
Dinda pun yang ditanya juga bingung untuk menjelaskan alasan Luna kabur dari rumah. Karena Riko sepertinya tidak tau bahwa Luna akan di jodohkan. Jadi Dinda sendiri hanya diam karena tidak tau bagaimana agar tidak membuat Riko dan daddy marah. Karena Dinda yang diam saja, akhirnya daddy buka suara.
*"Luna kabur dari rumah karena dia tidak mau saya jodohkan" Jelas daddy bram. *
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Riko yg mendengar bahwa Luna kabur karena akan di jodohkan jadi marah, namun dia tidak bisa meluapkan emosinya. Rikon pun langsung memikirkan perkataan Luna yang meminta maaf kepadanya. Wanita yg dicintainya tega tidak memberitahukan tentang ini dan memilih pergi dari rumah. Riko pun akhirnya berkata, dan menjelaskan tentang dia yg tidak tau bahwa Luna akan di jodohkan oleh daddynya.
"Luna tidak pernah mengatakan kepada saya tentang perjodohan itu. Tapi kalau memang ini karena perjodohan, saya sangat marah. Karena om tega membiarkan anak om kecewa karena keegoisan om yg ingin menikahkannya dengan orang lain. Tapi jujur saya tidak tau tentang perjodohan ini, dan saya juga tidak mengetahui tentang keberadaan Luna saat ini. Karena Luna menghubungi saya hanya untuk mengatakan maaf kepada saya. Tapi saya janjji akan membantu om mencari keberadaan Luna." Jelas Riko, karena Riko sudah tau bahwa daddy Luna dan saduara kembarnya kemari pasti menanyakan keberadaan tentanhg Luna.
Setelah mendengarkan perkataan Riko, daddy bram pun paham. Bahwa memang Riko tidak tau tentang keberadaan Luna, dan daddy pun tau bahwa Riko memang mencintai anaknya. Dan daddy menyesal karena ingin memaksakan kehendaknya yg menjodohkan Luna dengan anak sahabatnya karena amanah almarhum ayahnya. Setelah itu pun daddy bram dan Dinda pamit pulang, karena sudah menjelang mau malam. Saat akan melangkahkan kakinya keluar cafe, Dinda mendengar suara adzan maghrib, Dinda pun mengajak daddynya untuk shalat dulu agar tenang. Daddy pun memilih shalat di mushalah kantor polisi, karena mushalah terdekat hanya ada di lingkungan itu. Selesai shalat maghrib mereka pun kembali ke rumah karen takut keluarga sahabatnya sudah sampai lebih dulu.
__ADS_1
Satu jam kemudian mereka telah sampai rumah, mereka terjebak macet karena memang jam segitu sangat rawan kemacetan. Setelah sampah daddy langsung memberesihkan diri begitu juga Dinda langsung masuk ke kamar utnuk membersihkan diri. Sedangkan orang mama delima yg sudah tau tentang keadaan itu tidak berani ikut campur. Mama delima hanya bisa menenangkan mommy nesya yg sedih di kamar.
"Sudah nesya, jangan sedih lagi. Mending sekarang kamu mandi, nanti kita pikirkan solusinya setelah acara makan bersama dengan keluarga Rita" Kata mama delima sambil menenangkan mommy nesya.
Mommy nesya pun hanya mengangguk saja, Lina pun melihat mommy nesya yg sudah mau untuk mandi dia pun pergi ke kamarnya untuk mandi begitu juga dengan mama delima. Mereka kembali ke kamarnya masing masing untuk mandi. Selesai mandi mereka bersiap menuju ruang keluarga untuk menunggu keluarga sahabat daddy bram datang. Daddy bram dan keluarga sudah duduk di ruang keluarga, begitu juga dengan mama delima yg sudah duduk di ruang keluarga bersama bram dan keluarganya. Setelah menunggu setengah jam an akhirnya keluarga Rita dan Marvel sampai kekediaman mereka.
"Selamat malam semua" Kata keluarga Marvel masuk ke dalam rumah.
"Duduk jeng Rita" Kata mommy nesya
"Iya jeng" Jawab Bu Rita dengan sopan.
__ADS_1
Setelah keluarga Wilson duduk mereka pun mengobrol sebentar, karena Dinda sedang menyusun makan ke meja makan. Setelah di susun di meja makan, Dinda memanggil yg lain untuk makan malam bersama. Mereka pun makan malam bersama, namun Bu Rita dari tadi memperhatikan orang orang yg ada di rumah itu. Bu Rita sangat penasaran karena sedari tadi tidak melihat putri bu nesya satu lagi. Bu Rita pun akan menanyakannya nanti setelah selesai makan malam. Mereka semua makan malam dengan khidmat, berbeda dengan Dinda yg makan sambil memikirkan sesuatu.
Dinda memikirkan tentang kata katanya kepada keluarganya bahwa dia yg akan menggantikan Luna. Banyak yg tidak setuju tentang keputusan Dinda.
Flashback On
Disaat sambil menunggu keluarga bu rita, mereka mengobrol tentang apa yg akan dikatakan kepada keluarga Wilson bahwa putri mereka yg akan di jodohkan kabur dari Rumah. Karen dari tadi tidak mendapatkan solusi, akhrinya Dinda membuka suara.
tbc<
Segitu dulu ya guys
__ADS_1