
Setelah selesai menyiapkan makan malam, Luna memanggil yg lain untuk bersiap makan malam. Btw mereka uda pada mandi ya ketika Dinda, Luna dan Lina sedang menyiapkan makan malam.
Dinda, Luna dan Lina pergi ke kamar untuk mandi, setelah itu Dinda mengajak mereka shalat. Namun Luna dan Lina kikuk karena selama ini mereka tidak pernah shalat. Bahkan mereka terakhir shalat saat duduk di bangku SD saat nenek mereka masih ada. Akhirnya Dinda mneyuruh mereka untuk mengikuti gerakan Dinda, dan Dinda yg berniat jadi Imam tidak jadi. Karena abang Iparnya juga akan melaksanakan shalat magrib, dan akhirnya bang bayu yg menjadi Imam untuk mereka semua.
Sedangkan mommy nesya dan daddy bram sedih karena selama ini mereka telah gagal jadi orang tua. Karena mereka tidak pernah mendidik anak anaknya tentang agama Islam. Mereka sedih, dan malu sebagai orang tua, karena anaknya tidak mengerti tata cara shalat. Begitu juga mereka yg sudah lupa gerakan shalat. Akhirnya mereka masuk pun shalat mengikuti gerakan Imam, yaitu abang ipar Dinda.
Selesai shalat mereka semua langsung menuju ke ruang makan, untuk makan bersama. Tapi karena bangku tidak muat, akhirnya mereka makan di halaman belakang, makan dengan lesehan di sana sambil bercengkrama. Mereka sangat menikmati makan mereka di sana. Sudah sangat lama rumah ini tidak makan seperti itu. Apa lagi sekarang mama Delima dan Papa surya akan semakin merasa kesepian karena putri mereka bernama Dinda akan ikut bersama keluarga kandungnya ke Jakarta. Dinda juga kerja di Jakarta, dan juga bisnisnya Dinda ada di sana juga.
__ADS_1
Setelah selesai makan malam, mereka bersiap untuk packing, karena mereka besok akan berangkat ke bandara yg berjarak dengan kampung mereka sekita 5 jaman perjalanan menggunakan mobil. Mereka packing, dan kak Tia kakaknya dinda juga ikut ke Jakarta untuk mengantarkan adiknya, dan melihat tempat tinggal adiknya nanti. Karena memang sedang libur anak sekolah, jadi Tia tidak masalah akan di sana dulu.
Mereka yg sudah selesai packing pun akhirnya memutuskan untuk tidur. Karena mereka akan berangkat ke Medan besok pagi pagi.
Subuh hari, mereka terbangun karena mendengar adzan berkumandang. Akhirnya mereka bangun dan bersiap untuk shalat subuh berjamaah. Namun Dinda tidak melihat keluarga kandungnya bangun. Dan Dinda memilih membangunkan mereka, Dinda tidak sulit untuk membangunkan mommy dan daddynya. Tapi sangat sulit membangunkan kedua saudara kembarnya.
Selepas mereka shalat subuh, Dinda mengajarkan Luna dan Lina untuk membuat sarapan, di bantu dengan kak Tia dan Kak melisa menyiapkan sarapan. Mereka memasak makanan yg simpel, seperti ayam goreng, dan sambal belacan untuk sarapan. Karena permintaan Luna yg ketagihan dengan sambal belacan buatan Dinda.
__ADS_1
Selama ini mereka tidak pernah merasakan sambal terasi yg begitu enak seperti buatan Dinda. Selesai membuat sarapan, Lina yg memutuskan untuk memanggil mereka untuk sarapan. Akhirnya mereka sarapan bersama dengan lesehana di halaman belakang. Mereka sarapan dengan tenang, begitu juga Kesya dan Rizky. Selesai sarapan mereka bersiap mandi, untuk segera berangkat ke Bandara Kualanamu yg akan mereka tempuh selama 5 jam lamanya dalam perjalanan menggunakan mobil.
Setelah mereka bersiap, mereka langsung menyusun barang dan oleh oleh yg sudah Dinda pesan kemarin sore untuk di bawa ke Jakarta. Mereka membawa dua mobil ke medan, kali ini mereka membawa mobil pribadi. Yg nantinya mereka akan singgah ke rumah salah satu saudara mereka yg ada di Lubuk Pakam untuk mengantar mereka ke Bandara, karena nanti mobil akan mereka titipkan di rumah saudara mereka yg di Lubuk pakam.
Segitu dulu ya author kasih. Karena author mau lanjut buat episode lanjutannya. Author tinggal potong dari ms word, karena uda author siapin. Jadi author tinggal salin lagi saja😬 uda ya segitu dulu byeeeeee
Jangan lupa di vote, like, dan di share ya cerita author. Author nulis ini sebagai kegabutan semata aja😂😂
__ADS_1
Jangan lupa ya pembaca author tercinta untuk likenya tambahkan ke favorit kalian, likenya juga jangan lupa☺️