MENJADI KUPU MALAM

MENJADI KUPU MALAM
BUKTI CINTA PANJI


__ADS_3

"Kau tahu? Aku tak suka melihatmu berinteraksi dengan Raka!! Apa kamu tidak menghindari Raka? Atau emang kamau yang senang di dekati lelaki?" tanya Panji dengan suara kasar.


Sikap posesif Panji semakin kentara. Panji semakin keras kepada Maura.


Maura mencoba diam tak mendengarkan. Ia hanya berganti pakaian dan merebahkan tubuhnya di kasur dengan cepat. Tubuhnya benar -benar sudah lelah. Maura hanya ingin diam, tak berdebat dan tidur dengan sangat nyenyak.


"Kau tak mendengarku? Apa pura -pura tuli? Maura!!" teriak Panji dengan nada tinggi membentak.


Maura sengaja menutup wajahnya dengan bantal hingga membuat Panji semakin murka. Panji langsung mengambil bantal itu dan melemparkan ke segala arah dengan asal.


Sejak tadi di Cafe. Panji sudah menahan emosinya untuk tidak memarahi Maura di depan orang banyak karena kecemburuan Panji yang sudah kelewat batas.

__ADS_1


Maura membuka matanya dengan lebar dan menatap tajam ke arah Panji. Ia juga kesal. Panji tak tahu, betapa lelahnya Maura hari ini.


Maura bangkit dari tidurnya. Ia berdiri tepat di hadapan Panji yang sudah memerah wajahnya. Ia kesal dan marah di diamkan oleh Maura.


"Kau gak dengar? Maura lelah!!" teriak Maura tak kalah keras. Maura sudah habis kesabarannya. Di cemburui, dan selalu tidak di percayai itu adalah hal yang paling di benci oleh Maura.


Maura pun memilih pergi dari kamar dan tidur di sofa panjang di ruang tengah. Panji hanya diam tak percaya, Maura yang lembut dan manis itu bisa marah.


"Maura!! Kau dengar aku? Kembali ke kamar!!" teriak Panji dengan kasar.


Maura sudah tak mau berdebat. Ia memilih berpura -pura tidur. Dadanya sesak sekali. Panji tak pernah sekasar ini sebelumnya. Ia selalu lembut dan selalu menampakkan rasa sayang dan rasa cintanya kepada Maura. Namun, semenjak Maura mengetahui pernikahan Panji dan Anetha, Maura memang ingin menjaga jarak dengan Panji. Tapi, Panji tak terima dengan perlakuan Maura pada dirinya. Bagi Panji, Maura adalah seseorang yang paling penting dalam hidupnya. Maura adalah prioritas kebahagiaannya.

__ADS_1


Panji ikut keluar dari kamar dan mendapati Maura yang sudah terlihat terlelap di sofa panjang itu.


Ia ikut duduk di tepi sofa dan mengajak Maura bicara.


"Maura. Aku tahu kau belum tidur. Aku hanya ingin bicara. Aku hanya ingin kamu tahu, kalau aku tak bisa jauh dari kamu, apalagi memikirkan harus kehilangan kamu. Jadi, jangan pernah buat aku cemburu lagi. Kamu harus bisa menjaga perasaanku dengan tidak berinteraksi dengan lelaki lain baik di depan aku atau sedang tidak di depanku. Aku tidak suka, kamu membuka celah untuk para lelaki itu ingin memiliki hatimu juga," ucap Panji lirih. Hatinya juga sakit melihat pemandangan yang selalu membuat Panji naik darah hingga ke ubun -ubun.


Maura mendengar semua keluhan Panji. Ia tak membuka matanya. Kedua matanya ia biarkan tetap terpejam.


Tangan Panji mnegulur dan megusap lembut wajah Maura. Ibu jarinya terus menjelajah bibir mungil Maura. Hasratnya mulai memuncak. Menatap wajah Maura saja, ia bisa begitu terpesona.


Cup ...

__ADS_1


Bibir mungil itu pun di kecup lembut tanpa persetujuan pemiliknya. Tapi, hal kecil ini sudah biasa di lakukan Panji sebagai bentuk bukti rasa cintanya pada Maura.


__ADS_2