Menjadi Istri Pengganti

Menjadi Istri Pengganti
Episode 54


__ADS_3

"Betah kok omah, hanya saja dinda rindu sama mommy nesya omah. Dinda ingin tinggal di sana dulu beberapa bulan omah" Jawab dinda dengan sendu


Sedangkan ada seseorang yg tersenyum senang dengan itu. Dia bahkan sudah merencanakan sesuatu untuk membuat mereka berpisah.


"Bagus, kalau dia pindah dari rumah ini aku lebih mudah membuat mereka berpisah secepatnya" Gumam orang itu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nak di sini dulu ya, bunda masih ingin kamu tinggal di sini" Ucap bunda sedih


Dinda dan adam yg mendengar perkataan bunda pun menjadi tidak tega. Namun mereka harus segera membuka kedok orang itu, demi kabikan calon anak mereka.


"Maafin dinda ya bun, dinda janji kok nanti dinda sering kemari" Ucap dinda


"Uda la bun, dinda mungkin memang lagi rindu sama mommynya" Ucap ayah


"Ya sudah, tapi kamu janji ya akan sering kemari" Ucap bunda


"Iya bun, dinda janji" Jawab dinda


"Kapan kamu akan pergi nak?" tanya opah


"Hari ini opah, karena sekalian mau mengajarkan Luna mengambil alih kantor opah" Jawab dinda


"Ya sudah, bara kamu ikut sama istri mu. Jangan sampai kalian justru tinggal di rumah yg berbeda" Perintah opah


Adam hanya menganggukkan kepalanya saja, dan dia juga senang. Namun ada orang yg tidak senang akan hal itu.


"Kak dinda apa boleh aku nanti berkunjung ke tempat kak dinda. Aku masih ingin memperdalam agama" ujar Catherine


"Tentu dong, kita sama-sama belajar ya. Nanti aku ajak ke salah satu pesantren yg ada di Jakarta tempat aku menimbah ilmu agama selama di Jakarta" Jawab dinda

__ADS_1


"Apa tante boleh ikut?" Tanya Tante ayu


Ya tante ayu sudah lama sangat ingin lebih mengenal agama. Dan dia sekarang merasa sudah sepantasnya untuk belajar agama lebih dalam. Karena melihat calon menantunya bisa menutup aurat pada hal dia seorang bule dan tinggal di negara yg bebas.


"Tentu saja boleh tan, kan tidak ada larangan untuk tante" Jawab dinda dengan senyuman tulusnya


"Makasih ya nak. Beruntung adam menikah dengan mu" Ujar tante ayu


Dinda hanya menjawab dengan senyuman saja, dia menampilkan senyuman manisnya.


"Ya sudah dinda bersiap dulu ya semua" Pamit dinda dan langsung menuju lantai tiga


Sedangkan adam di ruang keluarga bersama yg lainnya. Adam menampilkan wajah sedihnya di depan keluarganya. Sungguh sudah seperti seorang aktor saja si adam ini.


"Nak kamu harus buat rumah tangga kalian baik ya nak. Jangan sampai ada kata perpisahan ya nak" Nasehat omah


"Iya omah, adam janji" Jawab adam


"Ya sudah sana susul istri mu, bantu dia menyusun pakaian kalian" Perintah opah


................


Di lain tempat ada seseorang yg menelpon orang lain.


"Eh lo tau tu perempuan akan tinggal di rumah orangtuanya" Ucap orang itu ke orang di seberang teleponnya


"......."


"Lo gak percayaan banget sama gue. Sekarang tinggal lo muncul ke permukaan deh. Karena wanita itu juga sibuk ngurusin perusahaan orang tuanya. Jadi lo bisa ngedekatin adam buat misahin mereka" Ucap orang itu


"........"

__ADS_1


"Iya lo tenang aja, rencana ini pasti berhasil. Lo buruan balik ke Indonesia, dan jalankan rencana lo" Ucap orang itu


"........."


"Oke gue tunggu kedatangan lo. Gue mau ke mall dulu, bye" ucap orang itu mematikan sambungan telepon


"Tunggu aja adam gue akan balas semua rasa sakit yg di rasakan sahabat gue. Akan gue buat lo ngerasain gimana sakitnya hati sahabat gue" Ujar orang itu dalam hati


Kemudian orang itu menuju ke lantai bawah untuk nyamperin sepupunya dan Catherine calon istri Leon. Karena mereka janji akan ke mall nemanin Catherine mencari baju gamis dan hijab syar'i. Catherine sudah mengatakan kepada mereka setelah menikah dia akan lebih menutup auratnya.


Setelah sampai bawah mereka langsung saja menuju keluar rumah. Dan berjalan menuju mobil mereka, karena mereka hanya menggunakan satu mobil saja.


"Kak Catherine nanti ajarin aku ya pakai hijab gini. Cantik" Celetuk nindy


Sedangkan jenny dan nadia heran melihat nindy mau mengakrabkan diri ya ke Catherine. Karena mereka tau nindy tidak akan berbicara ke orang yg baru di kenalnya. Dan hanya dinda yg bisa akrab dengannya, apa lagi dinda bisa mengajak wanita pendiam itu mengeluarkan suara jika bersamanya.


"Tumben lo ngomong" Ucap nadia


Sedangkan nindy tidak menjawab hanya diam saja. Ya gitu la nindy, bahkan ke saudara kembarnya sendiri dia begitu. Catherine yg melihat pun hanya diam saja. Karena dia masih canggung karena dia minder dengan mereka.


"Tau tuh tumben lo ngomong nin. Biasanya lo hanya bicara saat ada kak dinda aja" sambung jenny


"Suka-suka gue la, urusan gue bukan urusan kalian" Jawab nindy dingin


Akhirnya mereka semua diam mendengar jawaban nindy yg dingin ke mereka. Dua puluh lima menit kemudian mereka sampai di Mall xx. Mereka langsung memarkirkan mobilnya, dan masuk ke dalam mall.


Mereka berkeliling mencari baju gamis, namun selalu di tola Catherine. Karena harganya terlalu mahal untuk Catherine. Bahkan dia mengajak mereka membeli gamis di pasar saja yg lebih murah.


"Aduh baju di sini mahal mahal, mending kita di pasar tradisional aja lebih murah" ucap Catherine


>tbc<

__ADS_1


Segini dulu ya, nanti author lanjut lagi oke


Jangan lupa like, vote, komen, dan tambahkan ke favorit kalian🤗


__ADS_2