
Mereka menunggu rendi bangun, dan selalu menjaga rendi di ruang rawatnya. Mereka sudah seminggu berada di rumah sakit, tidak kuliah. Mereka benar-benar menunggu rendi bangun, karena mereka sendiri tidak bisa meninggalkan sahabat mereka di rumah sakit sendirian.
Sampai di hari ke sepuluh di rawat....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai di hari ke sepuluh di rawat rendi mengalami kristis. Mereka semua yg mendengar pun cemas, karena rendi harus mengalami kristis kembali. Mereka menunggu di luar ruangan, hingga dokter keluar ruangan.
"Dok bagaimana keadaan kakak saya dok? Tanya tania
"Alhamdulillah dia sudah melewati kritisnya, dan sekarang sudah sadar" Kata dokter itu
"Alhamdulillah" Jawab mereka semua
"Apa boleh kami masuk melihatnya dok?" Tanya dika
"Boleh, masuk saja. Dia ingin bertemu kalian" Jawab sang dokternya
Mereka pun masuk ke dalam ruang rawat rendi, dan melihat rendi sudah bangun. Mereka menyamperin rendi, tani langsung duduk di kursi samping tempat tidur pasien.
"Bagaimana keadaan kakak? Kenapa bisa begini? Apa ada yg sakit kak?" Tanya tania
"Jangan memberi banyak pertanyaan ke rendi, dia baru sadar" Celetuk arbian yg dari tadi diam saja.
"Hehehe maaf deh" jawab tania
"Lo kenapa bisa kecelakaan sampai segitu parah?" Tanya dika
"Gu..e.." Sebelum menjelaskan perkataan rendi di potong adam
__ADS_1
"Uda nanti aja lu jelasin ke kita kalau uda lancar bicara" Jawab adam ketika rendi masih menjawab dengan terbata bata
Setelah itu mereka membiarkan rendi istirahat, tania tetap setia di samping rendi. Adam dan yg lain duduk di sofa yg ada di ruang rawat rendi. Mereka sibuk dengan hp masing-masing untuk mengabari keluarga mereka bahwa rendi sudah bangun dari komanya.
Selama tiga hari belakangan rendi sedikit membaik keadaannya. Namun di hari keempat keadaan rendi kembali kritis, karena terjadi infeksi pada bekas operasi rendi di kepalanya. Rendi di bawa ke ruang operasi, mereka menunggu di depan ruang operasi.
Mereka menunggu dengan cemas, bahkan adam juga dika sama cemasnya. Arbian laki laki itu cemas, hanya saja dia mampu menutupinya. Tania juga cemas, dia takut saudara satu satunya meninggalkannya.
Setelah menunggu hampir 2 jam an akhirnya operasi selesai. Dokter pun keluar, dan memberitahukan bahwa pasien ingin bertemu mereka.
"Bagaimana dok keadaan sahabat kami?" Tanya arbian
"Alhamdulillah operasi berhasil, hanya saja pasien kembali kritis" Jawab dokter
"Dok pasien sudah sadar saat kami memindahkannya, dan meminta untuk sahabat dan adiknya masuk ke dalam" Kata sang suster menghampiri dokter itu dan sahabat pasien
Mereka pun masuk ke ruang ICU yg jadi ruang rawat rendi. Setelah masuk ke dalam, rendi menyuruh mereka mendekat.
"A..ku...ingin... ka..lian...ber...jan..ji..u...tu..k...men..ja..g...a...ta...nia...akk...uuu...ra...sa...aku...ti...da...k....la...m...aa..l...ag...i...d...ekkk....ma...fi...ka...kak....t...id...ak...bi...sa...men....ja....ga....k..a..mu...l....a...g...i" Ucap rendi dengan menghembuskan nafas terakhirnya setelah menyampaikan pesannya
Tania langsung menangis meraung raung, dan menggoyang goyangkan tubuh rendi. Dokter masuk ke dalam, dan menyuruh mereka keluar. Dokter berusaha menyelamatkan pasien, namun pasien tidak tertolong.
"Innalilahi wa innailaihi roji'un, pasien atas nama rendi indrawan meninggal jam 02.47 dini hari" Ucap sang dokter dan sang suster mencatatnya
Dokter pun keluar menyampaikan perihal bahwa rendi telah berpulang ke Rahmatullah.
"Maaf kami sudah berusahaa semaksimal mungkin. Pasien tidak dapat tertolong, maafkan kami" Ucap sang dokter, dan permisi pamit kepada mereka.
Tania langsung masuk ke dalam, dan melihat suster melepaskan alat dan menutup tubuh kakaknya.
__ADS_1
"Tidak.....hiks... kakak belum pergi hiks hiks hiks" Tangis tania tidak terima.
Setelah kepergian rendi mereka bertiga menjadi sedikit renggang, apa lagi tau adam memacari tania. Pada hal mereka tau adam tidak memiliki hati kepada tania.
Tania yg menembak adam, karena sikap adam yg perhatian ke tania, justru dia menyalah artikan sikap perhatian dari adam. Hingga adam pun mau tidak mau menerima tania, agar bisa lebih menjaga tania. Tania juga tetap merasa adam mencintainya. Namun adam dapat menutupinya dengan bersikap romantis kepada tania.
Sejak hubungan mereka yg mulai renggang, dika sibuk mengurusi perusahaan ayahnya, dan arbian pindah ke jerman.
Flashback off
Setelah mendengarkan penjelasan dari keluarganya adam benar benar menjadi marah. Adam langsung mengusir tania malam itu juga, adam tidak menyangka adik sahabatnya tega berbuat seperti itu.
Tania meninggalkan rumah keluarga wilson malam itu juga. Tania di antarkan oleh supir ke apartemen yg di belikan adam atas nama tania. Tania pun mau tidak mau dia meninggalkan rumah itu, dan kehilangan uang masuknya.
Tania berniat membalas dendam kepada adam, karena tidak terima dengan perlakuan adam. Karena adam langsung memblokir semua kartu yg pernah di berikan adam kepadanya.
Tania membenci dinda, karen sekarang dinda akan menguasai adam. Tania merencanakan pembalasan kepada dinda.
>tbc<
Segini dulu ya, author sanggup ngetik segini dulu ya☺️ Author memang uda agak mendingan sekarang, tinggal badan yg lemes dan kepala yg sedikit pusing saja yg author rasakan sekarang
Tidak seperti baru vaksin, author seperti ibu hamil muda yg ngalamin mual, pusing, bawaan mau tidur🤣🤣🤣 Kalau uda fit author bakal update 5 episode perhari dalam seminggu setelah author sehat☺️
Author juga mau ngucapin kepada para pembaca author, karena kalian karya author lulus kontrak dan naik level karya baru🥺🥺🥺. Author tidak menyangka ternyata cerita yg awalnya karena sebuah mimpi author angkat jadi novel, banyak di sukai😭😭😭
Author berniat mau ngadain giveaway nih, tapi author mikirin dulu ya give away apa yg akan author kasih ke kalian😬 Insha Allah kalau proyek dan gaji author lancar, author akan kasih give away yg akan jadi kenangan untuk kalian🥰
Segitu aja si yg mau author kasih tau, makasuh dukungannya🤗🤗🤗 Author sayang kalian, jangan lupa vote, like, tambahkan ke favorit kalian ya🤗
__ADS_1