
"Permisi pak" ucap rio
"Ada apa?" tanya adam
"Begini pak, para pemegang saham ingin bapak kembali ke kantor dan menangani perusahaan" ujar rio
"Saya akan kembali ke kantor setelah istrinya sehat" ucap adam
Dinda yg mendengarnya kaget, karena dia pikir selama ini suaminya sering ke kantor. Namun ternyata suaminya tidak pernah datang.
"Mas?" panggil dinda
"Kenapa hem?" tanya adam
"Mas beneran....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mas beneran tidak pernah perusahaan?" tanya dinda
"Emm iya sayang" ucap adam
"Kenapa mas?" tanya dinda
"Karena mas ingin ketika kamu bangun, yg pertama kali kamu lihat adalah mas sayang" jawab adam lirih
Dinda pun mendengar jawaban adam semakin merasa bersalah. Karena dirinya suaminya tidak pernah datang ke perusahaan.
"Mas maafin aku ya, karena aku mas tidak pernah ke perusahaan. Karena aku juga tubuh mas tidak terawat" ucap dinda terisak
"Hei sayang, kamu gak salah. Ini kemauan mas sendiri. Uda ya jangan nangis ya sayang" Ujar adam menenangkan
"Oke aku gak akan nangis, tapi mas besok harus ke perusahaan ya" ucap dinda
"Baik lah sayang, mas besok ke perusahaan. Kamu besok di jaga oleh Luna dan Lina ya" ucap adam
__ADS_1
"Iya mas" jawab dinda sambil tersenyum
"Sudah besok saya ke perusahaan. Kamu kembali ke perusahaan" pinta adam ke rio
Rio pun pamit keluar, dan kembali ke perusahaan. Akhirnya sang bos datang ke perusahaan besok hari.
Setelah rio pergi, tidak berapa lama mommy datang membawakan pesanan dinda. Bunda dan mama delima tidak ikut ke rumah sakit. Karena mama delima harus mengantar Meli dan Mila kembali ke pesantren.
Sedangkan bunda kembali ke mansion, karena ayah mengajak bunda menjenguk jenny. Jadi hanya mommy yg membawakan masakan dari bunda dan mama delima.
Mommy menyiapkan masakan yg di bawanya, menyusun dan mengambilkan piring untuk adam dan dinda.
"Nah ini makannya ya" ucap mommy
Adam pun langsung mengambil piring yg di sediakan mommy. Adam mengambil satu piring dan berbagi berdua. Mereka makan bersama satu piring berdua.
Mommy yang melihatnya pun bersyukur, karena melihat adam menjadi suami yg sangat baik kepada dinda putrinya.
"Semoga kalian selalu bahagia ya nak. Setelah ini tidak ada lagi yg mengganggu rumah tangga kalian" gumam mommy dalam hati
Saat membersihkan adam melihat mommy nesya tertidur sambil tersenyum. Adam merasa sepertinya mommy tidur memipikan yg indah.
Selesai membersihkan, adam menyuruh dinda untuk minum obat. Selesai dinda minum obat, dinda merasa mengantuk. Karena obat yg diberikan memang ada yg membuat mengantuk. Karena itu untuk membuat pasien istirahat yg cukup.
Adam memperhatikan dinda terlelap, adam pun keluar ruangan. Adam pergi ke kantin untuk membeli kopi, karena dia butuh kopi. Setelah itu adam kembali lagi ke ruang rawat dinda.
Adam meletakkan kopi di atas meja samping ranjang dinda. Tak terasa dinda tidur hingga dzuhur, dia bangun karena mendengar suara adzan dzuhur.
Dinda melihat ke kanan-kiri tidak ada adam, dia hanya melihat mommynya tidur di sofa. Tapi dinda mendengar suara air dari dalam kamar mandi.
Dinda memperhatikan pintu kamar mandi, hingga lima belas menit kemudian terbuka muncul adam. Adam ternyata mandi, dan dilihatnya adam lebih fresh.
Adam merasa ada yg memperhatikannya, karena begitu keluar kamar mandi adam membelakangi dinda. Adam menghadap kaca untuk merapikan rambutnya.
Adam melihat ke belakang, ternyata sang istri sudah bangun dan memperhatikannya. Adam langsung beranjak ke ranjang dinda.
__ADS_1
"Ada hem?" tanya adam
"Mas mau wudhu" ucap dinda
"Kamu kan masih sakit sayang" Ucap adam
"Tidak masalah mas. Kan masih bisa aku shalat di ranjang" ujar dinda
Adam pun mau tidak mau menggendong dinda ke kamar mandi untuk wudhu. Infusnya di letakkan di gantungan yg ada di kamar mandi. Selesai wudhu dinda memanggil adam kembali, dan adam sudah melapisi tangannya dengan kain.
Adam membawa dinda lagi ke atas ranjang pasien. Setelah itu memberikan mukenah ke dinda. Saat dinda memakai mukenah, mommy terbangun dan melihat putri dan menantunya mau shalat.
"Eh tunggu mommy, mommy juga mau shalat. Bentar ya mommy wudhu dulu" ucap mommy nesya
Adam dan dinda mengangguk bersamaan, mereka mununggu mommy nesya. Setelah itu mommy nesya langsung memakai mukenah.
Mereka shalat bertiga, dengan adam sebagai imamnya. Dinda shalat dalam posisi bersandar di ranjang. Karena punggung dan kaki dinda masih sakit buat duduk atau berjalang.
Selesai shalat, mereka mengaji bersama kecuali mommy nesya. Mommy nesya langsung pulang, karena mendengar handphonenya berdering. Suaminya menghubunginya untuk menemani Luna fiting baju.
Luna akan segera menikah, namun pernikahan akan di gelar setelah dinda pulih. Namun sekarang dia harus melakukan fiting baju, agar saat acara baju benar-benar pas.
Tidak lama mommy nesya pulang, mama delima datang dengan membawa makanan. Karena mama delima sudah di hubungi oleh mommy nesya untuk membawakan makan siang untuk mereka.
Mommy nesya membawakan bubur yg di buatnya, dan memberikan ke adam. Mommy juga membawakan makan siang untuk adam.
"Ini buburnya nak. Kamu suapi dinda" ujar mama delima
"Iya ma" ucap adam
Adam pun mengambil bubur tersebut, dan menyuapi dinda. Selesai menyuapi dinda, adam mengambilkan obat untuk dinda minum. Setelah itu adam baru makan siang bersama mama delima.
~tbc~
Hari ini tiga episode dulu ya, besok baru author up lima episode ☺️ Terimakasih buat reader setia author 🤗🤗
__ADS_1