
Sedangkan Adam yg mendengar itu sungguh kesal, karena dia pikir Dinda akan sakit hati dan menuntut cerai dengannya. Namun pikirannya salah, justru Dinda sangat tidak peduli dengan dia yg sudah memiliki istri. Setelah itu Adam melihat wajah Dinda, dan melihat ketenangan dalam tidurnya. Adam sungguh terpesona akan wajah Dinda yg sangat menyejukkan itu.
Kemudian adam memutuskan untuk menyusul Dinda ke alam mimpi. Karena dia juga sebenarnya capek, karena tadi malam dia harus lembur mengurusi kantornya. Sedangkan pagi hari dia bersiap untuk pernikahannya dengan Dinda. Akhirnya mereka masuk ke dalam mimpi dengan tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya Dinda yg lebih dahulu bangun dan merasakan sesuatu yg berat di badannya. Dia pun melihat sebuah tangan kemudian Dinda berteriak.
"Aaaaaaaaaaaaa" teriak Dinda. Untung saja kamar mereka kedap suara.
Adam yg mendengar jeritan Dinda terbangun dan marah.
"He bisa gak si gak usa teriak teriak" Kesal Adam dengan posisi masih memeluk Dinda dan merem.
"Itu tangan tolong di singkirkan, tidak usah mengambil kesempatan dalam kesempitan ya" Kata Dinda marah.
Adam yg mendengarnya pun refleks melek, dan melihat tangannya memeluk Dinda. Sontak dia langsung bangun dan merutuki kebodohannya.
"Bodoh banget kau Adam, bisa bisanya kau memeluknya. Eh tapi kan dia sudah sah jadi istri ku, wajar dong aku memeluknya" Gumam Adam dalam hati
__ADS_1
"Hello tuan arogan jangan bengong ya. Ingat nanti malam kau tidak boleh memeluk ku dengan tidur lagi" Kata Dinda sebal dan membuyarkan lamunan Adam.
Dinda masuk ke kamar mandi dengan menutup pintu kamar mandi kuat karena dia kesal dengan Adam. Dinda merutuki Adam di kamar mandi, sedangkan Adam yg mendengar hanya geleng geleng saja.
Tidak lama kemudian Dinda keluar kamar mandi, Dinda bersiap untuk shalat Namun Dinda memperingati Adam untuk shalat dan mengajaknya shalat berjamaah. Hingga
"Hei tuan arogan, sana shalat subuh. Anda itu imam, dan seorang muslim. Tidak boleh meninggalkan shalat wajib. Tapi justru anda yg seorang imam dan seorang muslim malah melalaikan shalat wajib" kata Dinda sambil menyiapkan keperluan shalat dirinya dan adam
Sedangkan Adam yg mendengar Dinda menyindirnya adam tidak terima dan ingin membalas perkataannya. Namun adam sudah tidak melihat Dinda di dalam kamar. Adam pun masuk ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Adam merasa sudah terlalu lama dia meninggalkan shalat, selama ini orang tuanya sering menyuruhnya untuk shalat. Tapi tidak pernah di laksanakannya.
Setelah adam keluar kamar mandi, adam melihat wajah Dinda yg adem dan menenangkan. Dirinya malah fokus ke melihati dinda yg sudah mengenakan mukenah. Dinda yg merasa bahwa adam dari tadi hanya memandangnya saja akhirnya menegurnya.
"Sadar woi, ini jam shalat ashar sudah mau selesai. Kapan shalatnya. Ni sarungnya" Kata dinda menyadarkan lamunan Adam.
Selesai shalat adam kebelakang dan memberikan tangannya, dinda pun menerima dan mencium tangan adam. Adam sendiri selesai shalat merasa sangat damai dan tenang. Apa lagi dia mendapati istrinya mencium tangannya selesai shalat benar benar membuatnya merasakan ketenangan yg mendalam.
Mereka yg sudah selesai shalat pun membereskan alat shalat dan bergegas ke bawah untuk makan. Mereka turun ke bawah, karena mereka tau nanti malam mereka akan sulit untuk mengisi perut mereka. Saat mereka sudah di bawah, mereka di sindir oleh keluarga mereka yg berkumpul di ruang keluarga.
"Cie pengantin baru kok sudah keluar kamar" Kata bg raka.
__ADS_1
"Tau nih, pengantin baru sudah keluar kamar saja" Kata bg bayu memanasi.
"Kalian ini bisanya malah menggoda adik kalian. Liat itu wajahnya sudah memerah" Tegur mama delima
Benar saja Dinda yg di goda abangnya dan abang iparnya malu. Bg raka dan bg bayu memang senang menggoda Dinda, karena ketika dinda sudah malu pipinya akan memerah.
"Apaan sih bg, orang kita mau makan" Jawab Dinda sambil menarik tangan adam ke dapur.
"Iya yg pengantin baru. Habis berapa ronde sampai kalian kelaparan" Celetuk Luna. Mereka pun tertawa mendengar ucapan Luna. Sedangkan Dinda yg mendengar dari dapur sungguh marah.
"Gak ada ronde ronde an. Kita biar tidak kelaparan untuk resepsi nanti malam" Teriak dinda dari dapur.
Mereka yg mendengarnya dari ruang keluarga pun hanya bisa tertawa. Mommy nesya yg ada di dapur pun menyiapkan makan malam mereka berdua.
"Habiskan makan nya, selesai makan kalian bersiap karena kita akan langsung ke hotel. Dinda akan di rias di sana, dan baju pengantinnya juga sudah ada di sana. Bawa baju kalian, selesai resepsi kalian pergi berbulan madu" Jelas mommy nesya
"Iya mom" Jawab dinda dan adam barengan.
>tbc<
__ADS_1
Maaf ya author baru up, soalnya author lagi perjalanan keluar kota. Author baru ada jaringan ini karena kebetulan author lagi ke kota, ini juga karena makan siang. Maklum la author di tempat terpencil sekarang, jadi harus ke kota dulu buat internetan. Author juga masih takut akan racun di tempat itu, jadi author pergi kekota buat makan siang.
Jangan lupa makan siang reader author🤗