MENJADI KUPU MALAM

MENJADI KUPU MALAM
BIMBINGAN


__ADS_3

Seperti biasa riuh teriakan siswi -siswi masa kini yang sudah terlanjur kagum dengan opa opa korea yang meang patut di kagumi itu.


Pagi -pagi sekali mereka datang ke sekolah untuk tujuan tertentu selain untuk mengenyam pendidikan. Salah satunya aalah bertukar poster atau membahs film series grup kesukaan mereka dengan masing -masing orang yang berbeda yang di kaguminya.


Sampai -smpai para gadis itu membuat geng dengan jumlah yang sama seperti grup opa -opa korea itu, dan mereka menamai grup tersebut dengan nama Gadis Kesayangan Opa Korea. Benar -benar dunia sudah terbalik. Se -heboh itu menyukai idola?


"Sakura? Ini poster yang kamu inginkan dari kemarin. Akhirnya aku temukan juga di salah satu penjual poster di pinggir jalan kelabu itu," ucap Lili penuh semangat sambil memberikan poster yang ag besra itu.


"Wah ... Ini keren sekali. Makasih bnaget. Berapa harganya bir aku ganti?" tanya Sakura kembali saat menerima poster bergambar Suga "BTS" kesukaannya.


"Arghh ... Tidak perlu. Kita kan satu geng, tidak ada tuh hitung -hitungannya. Kalau memang ada ya kita beli, demi kesayangan kita juga kan? Biar kamar kita penuh gambar calon suami kita," ucap Lili dengan kedua mata berbinar.


Tidak lama beberapa gadis lainnya yang datang pun ikut bergabung menjadi satu. Mereka mulai membahas opa -opa kesyaanagn mereka yang sempat muncul di TV tadi malam. Beberapa gadis termask Sakura sudah termakan oleh cinta buta, cinta halu yang mengagumi idolanya dengan amat sangat.


"Tahun depan, aku jadi kuliah di korea guys. Papahku sudah mengijinkan aku untuk kuliah di sana, dan itu tandanya tinggal selangkah lagi aku bisa bertemu langsung dengan opa -opa itu," ucap Sisy dengan tawa bahagia.


Tadi malam memang Sang Papah mengabulkan permintaan anak manjanya itu.


"Uhh beruntung banget sih kamu, Sy?" ucap Sakura dengan tulus.


"Aku juga liburan akhir tahun ini bersama keluarga memilih pergi ke Korea. Papah dan Mamahku juga udah setuju," ucap Memey yang baru saja ikut bergabung dengan geng Gadis Kesayangan Opa -opa Korea.


Ghibah mereka tak akan berhenti jika bel berbunyi dengan nyaring tanda masuk kelas dan pelajaran kan segera di mulai.

__ADS_1


Materi hari ini sungguh melelahkan sekali. Mereka masuk kelas IPA secara paksa agar orang tua mereka senang. Padahal, mereka muak dengan pelajaran berhitung, mulai dari matematika, fisika dan kimia. Mereka harus pusing menghafal rumus, mencari cara lain untuk mendapatkan jawaban yang lebih cepat sampai harus menghafal unsur -unsur kimia yang membuat otak mereka pun ikut mendidih.


"Anak -anak semua. Akhir semester ini kita perlu liburan? Sebelum menghadapi ujian nasional kelulusan? Kalian mau?" tanya wali kelasreka dengan penuh semangat.


"Perlu Pak. Kalau perlu kita ke Korea Pak?" ucap salah satu murid perempuan dari arah belakang.


"Korea? Mau apa ke sana? Kalau cuma makan mie ramen, dekat rumah saya juga ada," goda wali kelas mereka yang bernama Pak Rudi.


Gelak tawa murid -murid SMA langsung terdengar sangat kompak sekali. Biasalah generasi micin kan, lelucon receh saja bisa di anggap komedi.


"KIta mau kemana Pak Rudi?" tanya Sakura memberanikan diri.


Sakura adalah gadis pintar, namun ia adalah gadis yang kurang beruntung secara ekonomi. Padahal ia selalu juara umum, dan cantik bila bisa berdandan. Sakura raah dan bik hati, makanya banyak teman yang menyukainya selain ia pintar. Jujur, tentu kita akan selalu mendekati anak -anak yang pintar di kelas, biar kita ikutan punya nilai yang baik. Bukan hanya itu saja, tentu kalau ada PR, kita bisa jadi orang pertama yang membatik tulisannya.


"Ke Pantai Pak? Udara pantai itu bisa membuat kita benar -benar melepas lelah. Kita bisa berteriak kencang ke arah gelombang air agar puas melepaskan pikiran buruk yang ada di kepala," ucap Sakura menggebu.


"Wah, ide bagus tuh. Pantai. Kita ke pantai akhir minggu ini? Bagaiaman? Kalian setuju?" tanya Pak Rudi yang terlihat antusias sekali.


"Setuju Pak," jawab seluruh murid kelas IPA secara serempak.


Kelas IPA menjadi kelas panutan. Kleas percontohan yang patut di tiru secara akademisnya, semangatny dan kekompakannya. Mereka tidak pernah mencari masalah atau terdengar salah satu muridnya yang melanggar atau berantem hingga di panggil ke ruang BP. Semua muridnya terlihat sangat alim dan tak pernah membuat onar.


"Oke. Akhir minggu ke pantai. Sekarang kita bentuk kepanitaannya, kita menginap semalam di villa dekat pantai. Kita pakai uang kas saja," ucap Pak Rudi dnegan tegas.

__ADS_1


Uang kas kelas IPA sudah cukup banyak. Lebih baik di gunakan untuk kegiatan berlibur yang bisa di pakai secara bersama -sama.


"Siap Pak," jawab Memey semangat.


Seluruh siswa siswi memang paling senang jika di suruh pergi berlibur. Seperti kucing yang beruntung mendapatkan ikan paling enak.


"Kita mau adakan acara Pak?" tanya Sisy sambil mengangkat tangannya bertanya.


"Harus itu biar tambah seru. Moment ini harus kita gunakan sebagai moment perpisahan juga. Setelah ujian nasional tentu kalian akan sibuk dengan urusan kalian masing -masing untuk mencari universitas favorit kalian," ucap Pak Rudi pelan.


Waktu kebersamaan mereka hanya tinggal enam bulan lagi. Seru -seruan dengan teman -teman seumuran itu memang mengasyikan terlebih jika mereka semua satu frekuensi dan sama sekali gak baperan.


"Kita adakan fashion show saja, acaranya tepat di pinggir pantai," ucap Lisa menambahkan.


"Ide bagus? Ada ide lain?" tanya Pak Rudi kemudian melempar pertanyaan kepada seluruh murid di kelas IPA.


"Kita adakan pentas seni. kayak tarian boy band gitu?" ucap Bayu tiba -tiba. Ia salah satu dari tiga lelaki di kelas IPA yang menyukai BTS. Gaya mereka pun selalu mengikuti trend para opa -opa korea masa kini.


"Wah ... Boleh juga itu. Tentu kalian yang akan menang?" ucap Pak Rudi sambil mengulum senyum.


"Ah Pak Rudi. Belum tentu juga, kita pemenangnya. Mungki ada di antara kita yang ternyata lebih pintar menirukan gaya tarian boy band korea itu," ucap Gerald pelan sambil melirik ke arah Tyo.


"Ya sudah. Kita masukkan dulu smeua rencana acaranya. Bapak hanya ingin di puncak acara kita tukar kado, gimana?" tanya Pak Rudi melempar keinginannya.

__ADS_1


Pak Rudi membaangkan, semua murid -muridnya duduk di pinggir pantai dan bernyanyi sambil makan bersama dan bertukar kado. Mungkin acara seperti itu juga akan lbih mengena bagi mereka yang sudah akan berpisah. Minimal mereka itu mempunyai enangan tersendiri saat - saat terakhir sebelum kelulusan.


__ADS_2