MENJADI KUPU MALAM

MENJADI KUPU MALAM
PANJI TAK PULANG


__ADS_3

Panji sudah berada di ICU rumah sakit di mana Papahnya sedang di rawat. Pernyataan tentang Papahnya yang sakit itu adalah benar adnya dan bukan sekedar ucapan bohong atau isapan jempol belaka.


Panji datang ke rumah sakit setelah ia pergi ke sebuah show room untuk membeli sebuah mobil. Transaksi mobil sedang di proses, tiba -tiba seoranga laki -laki muncul dari arah dalam dan memanggil Panji. Lelaki itu mengenali sosok Panji sebagai putra kesayangan rekan kerjanya tak lain Firman.


Firman mengaki rekan kerja sekaligus sahabat Firman, Papa Panji. Ia mengaku ikut bersedih dengan apa yang sedang di alami Firman dan kesehatannya yang menurun. Usut punya usut akhirnya di ketahui pasti dan bena adanya Firman, Papah Panji memang sedang berada di ICU karena penyakit jantungnya yang kambuh.


Tanpa pikir panjang, setelah proses pembayaran mobilnya. Panji pun langsung pulang ke rumahnya dan langsung menuju rumah sakit untuk menjenguk Sang Papa. Biar bagaimana pun juga, Firma adalah Papahnya. Sikapnya yang keas kepala, egois, penuh emosi dan galak, hanya mencerminkan sikap seorang pemimpin yang tegas dan berani mengambil keputusan dalam waktu cepat tanpa membeda -bedakan seseorang dnegan orang lain termasuk anak kandungnya sendiri.


Panji berad di luar ruangan ICU. Sejak tadi ruang ICU itu sangat steril dan taka ada satu pun yang boleh masuk. Mama Rika dan Panji hanya bisa menatap Sang Papa dari kaca luar jendela besar yang menghubungkan ruang tunggu pasien dengan kamar ICU itu.

__ADS_1


Jelas terlihat tubuh lemas dan lemas terkulai tak berdaya tertidut di ranjang ICU dengan beberapa selang yang mengaliri tubuh Sang Papah. Panji sendiri tidak tahu selang apa saja itu. Separah apa penyakit Sang Papah sampai harus masuk ke adalam ruang ICU. Karena selama hidup Panji, Papa Firman baru kali ini masuk ke ICU.


"Apa yang terjadi sebenarnya Ma? Papah kenapa?" tanya Panji penasaran. Ia bolak balik duduk dan berdiri lalu menatap Sang Papa yang masih sama dan belum menunjukkan tanda -tanda ada pergerakan siuman.


Mama Rika seak tadi hanya diam dan duduk di salah satu kursi tunggu sambil menyeka air matanya yang luruh terus mengalir dari kedua matanya. Air matanya sejak kemarin tak kering. Ada saja hala yang membuat pedih hati wanita paruh baya itu.


Hubungan mereka sangat dekat. Hanya saja kemarin sedikit terjadi kesalah pahaman di anatar mereka.


"Maafkan Panji, Ma. Maafkan Panji yang sudah meninggalkan Mama sendiri. Mama pasti takut?" tanya Panji pelan.

__ADS_1


Mama Rika masih menangis di pelukan Panji. KIni tangisannya makin menjadi. Rasanya Mama Rika tak berdaya dan tak memiliki upaya lagi selain menangis dan menangis.


"Papah kenapa, Ma? Tolong ceritakan, kejadian yang sebenarnya?" tanya Panji pelan.


Mama Ruka masih memeluk Panji dnegan erat. Ia tak kuasa lagi menahan air matanya. Mengingat kembali kejadian dua hari yang lalu. Kejadian yang tak pernah di bayangkan akan terjadi oleh baik oleh Papa Firman maupun oleeh Mama Rika sendiri.


Di saat kondisi keluarga Panji terpuruk. Di tambah muncul masalah baru yang mnegungkap sebuah rahasia besar. Justru rahasia itu malah membuat Papa Firman dan Mama Rika tak berkutik dan tak bisa berbuat apa -apa. Kecuali diam dan menurut.


Panji hanya merasakan ada hal aneh yang terjadi. Sedikit ada kejanggalan, namun ia tak tahu apa itu.

__ADS_1


__ADS_2