereka pun yg mendengar hanya bisa pasrah, karena adam tidak suka di bantah. Mereka pun menuju ke ruang keluarga. Bunda pun menjelaskan ke adam.
"Begini nak......"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Begini nak, sebenarnya bunda memang tau sebenarnya siapa itu tania" Jelas bunda sambil menarik nafasnya dan menghembuskan dengan kasar
Dinda yg mendengar bunda seperti mendengar bunda menghenbuskan nafas dengan kasar langsung berpindah duduk di samping bunda. Mengelus punggung bunda, adam yg melihat itu tersenyum.
"Sebenarnya bunda tidak mempermasalahkan tania bekerja sebagai model. Tapi bunda tidak suka dengan kebiasaan tania yg sering melakukan segala cara demi kontraknya" sambung bunda
Adam yg mendengar perkataan bunda tidak mengerti, jenny menangkap itu dari ekspresi kakaknya. Akhirnya dia melanjutkan untuk menjelaskan ke adam.
"Maksud bunda itu kak, kak tania sering menjadi teman tidur para manajer di agensinya. Juga sering jadi teman tidur para Fotografer yg sering mengambil gambar di agensi mereka atau agensi lain. Bukan hanya itu, kak tania juga sering keluar masuk club, karena dia itu j***** di salah satu club yg ada di jala xxxxx kak" Lanjut jenny membantu bunda menjelaskan
Adam yg mendengar pun kaget, bagaimana bisa dia di bohongi oleh tania selama ini. Apa lagi tania yg mengatakan bahwa dia yg telah mengambil kesuciannya.
"Bagaimana mungkin itu, sedangkan adam yg di bilangnya mengambil kesuciannya" Kata adam
__ADS_1
"Itu tidak benar nak, bunda sudah mengenal tania siapa. Karena dia juga menjadi simpanan relasi bisnis ayah mu sebelum dia menjadi kekasih mu. Kami ingin memberitahu mu tentangnya, tapi karena kamu terlalu mencintainya jadi kami yakin kamu tidak akan percaya semua apa yg kami bilang" Jelas bunda lagi
Adam yg mendengar pun merasa marah, bahwa dia telah di jebak tania. Walau selama ini sebelum mereka menjalin hubungan kekasih, adam dan tania memang dekat. Karena memang tania adalah adik dari almarhum sahabatnya.
Adam juga telah berjanji dengan almarhum sahabatnya itu akan menjaga tania. Sedangkan tania yg juga mengetahui itu dia senang karena bisa dekat dengan adam. Maka dia nekat menjebak adam, dengan berpura-pura bahwa adam telah menidurinya dan mengambil kesuciannya.
Flashback on
5 Tahun lalu
Saatt mereka masih duduk di bangku kuliah menyelesaikan S2 nya, dan tania menyelesaikan S1 nya. Malam tahun baru itu adam, tania dan rendi, arbian, dika sedang liburan ke puncak. Mereka menghabiskan waktu di sana dengan bakar bakar dan menyanyi lagu. Mereka berlibur selama tiga hari penuh di puncak.
Namun saat mereka ingin pulang, rendi kakak tania memilih menggunakan mobil sendiri. Karena rendi berencana ingin singgah dulu ke tempat lain. Jadi adam dan yg lainnya memutuskan kembali lebih dulu.
Hingga tiga jam kemudian mereka mendapatkan kabar, bahwa rendi mengalami kecelakaan beruntun di tol. Adam yg saat itu masih di rumah begitu juga yg lain langsung bergegas ke rumah sakit. Keluarga mereka yg juga mendengar tentang itu juga bergegas datang ke rumah sakit.
Karena bagi kekuarga adam, keluarga sahabatnya yg lain sudah menganggap rendi seperti anak mereka. Karena rendi hanya tinggal berdua bersama tania adiknya.
Saat mereka sudah sampai di rumah sakit, mereka menanyakan ruangan rendi di rawat. Mereka menuju ke ruangan rawat rendi, dan bertanya pada dokter yg masih ada di ruangan tersebut.
"Bagaimana keadaan sahabat kami dok?" Tanya serentak oleh adam, arbian, dan dika.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan abang saya dok hiks hiks...?" Tanya tania juga bersamaan dengan adam, arbian, dan dika sambil senggugukan.
"Begini keadaannya saat ini kritis, kemungkinan untuk hidupnya sangat rendah. Kita hanya bisa berdoa, dan menunggu keajaiban dari Allah swt" kata dokter itu.
"Dok tolong selamatkan kakak saya dok" Pinta tania sambil menangis, karena mendengar kemungkinan hidup kakaknya rendah
Dika memeluk tania, dan mencoba menenangkan tania. Mereka benar benar tidak bisa melihat tania sedih, kecuali adam yg memang dingin ke tania. Hanya dika dan arbian yg selalu hangat ke tania.
"Maaf mbak, kami sudah semaksimal mungkin melakukan pertolongan kepada pasien. Sekarang tinggal kita serahkan semuanya kepada Allah swt saja mbak. Apa ada lagi yg mau di tanyakan?" Jelas donter lagi
"Tidak ada dok, terimakasih banyak dok" Kata arbian
Adam hanya diam, karena dia sangat terpukul akan kecelakaan yg menimpa rendi. Karena bagi adam rendi bukan hanya sekedar sahabat saja. Mereka sudah tumbuh dan besar bersama sedari masih berumur tiga tahu. Yg pada saat itu orang tua rendi masih hidup. Hingga kebakaran terjadi di rumah mereka, namun hanya rendi dan tania yg selamat. Karena pada saat kebakaran rendi dan tania sedang di mall bersama keluarga adam. Rendi yg pada saat itu sudah masuk di bangku SMP kelas 3, dan tania berada di bangku SMP Kelas 1.
Adam menangis dalam diam, hanya air mata yg keluar. Tidak ada suara tangis yg terdengar dari adam. Mereka yg melihat adam pun juga sedih, karena mereka mengerti itu. Karena adam lah yg paling dekat dengan rendi, bahkan mereka melanjutkan pendidikan sedari sekolah di tempat yg sama.
Mereka menunggu rendi bangun, dan selalu menjaga rendi di ruang rawatnya. Mereka sudah seminggu berada di rumah sakit, tidak kuliah. Mereka benar-benar menunggu rendi bangun, karena mereka sendiri tidak bisa meninggalkan sahabat mereka di rumah sakit sendirian.
Sampai di hari ke sepuluh di rawat....
>tbc<
__ADS_1
Segini dulu ya, author tambahin ntar sore atau tengah malam. Author lagi self healing, doain author cepat sembuh ya🤗
Jangan lupa tinggalkan like, vote, coment, dan tambahkan ke favorit kalian🤗😘🥰