Menjadi Istri Pengganti

Menjadi Istri Pengganti
Episode 20


__ADS_3

Setelah sampai di bawah tangga Dinda di berikan ke mama delima dan mommy nesya untuk di tuntun ke depan suaminya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat sudah sampai di depan Adam, mommy nesya menyuruh Dinda untuk duduk di samping Adam. Sedangkan Adam terkejut begitu Dinda duduk di sampingnya, karena dia asik melihat wajah Dinda yg membawa ketenangan untuknya. Walau terkejut, Adam langsung menormalkan keterkejutannya. Tapi ayah marvel bisa melihat anaknya yg sangat kagum terhadap istrinya itu, sampai sampai anaknya tidak sadar bahwa Dinda sudah di sampingnya.


"Semoga Dinda benar benar jodoh mu nak. Ayah berharap kamu cepat sadar bahwa Tania bukan wanita baik baik nak" Kata ayah marvel di dalam hati


"Ya Allah semoga Dinda bisa membuat Adam jatuh cinta kepadanya. Semoga Adam cepat sadar bahwa Tania adalah wanita yg jahat yg hanya menginginkan harta kami saja. Semoga Dinda bisa kembali menuntun Adam ke jalan mu ya rabb. Amin" Doa Bunda Rita dalam hati. Karena sejak Adam menjalin kasih dengan Tania, Adam mulai lupa akan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Pak penghulu pun menyuruh Dinda memasang cincin pernikahan, begitu juga Adam. Setelah itu pak penghulu menyuruh Dinda menyalam suaminya, dan Adam mencium keningnya. Kemudian pak penghulu memimpin doa, selesai dari itu, Adam dan Dinda di suruh untuk menandatangani buku nikah mereka. Kemudian pak penghulu dan yg lain bubar pulang ke rumah, kecuali keluarga pak bram, dan pak marvel mereka masih ada di rumah pak bram untuk beristirahat.


Mereka masuk ke kamar masing masing, karena acara resepsi nya nanti malam, jadi mereka beristirahat. Sedangkan sepasang pengantin baru itu hanya saling diam. Dinda yg langsung menunjukkan ketidak sukaannya terhadap pria itu. Karena Dinda langsung saja masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dan menjalankan shalat dzuhur.


Ketika Dinda keluar, Adam melihat Dinda yg tidak memakai hijab dan terlihat leher Dinda yg sangat mulus. Adam sampai kesulitan menelan salivanya, bahkan di bawah sana sudah ada yg berdiri. Biasanya dia bersama Tania melakukan pemanasan dulu, baru yg di bawah berdiri. Tapi ini hanya melihat leher jenjang Dinda sudah membuat yg di bawah berdiri. Adam kemudian buru buru masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Dinda hanya acuh saja.


"****" Umpat Adam setelah masuk ke kamar mandi, dia pun menuntaskan hasratnya sendirian di dalam kamar mandi hampir setengah jam

__ADS_1


Setelah selesai menuntaskan hasratnya dan mandi, Adam keluar kamar mandi melihat Dinda yg masih memegang Al-Qur'an. Adam mendengarkan lantunan ayat suci yg di bacakan Dinda sungguh merdu. Adam sampai mendengarkan dan melihat Dinda membaca Al-Qur'an dengan tenang.


"Sungguh indah suara mu, sampai menyejukkan hati" Gumam Adam.


Selesai membaca Al-Qur'an Dinda kemudian menyimpan membereskan mukenah dan sajadah juga Al-Qur'an, menyimpan di dalam lemarinya. Sedangkan Adam yg sangat asik melihat Dinda dia tidak sadar bahwa Dinda sudah melihat nya. Kemudian Dinda mengagetkannya.


"Kalau ngeliat orang itu biasa aja dong" Kata Dinda. Sedangkan Adam kaget, dan langsung menormalkan nya.


"Siapa yg melihat mu, aku juga tidak ingin melihat mu. Aku hanya melihat televisi" Elak Adam, karena memang televisi sudah hidup dari sejak dia menunggu Dinda bersih bersih. Sedangkan Dinda hanya acuh, kemudian dia keluar kamar.


Setelah Dinda keluar kamar, Adam merutuki kebodohannya yg ketahuan melihat Dinda. Adam sendiri heran kenapa dia bisa melihat Dinda sampai segitunya. Saat sedang melamun dalam pikirannya Dinda masuk ke kamar dengan membawa makanan dan air.


"Makasih" Jawab Adam dan memakan makanan yg di bawa untuknya. Sedangkan Dinda duduk di sofa dengan memangku laptopnya untuk membaca laporan perusahaan daddynya.


Adam makan sambil memperhatikan Dinda yg serius dengan kerjaannya. Selesai makan Adam keluar dan membawa piring kotor ke dapur. Kemudian dia langsung masuk ke kamar dan merebahkan badannya ke kasur.


"Ehemm" Dehem Adam, dan Dinda hanya melirik saja.

__ADS_1


"Aku mau berbicara, bisa kita mengobrol sebentar" Kata Adam lagi. Kemudian Dinda mematikan laptopnya dan duduk di kasur sampi Adam.


"Kau tidak usah mengharapkan cinta akan pernikahan ini. Karena aku tidak mencintai mu. Walau kau istri yg di akui keluarga dan publik, tapi aku tidak mencintai mu." Ucap Adam kemudian. Sedangkan Dinda yg mendengar itu hanya acuh.


"Kau pikir aku juga mencintaimu, aku juga tidak mengharkan pernikahan ini, jika bukan demi saudara kembar ku" Balas Dinda tak kalah pedas.


"Bagus la kalau begitu. Karena aku melakukan ini hanya demi restu pernikahan ku dengan istri pertama ku" Kata Adam lagi.


Sedangkan Dinda merasakan sakit di hatinya, walau dia tidak mencintai Adam tapi sebagai wanita yg rela di madu Dinda hanya bisa membalas dengan sengit.


"Aku tidak peduli dengan istri mu itu, asal kau dan dia tidak mengusik ketenangan ku. Karena aku tidak suka jika ada yg menggangu ketenangan ku" Kata dinda dengan sengit. Kemudian dia merebahkan dirinya di kasur dan istirahat.


Sedangkan Adam yg mendengar itu sungguh kesal, karena dia pikir Dinda akan sakit hati dan menuntut cerai dengannya. Namun pikirannya salah, justru Dinda sangat tidak peduli dengan dia yg sudah memiliki istri. Setelah itu Adam melihat wajah Dinda, dan melihat ketenangan dalam tidurnya. Adam sungguh terpesona akan wajah Dinda yg sangat menyejukkan itu.


Kemudian adam memutuskan untuk menyusul Dinda ke alam mimpi. Karena dia juga sebenarnya capek, karena tadi malam dia harus lembur mengurusi kantornya. Sedangkan pagi hari dia bersiap untuk pernikahannya dengan Dinda. Akhirnya mereka masuk ke dalam mimpi dengan tenang.


>tbc<

__ADS_1


Sekian terimakasih readers author🤗 Jangan lupa tambahkan ke favorit kalian, di like juga, dan vote ya🤗


__ADS_2