
"Baru nyadar ada kak dinda sama kak adam di sini Lun" Celetuk Lina
"Hehehe maaf ya tadi kak" ucap Luna
"Iya gak apa-apa kok. Kamu tadi bilang habis marah-marah, emang kenapa?" Tanya dinda
"Itu tadi...."
Ucapan terpotong karena.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ucapan terpotong karena satpam masuk ke dalam rumah memberitahukan bahwa ada tamu datang ke rumah.
"Assalamualaikum tuan, nyonya" Salam satpam
"Waalaikumsalam pak, ada apa ya pak?" Jawab dan tanya mommy nesya
"Ini ada tamu di luar, katanya temannya non dinda" Jelas pak satpam
"Oiya sudah suruh masuk pak" Jawab dinda
Pak satpam pun keluar, dan menuju gerbang mansion. Menyuruh tamu dinda masuk ke dalam mansion karena sudah di persilahkan masuk.
"Assalamualaikum" Salam pria itu
"Waalaikumsalam" Jawab mereka serempak
Dinda pun menoleh dan terkejut, ternyata yg datang adalah abang angkatnya. Sontak dinda langsung berlari dan memeluk abangnya.
"Abang, dinda kangen" Ucap dinda sambil memeluk pria itu
Adam cemburu dan marah ke dinda, karena memeluk pria lain. Adam langsung berdiri dan menarik dinda dengan posesif.
Adam menatap tajam mata dinda bahwa dinda marah karena berani memeluk pria lain. Dinda pun mengerti, dan mengajaknya duduk. Mempersilahkan pria itu duduk dan mengajak adam duduk juga.
"Kenalin ini bang roni, abang angkat dinda"
"Roni" ucap roni berkenalan dengan semuanya
"Ini keluarga kandung dinda bang. Ini suami dinda, dan itu karin sahabatnya Lina. Itu sampingnya Lina, nah di samping abang Luna. Dan itu mommy nesya dan daddy bram" Jelas dinda
Roni pun mengangguk, dan adam meminta maaf karena berpikir bahwa roni pria yg menyukai dinda.
"Abang kemari ada perlu apa? Dan tau alamat ini dari siapa?" Tanya dinda
__ADS_1
"Abang kemari mau memberikan undangan pernikahan abang. Abang akan menikah minggu depan. Abang tau dari mama delima. Mami Lisa juga menyuruh dinda datang sebelum hari pernikahan." Jelas roni
"Wahhh abang ku akhirnya menikah juga. Selamat ya bang, Insha Allah dinda akan datang" Jawab dinda
"Ya uda abang pamit ya, soalnya abang ada tugas lagi" Permisi roni
"Iya bang, hati-hati di jalan ya bang" Jawab dinda
"Assalamualaikum" Salam roni
"Waalaikumsalam" Jawab semuanya
Setelah kepergian roni, adam meminta penjelasan kenapa dia memiliki abang angkat. Sedangkan saat pesta pernikahan mereka roni tidak datang.
"Jelaskan kenapa pria itu bisa jadi abang kamu?" Tanya adam
"Bang roni itu senior di dojang pelatihan dulu. Kami sama-sama atlet pemprov, dan sama-sama mewakili provinsi untuk tanding antar provinsi. Bang roni selalu menganggap dinda seperti adiknya, karena dia pernah memiliki adik perempuan yg seumuran dengan dinda, namun adiknya meninggal karena kecelakaan" Jelas dinda
Semua pun menganggukkan kepala tanda mengerti. Akhirnya mereka bercerita lagi, dan mengatakan bahwa dinda akan di sini selama setahu. Mereka menjelaskan ke keluarga dinda alasannya, dan keluarga dinda setuju.
Apa lagi mengetahui bahwa dinda sedang mengandung, mereka juga tidak ingin terjadi apa-apa dengan janin dinda.
"Sudah ashar, segeralah bersih-bersih. Kita shalat berjamaah di mushola belakang" Ucap daddy bram
Mereka pun langsung membubarkan diri, selesai bersih-bersih mereka turun. Dan menuju mushola belakang untuk shalat ashar berjamaah.
"Non ingin apa?" Tanya bi leli yg melihat dinda di dapur
"Ingin rujak mangga muda bi, sama kedondong ya bi. Buatkan yg agak pedas bi" Jawan dinda
"Iya non, bentar ya non bibi siapkan" Jawab bi leli
"Iya bi, dinda tunggu di kamar ya bi" Jawab dinda
Bi leli hanya menganggukkan, dan menyiapkan bahan untuk rujak dinda. Sedangkan dinda langsung menuju kamar, dan melihat adam ddengan heran masih di kamar.
"Loh mas katanya mau ke kantor?" tanya Dinda
"Besok mas ke kantor, mas mau di sini dulu nemani kamu" Jawab adam
"Iya uda terserah mas" Ucap dinda sambil duduk di samping adam
Tok tok tok
"Masuk aja bi" Ucap dinda dari dalam
__ADS_1
Ceklek
"Permisi nona, tuan ini rujaknya" Ucap bi leli
"Makasih ya bi" Sama sama non
"Bi buatkan saya teh madu pakai lemon ya bi, sama ayam saus barbeque bi" Ucap adam
"Baik tuan. Saya permisi ya tuan" Pamit bi leli
Dinda heran, dia tau adam tidak suka dengan barbeque. Tapi sekarang adam meminta di buatkan ayam saus barbeque.
"Mas kan tidak suka saus barbeque?" Tanya dinda heran
"Gak tau juga sayang, kenapa mas pengen makan itu" Jawab adam
Dinda pun mengangguk, dan berpikir mungkin bawaan si bayi. Dinda menikmati rujaknya, sambil menonton drama china favoritnya. Adam memilih fokus dengan kerjaannya, dan mengecek-ngecek laporan.
Tok tok tok
Bunyi pintu di ketuk pun terdengar lagi
"Masuk" ucap adam
"Permisi tuan, ini ayam saus barbeque nya" Ucap bi leli
"Hem" Jawab adam
Bi leli pun meletakkan saus ayam barbeque di atas meja, beserta nasi dan saus juga minuman. Bi leli menyiapkan untuk dua orang, sedangkan sisanya di dapur untuk makan malam semua orang.
Di mansion, pelayan menyiapkan makan malam pada sore hari. Jadi ketika mereka akan makan malam, pelayan tinggal memanaskan. Karena memang itu perintah dari mommy nesya.
Adam menghentikan pekerjannya, dan mulai makan. Adam mengambilkan juga makanan untuk dinda.
"Sayang makan dulu, jangan rujak terus" Ujar adam
Dinda pun melirik, dan mengambil piring yg sudah berisi nasi, lauk beserta sayur.
"Makasih mas" Ucap dinda sambil mencium pipi adam
"Sama-sama istri ku" Jawab adam
Mereka pun makan, sambil melihat drama china kesukaan dinda. Adam senang melihatnya, karena dinda memang memilih drama china yg aktion.
~tbc~
__ADS_1
Segini dulu, nanti author up lagi, maafkan author baru up ya. Karena author lagi di sibukkan dengan kegiatan dan kerjaan.
Sekali lagi maafin author 🙏🙏