
Tasya sungguh tidak terima, karena baru kali ini ada seorang laki-laki yg mengacuhkannya. Selama ini pria selalu bertekuk lutut di hadapannya. Dia pun jadi bertekad untuk membuat adam bertekuk lutut di hadapannya.
"Tunggu saja kau, aku akan mendapatkan mu dan memiliki mu" Ujar tasya lagi dalam hati karena geram dengan adam yg mengabaikannya bahkan menganggapnya tidak ada di sana
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Adam dan pak bagus juga tasya berkeliling melihat perkembangan proses pembangun hotel itu. Hingga tak terasa dua jam sudah mereka mengelilingi tempat itu.
"Baiklah pak bagus, sepertinya sampai sini saja. Karena saya memiliki urusan lain" Ucap adam
"Ah baiklah pak. Bagaimana nanti siang kita makan bersama" Ajak pak bagus
"Ohh..." Ucapan adam terpotong karena mendengar suara teleponnya berdering
Tringggg tringggg
"Sebentar ya pak, saya mengangkat telepon saya dulu" Ucap adam
Di lihatnya tertera "my wife", adam pun langsung mengangkat teleponnya di depan pak bagus dan tasya.
"Assalamualaikum sayang" Salam adam
"Waalaikumsalam mas, mas kenapa tidak bangunin ku" Ucap dinda kesal
"Eh maafin mas ya sayang, mas tidak tega tadi memabngunkan mu. Jadi mas membiarkan mu tidur lebih lama sayang" Jawab adam
"Huh mas nyebelin, seharusnya mas bangunin aku. Kan pengen ikut ke kantor huaaaa mas jahat" Jawab dinda sambil menangis
"Eh eh kok malah menangis sayang? Uda dong jangan menangis ya sayang. Ya sudah kamu ke kantor ya, mas ini mau balik ke kantor sayang. Kamu minta antar sama pak mamad ke kantor ya sayang" Ucap adam
"Emang mas lagi dimana? Mas lagi sama perempuan lain ya? Makanya mas gak bangunin aku" Tanya dinda curiga
"Gak sayang, mas lagi liat proses proyek pembangunan hotel sayang" Ucap adam
__ADS_1
" Oh iya udah, aku mau bersiap siap dulu. Mas nanti aku sampai kantor mas harus udah nyediain batagor, tahu kecap ulek yg pedas sama lontong sate medan" Ucap dinda
"Hah? Yg benar sayang, jam segini belum buka sayang. Tapi kalau lontong sate kemungkinan ada sayang" Jawab adam
" Gak mau tau, pokoknya harus ada. Aku sama dedek lagi mau makan itu" Ujar dinda dan langsung mematikan panggilannya
Huhhh adam menghembuskan nafasnya dengan kasar
Sedangkan tasya yg mendengar ada menerima panggilan telepon dan menjawabnya dengan mesra menjadi heran dan bertanya.
"Siapa yg menelponnya, kenapa adam menjawabnya dengan sayang bahkan dengan suara lembut. Apa dia sudah memiliki kekasi atau istri? Ah tidak mungkin, kalau dia sudah menikah pasti ayah mengatakan pada ku dan tidak mengajak ku untuk berkenalan dengan adam. Tapi tadi saja adam membahas tidak tega membangunkan tidur orang itu. Ah sudah la pokoknya aku harus mendapatkannya walau dia sudah menikah atau belum" Gumam tasya dalam hati
Pak bagus juga bertanya dalam hatinya siapa orang yg menelpon adam.
"Siapa orang itu, adam menjawabnya dengan lembut. Tadi saja adam sangat dingin ke anak ku. Apa itu istri atau kekasihnya? Kalau kekasih kenapa dia mengatakan tidak enak membangunkannya. Apa mungkin istrinya, kalau istri aku kenapa tidak mengetahui berita itu. Sepertinya aku harus bertanya" Ujar pak bagus dalam hati
"Maaf ya pak bagus, sepertinya saya tidak bisa ikut. Karena saya harus kembali ke kantor, karena saya tidak ingin mendapatkan amukan dari seseorang" Ucap adam
"Ah tidak apa apa pak. Tapi maaf ni pak kalau boleh tau siapakah yg tadi menelpon bapak?" Tanya pak bagus
"Istri??" Beo pak adam dan tasya bersamaan
"Iya pak istri, saya sudah menikah sekitar 5 bulan yg lalu. Kan berita pernikahan saya masuk ke dalam berita pak. Apa bapak tidak melihatnya?" Jelas adam dan tanya adam
"Ahh begitu pantas saja saya tidak tau pak. Saat itu saya ada di luar negeri, dan baru di Indonesia seminggu ini" Jawab pak bagus
"Oh begitu, kalau begitu saya permisi ya pak" Pamit adam
Pak bagus pun menganggukkan kepalanya ke adam, sedangkan tasya merencanakan sesuatu untuk adam. Hanya dia dan author la yg tau apa rencananya.
Adam memilih meninggalkan mereka, dan menuju mobil mereka. Begitu sampai adam langsung masuk ke dalam mobil dan menyuruh pak ujang menjalankannya.
"Rio kamu suruh orang untuk mencarikan batagor, lontong sate medan, tahu kecap ulek yg pedas" Suruh adam
__ADS_1
"Hah? Nyari batagor, dan tahu kecap ulek, serta lontong sate medan dimana pak?" Tanya adam
"Saya tidak tau. Itu urusan kamu, yg penting kamu carikan pesanan istri ku. Harus sudah sampai saat istri ku sudah di kantor" Ucap adam
Sedangkan rio menggerutu dengan perintah adam, karena permintaan istri tuannya sangat aneh dan sangat susah di cari.
"Huhh ada ada saja nona dinda. Aku harus mencari kemana pesanannya" Gerutu rio dalam hati
Rio pun menghubungi salah satu anak buahnya mencarikan pesanan dinda.
"Rio apa ada lagi jadwal saya setelah ini?" Tanya adam
"Ada pak, setelah ini kita akan rapat bulanan pak setelah ini" Ucap rio memberitahukan
"Hem" Jawab adam
Akhirnya tidak sampai satu jam mereka sampai di kantor, dan istrinya belum tiba di kantor. Adam pun menghubungi dinda.
"Assalamualaikum sayang, kamu dimana?" Tanya adam
"Waalaikumsalam mas, ini masih di jalan. Sudah mau dekat mas, apa pesanan ku sudah ada mas?" Jawab dinda
"Oiya sudah sayang. Soal pesanan mu biar mas tanyakan ke rio ya sayang. Apa ada lagi yg kamu mau sayang?" Tanya adam
"Adam mas, aku mau jus buah naga di campur brokoli sayang" Jawab dinda
Pak mamad yg mendengar penuturan nona mudanya pun hanya geleng kepala. Karena permintaan nonanya itu sangat aneh seperti orang mengidam saja.
"Hah? Tidak salah itu sayang?" Tanya adam
"Tidak mas, pokoknya aku mau itu. Aku sudah sampai loby mas. Aku turun dulu" Ucap dinda sambil mematikan panggilannya
"Huh dasar, untung cinta. Kalau tidak uda aku buang ke laut. Kebiasaan main matikan saja" Kesal adam
__ADS_1
>tbc<
Jangan lupa like, vote, tambahkan ke favorit kalian