Menjadi Istri Pengganti

Menjadi Istri Pengganti
Episode 58


__ADS_3

"*Makasih mas" Ucap dinda sambil mencium pipi adam


"Sama-sama istri ku" Jawab adam


Mereka pun makan, sambil melihat drama china kesukaan dinda. Adam senang melihatnya, karena dinda memang memilih drama china yg aktion*.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selesai makan, adam pamit ke dinda, karena dapat panggilan bahwa ada urusan di kantor. Dinda pun mengiyakan adam, setelah adam pergi ke kantor, dinda memilih tidur. Karena dia merasa ngantuk sekali.


Di kantor adam


Adam telah sampai di kantor, dan langsung menanyakkan ke rio tentang pesan yg di terimanya.


Rio sang asisten langsung menjelaskan ke adam tentang berita itu. Adam terkejut sekali, karena disaat dia sudah meencitai istrinya. Justru ternyata masa lalunya belum meninggal, dan selama ini lupa tentangnya.


Adam terduduk dengan lemas, memikirkan tentang itu. Apa lagi sebenarnya dia memiliki ikatan pernikahan dengan masa lalunya itu. Pernikahan yg jelas belum terputus karena wanita itu masih hidup.


"Argggghhhhh, Bagaimana cara aku menjelaskan ke dinda" Teriak adam frustasi


Rio sang asisten pun tidak tega dengan keadaan tuannya. Rio juga bingung bagaimana memberikan saran ke tuannya.


"Emmm tuan, kalau menurut saya lebih baik tuan katakan sekarang. Saya takut nanti nyonya tahu dari orang lain, dan pasti nyonya akan marah" Saran rio


"Aku tidak berani, karena saat ini dinda sedang hamil anak ku" jawab adam lirih


Rio sang asisten kaget mendengar bahwa nyonyanya, sedang hamil. Dan kehamilan muda di ketahuinya sangat rentan.


"Tuan lebih baik beritahu saja, saya takut justru jika nyonya tau dari orang lain lebih membahayakan janinnya nyonya" Jelas rio


Adam pun langsung berdiri dari kursinya, dan menyambar kunci mobilnya.


"Selesaikan urusan kantor, dan atur pertemuan ku dan dinda dengannya" Ucap adam


Adam pun bergegas ke mobil, dan langsung ke mansion keluarga wijaya. Sesampai di sana adam langsung naik ke lantai dua kamar dinda. Adam masuk ke kamar, dan melihat istrinya tengah tertidur.


Adam pun tidak tega membangunkan istrinya yg terlelap tidur. Akhirnya adam juga memeluk istrinya, dan tidur bersama istrinya. Terdengar suara adzan maghrib, adam bangun begitu juga dinda.

__ADS_1


Dinda heran melihat adam sudah ada di kamarnya. Dinda juga heran melihat wajah adam yg tampak sendu, walau baru bagun tidur terlihat jelas.


"Ada apa mas?" Tanya dinda


"Tidak apa-apa, sudah mandi yuk" Ajak adam


Dinda pun mengangguk, adam menggendong dinda ala bridal style. Mereka mandi bersama, dan hanya mandi. Selesai mandi mereka bersiap shalat maghrib. Kali ini mereka shalat berdua di kamar saja, karena adam ingin cerita ke dinda.


Selesai shalat adam mengajak dinda turun untuk makan malam. Ternyata di bawah sudah berkumpul keluarga dinda, dan ada rizky juga.


"Assalamualaikum semua" Salam adam dan dinda bersamaan


"Waalaikumsalam" Jawab mereka


Adam menarik kursi untuk dinda, dan duduk di samping dinda. Mommy nesya mengambilkan makanan untuk suaminya. Begitu juga dinda dan luna, melakukan hal serupa.


Selesia makan, adam langsung mengajak dinda beristirahat ke kamar. Keluarga yg lain pun paham, karena dinda sedang hamil. Yg lain memilih berkumpul di ruang keluarga.


Begitu sampai di kamar, adam langsung mengajak dinda duduk di sofa.


"Sayang ada yg mau mas katakan" Ucap adam takut


"Apa yg mau mas katakan?" Tanya dinda lembut


"Emmm.... sebenarnya" ucap adam takut


"Katakan la mas" ucap dinda penasaran


"Kamu janji dulu jangan marah ke mas ya, mas takut kamu akan marah setelah mas katakan ini ke kamu" Jelas adam


"Baik mas, janji tidak marah" Ucap dinda


"Sebenarnya mas mau mengatakan bahwa kamila masih hidup" Jelas adam


Dinda bingung, karena tidak mengenal siapa itu kamila. Adam melihat tatapan bingung dari dinda, adam langsung menarik dinda kepelukannya.


"Sayang kamila adalah masa lalu mas. Mas pikir kamila sudah meninggal, dan kamila sama mas pernah menikah secara agama" jelas adam dengan suara bergetar

__ADS_1


Dinda yg mendengar penjelasan adam pun kaget, namun kembali menormalkannya. Dinda berusaha tegar, karena dinda tau bahwa suaminya butuh penyemangatnya.


Dinda juga mendengar isakan tangis dari adam, dinda menepuk pelan punggung adam. Dinda menarik adam dan melihat matanya. Dinda menghapuskan jejak air mata di pipi adam.


"Mas dengar, aku memang tidak ikhlas di madu. Tapi aku tau bahwa dia masa lalu mas, dan kalian hanya menikah secara agama. Juga itu kalian sudah di katakan bercerai. Karena selama ini keluarganya dan mas taunya dia sudah meninggal" Jelas dinda


Adam pun mengangguk, adam memeluk dinda dan menangis


"Makasih sayang" ucap adam


"Sayang maukah kau bertemu dengannya, danmas ingin memastikan lebih bahwa mas sudah bercerai dengannya" Ucap adam


"Baiklah mas" Ucap dinda


"Sudha yuk shalat isya, sudah isya mas" ucap dinda


Adam menganggukkan kepalanya, mereka bergantian mengambil wudhu. Selesai shalat mereka tidur, karena adam hanya menginap satu malam di sana.


Mereka begitu terlelap dalam tidurnya, hingga keesokan subuh mereka terbangun mendengar suara adzan berkumandang. Dinda dan adam shalat subuh berdua di kamar. Selesai shalat dinda ke bawah dan menyiapkan sarapan.


Selesai menyiapkan sarapan dinda masuk ke kamar. Dan melihat bahwa adam di dalam kamar mandi. Dinda langsung menyiapkan pakaian kantor untuk adam. Setelah selesai dinda menunggu adam.


Ceklek, bunyi pintu kamar mandi terdengar


Adam sudah selesai mandi dan memakai handuk di pinggangnya. Dinda langsung menyambar handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.


Adam memakai baju yg sudah di siapkan istrinya, adam beruntung memiliki istri seperti dinda. Adam selesai berpakaian, dan menunggu dinda.


Glek


Dinda memakai handuk sebatas dada dan paha, adma melihatnya menelan salivanya dengan kasar.


Adam memeluk dinda dari belakang, saat dinda memilih gamisnya. Dinda pun risih dan berbalik badan.


"Ada apa mas?" Tanya dinda


"Kamu ingin menggoda mas ya?" Ucap adam

__ADS_1


~tbc~


__ADS_2