
"Iya ya mom. Semoga cinta di antara mereka cepat tumbuh. Daddy tidak sabar untuk menggendong cucu" Kata daddy bram
Mereka memperhatikan sepasang pengantin baru itu dengan senyuman. Mereka benar benar berharap semoga anak gadisnya itu bahagia dengan pernikahannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah memperhatikan dinda dan adam, mommy nesya dan daddy bram memutuskan untuk istirahat siang. Karena memang sekarang mereka sering menghabiskan waktu berdua. Karena perusahaan sekarang di urus oleh dinda. Namun nanti jika Luna sudah menikah, perusahaan akan di ambil alih oleh suami Luna.
Karena setelah Luna dan Riko mendapatkan restu, mereka berjanji akan mengganti posisi Dinda. Walau riko sendiri sebenarnya memiliki usaha di bidang kuliner. Namun dia juga tidak bisa memungkiri, bahwa dinda sudah menikah. Dan kewajibannya adalah menjadi seorang istri saja, bukan menjadi wanita karir.
Adma dan dinda asik menikmati waktu mereka di taman. Walau tanpa ada obrolan, karena dinda sendiri malas ada adam menemaninya di taman ini. Adam sendiri memilih mengikuti dinda, karena adam tidak mau jika di bilang sebagai suami yg tidak pengertian.
Tidak terasa mereka sudah beberapa jam di sana tanpa ada obrolan. Sampai suara adzan ashar berkumandang. Mereka pun bangkir dari sana, dinda membawa nampan yg di atasnya ada gelas bekan minuman merek dan cemilan mereka tadi. Mereka masuk ke dalam rumah, namun dinda berbelok ke dapur. Sedangkan adam langsung naik atas ke kamar mereka di lantai 3.
Adam lebih dahulu mandi untuk membersihkan dirinya dan melaksanakan shalat ashar berjamaah bersama dinda. Bersamaan dengan selesainya adam mandi, dinda masuk ke kamar nya.
Ceklek
Adam langsung menoleh ke pintu kamar yg terbuka. Mendapati dinda yg masuk, adam langsung saja membuka lemari untuk berganti baju. Sedangkan dinda karena malu mendapati adam yg hanya mengenakan handuk di pinggangnya memilih menunduk. Dinda langsung menyambar handuknya yg tergantung di depan pintung kamar mandi, dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Adam yg tau bahwa dinda masih malu dengan pemandangan itu, hanya tersenyum dengan tingkah dinda. Adam sungguh senang melihat wajah dinda yg malu malu seperti itu. Dinda yg selesai mandi, namun lagi dia melupakan untuk membawa baju ganti. Karena dirinya tadi malu dengan adam, membuat dia langsung masuk kamar mandi dan melupakan pakaian gantinya.
__ADS_1
Dinda pun mau tidak mau melangkahkan kakinya keluar kamar mandi. Karena sebelumnya dia berperang dengan hatinya.
"Aduh adam uda selesai apa belum ya?" Gerutu dinda.
"Eh tapi dia pasti sudah selesai. Dan dia menunggu ku untuk shalat berjamaah karena aku yg menyuruhnya untuk selalu shalat berjamaah" Kata dinda lagi
"Keluar gak ya... Aku malu banget harus menggunaka handuk saja" Kata dinda lagi
"Tapi kan ini bagus kalau aku keluar, untuk memancingnya. Ya aku keluar saja la, karena kan tujuan ku membuat dia jatuh cinta pada ku" Kata dinda lagi
Akhirnya dia pun memutuskan keluar kamar mandi, hanya menggunakan handung. Yg hanya menutupin dari dada sampai seperempat paha saja tertutupi. Adam yg melihat pun terkejut, karena adam tidak bisa memungkiri nya bahwa dinda memiliki bentuk badan yg bagus. Apa lagi dua buah sintal yg ada di badan dinda yg menurutnya berisi dan pas. Adam menahan hasratnya, karena dia sudah mengambil wudhu. Dia pun menghadap ke arah lain.
Dinda pun berjalan melewati adam mengambil pakaian gantinya. Dan berjalan ke ruang ganti di kamarnya. Dinda berganti baju di ruang ganti, dan mengambil peralatan shalat di ruangan itu. Karena dinda menyimpannya di sana, agar tidak tercampur dengan pakaian di kamarnya. Karena di ruangan itu ada lemari untuk menyimpan sesuatu yg penting. Selesai memakai bajunya dan memakai mukenah, dinda langsung keluar.
"Mas ayok shalat, jangan melamun terus" Tegur dinda. Adam pun kaget dan langsung bersiap. Tapi justru mendapatkan pertanyaan yg membuatnya bingung.
"Mas melamunin apa si tadi? hayoooo? Melamunin wajah ku ya?? Tau kok saya emang cantik, tapi gak usa segitunya juga kali melamunya" Tanya dinda sambil cekikikan
Sedangkan adam yg mendapatkan pertanyaan itu benar benar mati kutu. Dan lagi dia terdiam berdiri di tempat itu. Lagi lagi dinda menegur adam🤭
"Mas ayok, kok malah melamun lagi" Tegur dinda lagi
__ADS_1
Adam pun langsung mengambil posisi, dan menjadi imam dinda. Mereka shalat dengan khusyuk sekali. Selesai shalat seperti biasa dinda menyalam tangan adam. Adam pun sebaliknya mencium kening dinda, ya itu sudah jadi kebiasaan baru mereka selesai shalat.
Selesai shalat dinda dan adam turun ke bawah, untuk berkumpul bersama keluarga besar wijaya.
"Besok mama sama papa pulang din" Kata bang raka
Dinda kaget mendengarnya, karena dia tahu bahwa mama dan papanya akan pulang lusa. Dan sekarang malah mendengar bahwa papa dan mamanya juga abang, adik, dan kakaknya akan pulang besok.
"Yah kok besok si ma, pa" Tanya dinda dengan manja
"Kan Meli juga Mila harus sekolah din senin. Liburan sekolah mereka sudah selesai, mereka harus kembali ke pesantren" Jelas papa
"Iya ya, dinda lupa kalau Meli dan Mila harus sekolah" Kata dinda sambil menampilkan gigi putihnya yg rapi
Yg lain pun geleng geleng kepala dengan tingkah dinda itu. Adam pun hanya senyum melihat dinda yg manja terhadap keluarganya. Adam merangkul pundak dinda di bang itu untuk menunjukkan kemesraan mereka. Pada hal dinda sangat risih dengan yg di lakukan oleh adam.
Keluarga wijaya dan keluarga pak surya pun tertawa bersama. Mereka besok akan mengantarkan keluarga papa surya ke bandara. Tak terasa mereka sudah mengobrol terlalu malam, mereka pun masuk ke kamarnya masing masing.
"Ayah, menuruh ayah dinda bahagia sama pernikahnnya ini" Tanya tia ke suaminya
"Doakan saja dinda bahagia bun. Kita sebagai abang dan kakaknya hanya bisa mendoakan saja rumah tangga mereka" Kata bayu ke tia
__ADS_1
>tbc<
Sekian dulu ya, besok lagi author up okeeee. Uda author tepati ni janji author up dengan 5 episode ☺️ Pokoknya jangan lupa like, coment, vote dan tambahkan ke favorit kalian🤗 Terus dukung author ya, biar rajin upnya😉