MENJADI KUPU MALAM

MENJADI KUPU MALAM
PENGUNDURAN DIRI PANJI


__ADS_3

Panji sudah berada di kantor dan bertemu dengan Papa Firman serta Mama Rika. Rey pun ada di sana.


"Dari mana saja? Anetha bilang, kau pergi dari pagi?" tanya Papa Firman kesal.


Panji tidak menjawab pertanyaan Papa Firman. Ia malah membicarakan hal lain.


"Ada masalah apa? Se -rumit itu?" tanya Panji dengan santainya.


"Bisa -bisanya kau se -tenang itu Panji? Ini semua gara -gara kamu!! Proyek raksasa yang gagal itu harus jatuh ke tangan saingan besar kita, dan ini akibatnya? Puas kamu? Papah mendirikan perusahaan ini dari enol dan mati -matian jatuh bangun!! Dan kamu hanya bisa memperburuk masalah ini dan menjatuhkannya dengan mudah. Ini karena skandal kamu tidur dengan wanita murahan itu!!" ucap Papa Firman dengan murka.


Wajahnya sudah berwarna merah karena marah dan menahan emosinya. Mungkin kalau berada di rumah Panji sudah babak belur di tangan Papahnya sendiri.


"Papa ingin menyalahkan Panji? Silahkan? Tapi Panji tidak pernah terima sudah di permalukan seperti ini. Papah tidak tahu, betapa kejam dunia perusahaan hingga menjatuhkan lawannya dengan cara licik," ucap Panji kesal.

__ADS_1


"Kau masih saja tak terima dengan semua kesalahan kamu? Kamu itu sudah salah, bukannya mengakui malah mengelak dengan semua pa yang telah terjadi," ucap Papa Firma semakin terbawa emosi.


"Bukan ingin membela diri. Mungkin Rey bisa menjelaskan semuanya. Gadis malam itu juga hanya gadis bayaran. Mungkin satu hari Papah akan tahu yang sebenarnya," ucap Panji tak kalah dengan sara keras.


"Kamu masih saja keras kepala!! Andaikan Papah tidak mempercayakan proyek ini kepadamu!! Perusahaan ini tidak akan merugi sebesar ini dan hampir bangkrut seperti saat ini. Ini semua salahmu!! Lebih baik kau pergi dari sini. Papah muak lihat kamu!!" teriak Papa Firman dengan lantang.


Panji melotot ke arah Papa Firman. Kali ini Papahnya sudah kelewat batas. Ia benar -benar di permalukan di depan seluruh karyawan persahaan tentang skandal ia tidur denagn wanita malam.


"Sabar Nji. Kita harus buktikan. Dan kita buat perhitungan dengan Brian, dia harus bertanggung jawab atas ini," bisik Rey dengan suara tegas.


Papah Firman hanya ingin marah bukan menuduh dan menfitnah panji. Hanya sebagai ungkapan kekesalan, namaun Panji yang masih berjiwa muda pun tak bisa menerima itu semua dengan mudah.


"Kamu mau kemana Panji? Jangan pernah tinggalkan Papah dan Mamah. Kamu adalah satu -satunya anak Mamah," ucap Mama Rika berusaha menahan Panji untuk tetap di sini dan berpikir ulang sebelum bertindak.

__ADS_1


"Tidak. Panji ingin buktikan semuanya. Satu hal lagi, Panji juga akan menceraikan Anetha. Gadis itu belum Panji sentuh sama sekali," ucap Panji ketus.


"Kau gila. Menceraikan Anetha sama saja, kau ingin membunuh Papahmu secara perlahan, Panji!!" teriak Papah Firman semakin lantang.


"Membunuh Papah perlahan? Apa maksud Papah?" tanay Panji tak paham.


Keduanya memang di jodohkan sudah sejak lama. Tapi, selama ini malah Anetha yang sellau meminta uang pada dirinya.


"Ya. Papah pasti akan di permalukan jika kau sampai meninggalkan Anetha," ucap Papah Firman.


"Anetha tidak mau bercerai dari kamu, Mas Panji. Anetha tetap ingin bersama," ucap Anetha berusaha meyakinkan Panji.


"Aku sudah tidak bekerja. Aku pengangguran dan aku akan mengembalikan semua barang pemberian Papah. Ini kartu kredit, ini kartu debit, ini kunci mobil. Terima kasih sudah mendidik Panji dan menyekolahkan Panji sampai menjadi orang seperti sekarang ini. Mungkin saat ini, Panji akan buktikan semuanya, siapa yang salah dan siapa yang seharusnya bertanggung jawab. Satu hal lagi, ini semua demi mengembalikan kepercayaan Papah dan Mamah. Oh ya, cincin ini juga aku kembalikan. Aku dan kamu sudah bukan siapa -sipa lagi," ucap Panji dengan suara tegas dan lantang.

__ADS_1


Ia pun bergegas pergi dnegan Rey. Rey hanya bisa mengangguk kecil ke arah Papah Firmana dan Mama Rika, dan berjalan mengikuti Panji


__ADS_2