Menjadi Istri Pengganti

Menjadi Istri Pengganti
Episode 60


__ADS_3

Setelah dinda pergi, ternyata ada rujak cingur di seberang butiknya. Dinda berjalan ke sana, menyebrang. Dinda tidak melihat bahwa ada mobil yg melaju sangat kencang.


Beberapa orang berteriak memanggil dinda, namun naas dinda sudah tergeletak di jalan.


Brukkk


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dinda tergeletak dijalan, tertabrak oleh mobil tersebut. Pengawal yg mengikuti sontak langsung membawa dinda lari ke rumah sakit.Sedangkan mobil yg menabrak sudah melarikan diri.


Di kantor adam


Adma yg sedang sibuk dengan kerjaannya, di kagetkan dengan teleponnya yg berdering. Dia langsung mengangkatnya, dan langsung berlari keluar


Rio yg melihat tuannya berlari langsung mengejar adam. Rio langsung menghubungi supir untuk stan by di lobi kantor.


Adam dan rio langsung masuk ke mobil, adam menyuruh untuk ke rumah sakit x. Adam benar-benar takut, dan kalut. Karena memikirkan keadaan istrinya dan janin istrinya.


Begitu sampai rumah sakit, adam langsung menuju UGD, di lihatnya anak buahnya di depan situ. Adam menyuruh rio menghubungi keluarga dinda, dan keluarganya.


Tiga puluh menit kemudian, seluruh keluarga tiba di rumah sakit.


"Adam apa yg terjadi dengan dinda?" Tanya mommy nesya dengan air mata


"Mom mending kita tunggu dokter saja. Kak adam masih syok dengan keadaan kak dinda" Ucap Luna menenangkan mommy nesya

__ADS_1


Mommy nesya pun hanya mengangguk, dan duduk di kursi. Daddy bram berusaha tegar, karena putri yg baru di temukannya justru mengalami kecelakaan seperti ini. Setelah semua tenang adam langsung meminta anak buahnya menjelaskan.


Anak buah adam yg bernama feri pun menjelaskan kronologis kejadiannya. Adam sontak marah, dan menyuruh mencari pelakunya.


Mommy nesya pingsan mendengar cerita dari anak buahnya. Daddy bram langsung membawa mommy nesya ke ruang perawatan keluarganya. Karena rumah sakit x milik keluarga wijaya.


Hampir tiga jam dokter berada di ruangan, dan lampu mati


"Bagaimana dok keadaan istri saya dan janinnya dok?" tanya adam cemas


"Begini pak, istri dan calon anak bapak Alhamdulillah selamat. Hanya saja, istri bapak masih kritis. Kita harus memantau keadaannya istri bapak untuk melewati masa kritisnya." Jelas dokter


Bunda rita jatuh pingsan, begitu juga Lina pingsan. Sedangkan adam langsung terduduk lemas, karena kondisi istrinya. Karena kakaknya harus mengalami hal ini, Lina tidak tahan. Keluarga langsung memindahkan Bunda rita dan Lina ke ruang perawatan.


"Satu lagi pak, kita harus menempatkan buk dinda di ruang ICU dulu. Dan untuk menjenguk pasien hanya boleh 2 orang saja sekali masuk ya pak" Ucap dokter


Dokter menganggukkan kepalanya, dan pamit untuk mengecek keadaan pasien lain. Daddy bram dan ayah marvel menenangkan adam.


"Kamu harus kuat nak, jangan seperti ini. Nanti dinda akan sedih melihat mu" Ucap ayah marvel


"Aku harus gimana dad, ayah. Aku tidak kuat melihat kondisi dinda" Ucap adam sambil terisak


"Sabar nak, ini sebuah ujian buat kamu dan dinda" Ucap ayah marvel menenangkan adam


"Sekarang kita liat keadaan dinda saja" Ajak daddy bram

__ADS_1


Mereka pun menuntun adam menuju ruang ICU tempat istrinya di rawat. Adam melihat dari ruang kaca, sungguh tidak sanggup melihat banyak alat yg di pasang di tubuh istrinya.


Adam menangis di pelukan daddy bram, ayah marvel pun tidak tahan melihat tangisan anaknya. Ayah marvel menuju ruang istrinya di rawat karena pingsan.


Daddy bram pun menenangkan, dan mengajak untuk melihat mommy nesya, bunda rita dan Lina di rawat. Mereka di rawat di satu ruangan, karena mereka pingsan.


Sampai di depan pintu mereka berusaha tegar, mereka masuk ke dalam dan melihat bahwa mommy, bunda, dan Lina sudah siuman.


"Bagaimana keadaan dinda dad?" Tanya mommy


Daddy bram maupun adam bingung harus gimana menjelaskannya. Mereka diam, begitu juga ayah marvel. Tiba-tiba saja pintu terbuka, dan terlihat rio masuk.


"Permisi tuan saya mau menginformasikan pelaku yg menabrak nona dinda" Ucap rio


Adam, daddy, dan ayah marvel pun keluar ruangan. Mereka berbicara di luar, karena tidak mau sampai istri dan ibu juga mertuanya syok mendengar itu.


"Jadi?" Tanya ayah marvel begitu sampai


"Maaf sebelumnya tuan saya mohon setelah saya jelaskan, tuan besar dan tuan muda begitu juga tuan bram jangan langsung emosi" Ucap rio


"Iya kami tidak akan emosi" Jawab adam


"Kenapa?" Tanya daddy bram


"Sebenarnya......

__ADS_1


~tbc~


Hayo siapa pelakunya 🤭🤭🤭🤭


__ADS_2