
Tidak lama mommy nesya pulang, mama delima datang dengan membawa makanan. Karena mama delima sudah di hubungi oleh mommy nesya untuk membawakan makan siang untuk mereka.
Mommy nesya membawakan bubur yg di buatnya, dan memberikan ke adam. Mommy juga membawakan makan siang untuk adam.
"Ini buburnya nak. Kamu suapi dinda" ujar mama delima
"Iya ma" ucap adam
Adam pun mengambil bubur tersebut, dan menyuapi dinda. Selesai menyuapi dinda, adam mengambilkan obat untuk dinda minum. Setelah itu adam baru makan siang bersama mama delima.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selesai makan siang, mama delima merapikan alat makan. Mama delima pulang ke apartemen, karena mama delima tinggal di apartemen yg dibelikan oleh adam.
Mama delima pindah demi dinda, rumah yg ada di sumatera di sewakan oleh mama delima. Bahkan ladang milik mereka di awasi oleh adik papa surya.
Setelah mama delima pulang, adam mengajak dinda untuk shalat karena suara adzan dzuhur sudah terdengar. Adam dan dinda shalat bersama, dengan adam yg menjadi imamnya.
Selesai shalat, adam menyuruh dinda untuk istirahat. Sedangkan adam mengecek tabnya, untuk melihat perkembangan perusahaannya. Adam mengerjakan kerjaannya dari jarak jauh, selama dinda tidur.
Hingga suara adzan ashar menghentikan kegiatan adam. Adam mengambil wudhu, selesai mengambil wudhu adam melihat dinda sudah bangun.
Adam menggendong dinda ke kamar mandi untuk wudhu. Setelah wudhu, mereka shalat bersama. Selesai shalat, dinda meminta adam untuk memanggil suster agar mengelap tubuhnya.
"Mas panggilin suster, aku ingin mandi mas. suruh suster untuk mengelap tubuh ku mas" ucap adam
"Tidak. Kamu belum boleh mandi sayang" ucap adam
"Mass" ujar dinda memelas
Adam yg melihatnya pun tidak tahan, karena dinda menunjukkan wajah sedihnya.
"Baiklah sayang. Tapi mas yg akan mengelap tubuh kamu" ucap adam
__ADS_1
"Tapi mas..." ucapan dinda terpotong
"Tidak ada tapi. Kalau tidak mau tidak usah mandi" ujar adam
"Baiklah" ucap dinda
Kemudian adam mengambil baskom dan kain untuk mengelap dinda. Baskom dan kain memang sudah ada, karena selama dinda tidak sadarkan diri adam yg mengelap tubuh dinda.
Adam mengisi baskom itu dengan air, dan mengelap tubuh dinda. Adam mengelap dengan pelan, bahkan gejolak gairah dia tahan dengan kuat. Adam benar-benar berasa saat ini menjadi ujiannya. Karena biasanya adam hanya mengelap tangan dan kaki dinda saja.
Namun sekarang harus mengelap seluruhnya, hingga dia harus menahan gairah tubuhnya. Dinda juga tau bahwa adam sedang menahan sesuatu. Bahkan dia melihat sesuatu sudah berdiri tegak.
"Huhhh tadi aku meminta untuk memanggil suster karena tau akan seperti ini. Dasar rasain tuh tahan la sampai selesai mengelap tubuhku" gumam dinda dalam hati
Adam telah selesai mengelap tubuh dinda, adam pun langsung ke kamar mandi. Adam membersihkan baskom dan menuntaskan yg sedari tadi berdiri.
Adam lama berada di kamar mandi, hingga mama delima dan mommy nesya datang. Mommy heran karena adam tidak ada di ruang rawat dinda.
"Di kamar mandi mom" jawab dinda
Mommy bingung kenapa adam bisa di kamar mandi. Namun dinda sudah tahu adam sedang apa di dalam sana. Adam sedang menuntaskannya sendiri di kamar mandi.
"Kenapa dia di dalam sana lama sekali" tanya mommy
"Hahaha gak apa-apa mom" ujar dinda
"Benar tidak apa-apa nak?" tanya mama delima
"Benar ma" ujar dinda
"Kamu kok kelihatan seperti sudah di elap?" tanya mommy karena melihat tubuh dinda sedikit lembab
"Hehehe" dinda hanya cengengesan saja
__ADS_1
"Kamu ini, apa adam yg mengelap kamu?. Dan dia sedang menuntaskannya?" tanya mama
"Iya ma, habisnya mas adam aku suruh untuk manggil suster tidak mau. Dia yg mau mengelap sendiri" ujar dinda tanpa dosa
Sedangkan mommy dan mama hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Sekarang mereka tahu alasan adam berada didalam karena apa.
Mereka pun menemani dinda di ruang rawat, hingga pintu kamar mandi terbuka.
Ceklek
Mereka menoleh ke adam, mommy dan mama hanya senyum saja. Adam melihat ke arah ranjang dinda ternyata sudah ada mommy dan mama di sana.
"Assalamualaikum mom, ma" salam adam sambil menyalami
"Waalaikumsalam nak" jawab mereka serempak
"Uda lama mom, ma?" tanya adam lagi
"Sudah sangat lama dam" ucap mama sambil tersenyum
Adam yg melihat pun paham, bahwa mommy dan mama tahu kenapa dia lama. Karena melihat senyuman mama dan mommy seperti itu.
Adam pun menggaruk tengkuknya yg tidak gatal. Adam menjadi salah tingkah, hingga dia menuju sofa dan mengambil tabnya.
"Sepertinya dia malu nesya" ucap mama delima berbisik
"Iya sepertinya begitu" jawab mommy nesya
Adam sebenarnya mendengar bisikan kedua mertuanya itu. Namun adam pura-pura tidak mendengar karena malu. Dia fokus ke tabnya saja untuk mengecek kerjaannya.
Hingga adzan maghrib menghentikannya, dan mengajak mertuanya untuk shalat berjamaah. Namun mommy dan mama delima memilih shalat di mushola saja.
~tbc~
__ADS_1