Menjadi Istri Pengganti

Menjadi Istri Pengganti
Episode 47


__ADS_3

Kemudian adam melangkahkan kakinya menuju kamar. Saat masuk ke dalam kamar, adam melihat dinda di kasur. Adam pun mengunci pintu, dan merebahkan badannya ke kasur. Adam memeluk dinda, dan mengusap-usap perut dinda.


"Sayang tidak ada yg kamu mau?" Tanya adam


"Tidak mas" Jawab dinda


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Masak gak ada sayang? Yg mas dengan orang hamil suka ngidam. Kalau kamu ada yg di pengen kasih tau mas ya" Ucap adam


"Ceritanya mas ku ini mau jadi suami siaga memenuhi kemauan istri yg mengidam hem" Goda dinda


"Pasti dong sayang. Mandi yuk sayang" Ajak adam


"Ayuk mas" Jawab dinda


Mereka pun mandi bersama kali ini, tapi tidak ada pertempuran. Selesai mandi dinda dan adam kembali merebahkan badannya.


Tok tok tok


"Tuan, nona di panggil ibuk ke bawah untuk makan malam" Ucap bi rum dari luar


"Iya bik" Jawab adam dari dalam


"Sayang kita makan di kamar aja ya. Kamu gak boleh banyak bergerak. Biar mas ambilkan makanan kita ke atas ya" Ucap adam


Dinda hanya menganggukkan kepalanya saja menandakan iya ke adam. Kemudian adam langsung turun ke bawah menggunakan tangga. Setelah sampai di lantai bawah, adam langsung menuju ruang makan.


"Kemana dinda dam? Kok tidak di ajak?" Tanya bunda


"Dinda di kamar bun, istirahat. Adam cuma mau mengambilkan makanan untuk dinda" Jawab adam


"Ya sudah sana bawakan makanan untuk cucu menantu oma. Oma tidak mau kalau nanti cucu menantu oma semakin sakit" Ujar oma

__ADS_1


"Iya oma ku" Jawab adam sambil mencium pipi omanya


Adam pun mengambilkan makanan ke dalam satu piring. Adam berencana makan sepiring berdua bersama adam.


"Cih manja banget harus makan di ambilin. Baru segitu saja sakit sudah manja, dasar" Gumam seseorang sambil senyum sinis


Setelah selesai mengambilkan makanan, dan mneyuruh bi rum membuatkan susu hamil untuk dinda adam membawakan makanan dan susu untuk dinda.


Sebelumnya adam sudah menyuruh bi rum untuk mengganti kotak susu itu dengan kotak susu biasa. Tapi di simpan di tempat berbeda, dan di beri nama. Bi rum juga sudah di beri tahukan tentang rencana adam dan dinda.


Bi rum juga kaget mengetahui bahwa ada yg berniat jahat ke adam dan dinda. Adam percaya ke bi rum, karena bi rumini perempuan paruh baya yg sudah merawatnya sejak kecil. Bi rum juga hanya bisa berdoa untuk rumah tangga adam dan kehamilan yg di rahasiakan adam.


"Ayah, bunda, oma, opa, tante, paman adam naik ke atas dulu ya" Pamit adam


"Iya nak" Jawab mereka serentak


Adam langsung naik ke lantai tiga menggunakan lift. Karena dia membawa nampan berisi makan malam, dan susu dinda. Begitu sampai adam langsung bergegas ke kamarnya. Namun di lihatnya bahwa dinda sudah tertidur, mau tidak mau adam membangunkan dinda. Karena perutnya belum terisi makanan


Meletakkan nampan di nakas sampi tempat tidur mereka. Karena berniat membangunkan dinda, agar dinda makan dan meminum obat serta vitaminnya.


"Hem" Jawab dinda


Dinda pun bangun, dan bersandar di dipan tempat tidur. Kemudian adam mengambil piring yg ada di nampan di atas nakas. Dinda heran melihat adam hanya membawa satu piring dengan porsi yg banyak.


"Mas ini kok cuma satu piring, terus porsinya mana banyak lagi" ujar dinda


"Kita makan sepiring berdua ya sayang. Biar mas suapi sayang" Jawab adam


"Baiklah mas" Jawab dinda


Kemudian adam menyuapi dinda, dan berganti menyulang ke dirinya sendiri. Begitu la seterusnya sampai habis. Setelah habis adam menyuruh dinda meminum obat dan vitaminnya dulu. Setelah itu meminum susunya, dan menyuruh dinda istirahat.


"Ini sayang obat dan vitaminnya di minum dulu" Ucap adam sambil memberikan obat dan air putih untuk di minum dinda

__ADS_1


Dinda pun mengambil obat itu dan meminum kbat tersebut. Walau sebenarnya dinda paling anti minum obat, kali ini dia harus meminumnya. Karena suaminya ini paling tidak suka di bantah.


"Susu hamilnya sekarang di minum ya sayang" Ucap adam menyerahkan segelas susu ke dinda dan mengambil gelas bekas air putih tadi


Dinda mengambil segelas susu dari tadi adam dan langsung meminumnya hingga tandas. Kemudian menyerahkan gelas kosong tersebut ke adam. Sehabis itu dinda memilih merebahkan badannya di kasur menunggu suaminya. Karena adam keluar meletakkan piring kotor ke dapur.


Setelah meletakkan piring kotor di dapur, adam bergegas naik ke lantai tiga. Adam masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Kemudian merebahkan tubuhnya di samping istrinya.


"Kenap belum tidur hem?" Tanya adam


"Nungguin mas, pengen peluk" Ucap dinda dengan manja


"Duhhh tumbennya istri mas ini manja" Goda adam


"Oh jadi gak mau kalau aku manja. Ya udah, gak akan manja lagi" Ucap dinda dengan marah dan langsung membalikkan badannya


"Boleh dong sayang, boleh banget malah. Mas senang kalau kamu manja, tapi hanya sama mas aja ya" Jelas adam karena sudah melihat adinda marah


Dinda pun hanya diam saja tidak menjawab perkataan adam. Dia masih ngambek ke adam (maklum la ya bumil selalu sensitif).


"Sayang" Panggil adam sambil membalikkan badan dinda ke hadapannya


"Uda ya jangan marah, kalau marah kasian dedek di dalam. Entar dedeknya jadi juga ikutan marah ke daddynya. Istri mas kalau marah liat ni pipinya buat mas tambah gemas" ucap adam sambil mencium pipi dinda


Dinda pun yg di perlakukan seperti itu merasa geli dan senang. Karena suaminya mengerti kondisi dan mood dirinya ketika hamil.


"Duhh uda mas geli hahaha hahaha" Ucap dinda karena geli


"Iya uda ni, ya uda yuk kita tidur. Gak baik lo orang hamil begadang" Ucap adam


"Iya mas, tapi peluk ya" pinta dinda dengan wajah memelasnya


"Uhhh gemesnya istrinya. Iya mas peluk kok. Tanpa sayang minta mas akan meluk" jawab adam

__ADS_1


>tbc<


Jangan lupa like, vote, dan tambahkan ke favorit kalian


__ADS_2