
"Mama, Papa jangan sedih. Dinda pasti akan sering kemari kok. Dinda janji sama mama dan papa, Kata Dinda
"Iya mama gak akan sedih kok" Jawab mama sambil tersenyum
Setelah acara sedih sedihan, mereka bersiap untuk makan siang, karena hari sudah siang. Setelah makan siang mereka beristirahat karena capek menangis. Dinda sendiri belum bisa tidur, karena Dinda tidak percaya bahwa ternyata dia bukan putri kandung Mama dan Papanya.
Tapi Dinda juga bahagia, akhirnya dia bertemu dengan keluarga kandungnya. Tapi Dinda juga tidak tahu bahwa dia akan segera bertemu dengan jodohnya nanti. Di saat semua sedang tidur siang, Meli dan Mila memutuskan pergi keluar yaitu ke Mall belanja hijab dan gamis juga cadar baru, dan mereka juga akan ke studio foto untuk mencucikan foto keluarga mereka yg belum sempat di cuci.
Meli dan Mila mencuci foto keluarga mereka menjadi 5 lembar. Mereka mencuci foto tersebut untuk memberikan satu ke kakaknya yg di Pekanbaru, abangnya, dan kak Dinda nya. Agar kak Dindanya tidak pernah lupa tentang mereka. Satu lagi akan mereka simpan di rumah dan di pajang di rumah. Dan satunya lagi akan di pajang di rumah nenek mereka.
Setelah selesai mencuci foto, Meli dan Mila memutuskan untuk membeli cemilan untuk di bawa pulang. Meli dan Mila membeli jajanan khas Rantauprapat yg banyak di jajakan di sekitar jalan depan SD. Di sana banyak tukang jualan makanan yg tidak pernah di rasakan oleh saudara kembar kakanya Kak Luna dan kak Lina.
Ya Luna dan Lina menyuruh Meli dan Mila untuk memanggil mereka kakak juga. Karena Luna dan Lina menganggap mereka sebagai saudaranya. Luna dan Lina senang bahwa mereka akhirnya memiliki saudara yg lain. Karena selama ini mereka tidak dekat dengan saudara sepupunya yg sombong.
Meli dan Mila memutuskan pulang ke rumah setelah membeli beberapa cemilan dan jajanan untuk di bawa pulang. Setelah sampai rumah, ternyata yg lain sedang di ruang tamu. Meli dan Mila akhirny langsung memberikan cemilan dan jajanan tersebut. Kemudian mereka langsung masuk ke kamar masing masing untuk bersih bersih.
"Wah apa ini namanya" tanya Luna
"Iya ini apa namanya, rasanya enak banget" Kata Lina
__ADS_1
"Ini namanya Anyang Buas Buas" Jawab mama Dinda
"Anyang buas buas, apa itu?" Tanya sang mommy karena baru dengar nama makanan itu
"Anyang buas buas dari tanaman buas buas, ini makanan khas sini. Tidak tau Meli dan Mila beli dimana. Karena ini biasanya hanya ada di bulan Ramadhan saja" Jawab mama Delima (Panggil aja nama mamanya Dinda delima ya guys)
"Kalau yg ini apa namanya? Seperti bolu, tapi enak lembut" kata daddy bram
"Ini namanya Bolu Ika La Iya artinya "inilah dia" Ini makanan khas dan oleh oleh di sini" Jawab sang papa, karena pecinta bolu ika la iya
"Enak banget ini mom, kata daddy. Nanti kita bawa ini untuk oleh oleh di sana bagikan ke keluarga ya mom" Kata Luna karena senang sama bolu ika la iya dan anyang buas buas
"Bolunya saja mom yg di bawa, nanti anyang buas buas biar Dinda yg buatkan di sana, kita bawa saja daunnya dari sini" Kata Dinda. Dinda sudah di suruh untuk memanggil mommy dan daddy juga ke pada bu nesya dan pak bram
"Ya sudah nanti kita beli bolu ika la iyanya buat oleh oleh" Kata mommy nesya
Saat mereka sedang menikmati makanan tersebut, kakak Dinda sampai ke rumah.
"Assalamualaikum mama, papa" Salam Tia sambil masuk ke dalam
__ADS_1
"Waalaikumsalam" Jawab seerempak mereka dari dalam
"Kenapa tidak ngabari kalau kemari Tia?" Kata mama delima
"Tapi suprise ma" Jawab Tia
"Mana anak mu dan suami" Tanya papa surya
"Masih di mobil pa, mas masih markirkan mobil ke garasi" Jawab Tia
"Assalamualaikum nenek, kakek" Salam Kesya dan Rizky sambil lari masuk ke dalam dan menyalam semua yg ada di dalam
"Waalaikumsalam cucu nenek" Jawab mama Delima
Setelah itu mereka mengobrol, dan saat sedang asik ngobrol dan menguwel anak Tia, suami Tia datang menyusul ke dalam
"Assalamualaikum mama, papa" Salam bayu suami Tia menyusul ke dalam
"Waalaikumsalam" Jawab yg ada di dalam
__ADS_1
Setelah itu mereka ngobrol, sedangkan Tia dan suaminya masuk ke dalam untuk bersih bersih, dan Dinda mengajak Luna dan Lina untuk menyiapkan makan malam. Walau yg masak Dinda, sedangkan Luna dan Lina hanya melihat saja. Maklum lah, mereka tidak pernah di perbolehkan untu ke masak dan masuk ke dapur oleh mommynya