Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Kembali Dihukum


__ADS_3

Akan tetapi baru saja Axel hendak mendekati Kayla dan melakukan sesuatu padanya, tiba-tiba saja disaat itu ponselnya pun berdering dan segera saja ia menjawab teleponnya tersebut.


"Sayang kamu ada dimana, kenapa tidak ada menghubungiku? Aku sangat merindukan kamu. Apa kamu sudah menemukan Kak Kayla?" Tanya seorang wanita dari sebrang telepon, siapa lagi kalau bukan Keisha.


"Ada apa Sayang?"


Mendengar Axel menyebut kata tersebut membuat Kayla membelalakkan matanya dan sangat yakin jika yang menelpon Axel itu adalah Keisha, adiknya.


"Aku sangat ingin bertemu denganmu, tetapi aku sedang dikurung oleh Papa di rumah. Aku dihukum oleh Papa dan diintrogasi habis-habisan," ucap Keisha.


"Ya sudah lebih baik kamu jalani saja hukuman itu. Aku masih ada urusan," ucap Axel dan menutup panggilan telepon tersebut.


Kini Axel pun kembali melangkahkan kakinya mendekati Kayla dan langsung saja melakukan apa yang ia inginkan. Tak peduli dengan penolakan yang dilakukan oleh Kayla, Axel tetap melakukan penyatuan terhadap sang istri sebagai bentuk hukuman yang sudah pernah ia lakukan sebelumnya. Meskipun di saat itu Kayla juga menangis meminta Axel untuk berhenti, tetapi Axel sama sekali tidak memperdulikannya. Yang terpenting ia merasa puas karena sudah menghukum Kayla.


"Sekarang juga cepat pakai pakaianmu dan ikut aku ke rumah orang tuamu kalau kau tidak mau aku melakukannya lagi," ucap Axel sembari memakai pakaiannya.


Sedangkan Kayla di saat itu masih tampak menangis dan syok menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Aku tunggu 15 menit untukmu membersihkan diri dan memakai pakaian," ucap Axel.


Lalu Kayla pun segera saja bangkit dari tempat tidur dan memunguti pakaiannya yang berserakan di atas lantai lalu bergegas masuk ke kamar mandi dengan selimut yang masih melilit di tubuhnya.

__ADS_1


Sembari membersihkan diri, Kayla pun menangis di bawah guyuran air shower. Ia tak menyangka jika hidupnya akan semenderita ini. Ia mempunyai suami, tetapi suaminya itu hanya menganggapnya sebagai binatang saat melakukan hubungan suami istri dan sama sekali tak pernah menghargainya sebagai seorang istri. Kayla pun tak tahu bagaimana nasib kehidupannya ke depan nanti jika seperti ini terus. Terlebih lagi Axel juga terlihat masih berhubungan dengan Keisha.


****


Jangan pernah mengatakan hal yang akan memperburuk keadaan kepada orang tuamu nanti, ingat kita harus tetap berpura-pura bahagia di depan keluarga. Itu pun kalau kau masih tetap ingin melihat keluargamu itu hidup tenang dan merasa bahagia. Ya kau tahu sendiri kan sekarang Adikmu juga sudah kembali lagi padaku, aku bisa saja menyakiti Adikmu itu jika kau berani bermacam-macam denganku!" Ancam Axel, meskipun sebenarnya ia tidak mungkin menyakiti Keisha, wanita yang dicintainya itu.


"Kamu tenang saja, aku pasti akan melakukannya," ucap Kayla yang enggan berdebat. Bahkan Axel sendiri pun merasa bingung kenapa Kayla langsung saja menyetujuinya, tidak banyak protes seperti biasa yang ia lakukan.


Karena bagi Kayla, melawan Axel sama sekali tidak ada gunanya. Axel akan tetap melakukan tindakan bodoh dan menyakiti dirinya. Untuk itu Kayla pun memilih untuk mengalah saja terlebih dahulu, sambil ia memikirkan jalan keluarnya untuk terlepas dari penderitaannya hidup bersama Axel.


Hingga kini mereka telah tiba di kediaman keluarga Askara. Di saat itu terlihat kedua orang tua Kayla yang sudah menyambut kedatangan mereka. Lalu Axel pun membukakan pintu mobil untuk Kayla dan menggandeng mesra tangan istrinya itu membawanya ke hadapan sang mertua.


"Axel, Kayla, akhirnya kalian sampai juga. Mama tadi senang sekali saat mendengar dari Axel bahwa dia sudah menemukan kamu. Kamu itu kemana sih Sayang? Kamu tahu tidak, suami kamu itu sangat cemas mencari kamu ke sini. Untung saja Axel bisa menemukan kamu. Kamu ini benar-benar ya membuat khawatir saja," ucap Karina yang langsung menyambut anak sulungnya itu dengan pelukan.


"Oh … begitu, tapi lain kali kamu jangan seperti itu lagi ya. Kamu harus memberi kabar ke suami kamu kemanapun kamu pergi," kata Karina.


"Sudah Ma, anaknya sudah pulang bukannya bersyukur malah diomelin terus seperti itu," ucap Raymond.


"Tidak Pa, Mama tidak bermaksud untuk mengomeli Kayla kok. Mama hanya sangat khawatir terhadap Kayla, untung saja Axel ini menantu kita yang baik, sehingga dapat menemukan istrinya," ucap Karina.


"Ya sudah sekarang kita masuk saja ya dulu ke dalam," ucap Raymond.

__ADS_1


Lalu segera saja mereka masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang depan.


"Kayla, seperti yang Mama katakan kepada kamu jika adik kamu Keisha sudah kembali ke rumah, apa kamu sudah bertemu dengannya?" Tanya Karina.


"Belum Ma, bukannya tadi Mama bilang kalau Keisha itu baru pulang? Aku saja baru datang ke sini, jadi tentu saja aku belum bertemu dengannya," jawab Kayla.


"Oh iya Mama lupa, sekarang Keisha ada di kamar. Papa memberi hukuman Keisha tidak boleh keluar rumah sambil merenungi kesalahan yang telah ia perbuat. Kalau kamu mau ketemu dengan Adik kamu, kamu ke kamarnya saja ya," ucap Karina.


Kayla tampak terdiam, sehingga membuat kedua orang tuanya itu mengerti.


"Kayla, Papa mengerti pasti kamu merasa sakit hati terhadap Keisha yang pergi tiba-tiba meninggalkan Axel tepat di hari pernikahan mereka dan menuliskan surat fitnah, jadi kamu yang menikah dengan Axel. Tapi bukankah kamu dan Axel sekarang hidup bahagia? Papa harap kamu bisa memaafkannya Keisha," ucap Raymond.


"Iya Sayang, kamu harus memaafkan Adik kamu ya. Mama tidak mau jika kalian berdua bermusuhan, bagaimanapun juga kalian itu adik beradik yang dulu pernah saling menyayangi. Mama sama dengan kamu dan Papa, sangat marah terhadap Keisha. Tetapi Keisha tetap keluarga kita. Keisha itu anak Mama, Mama sayang dengan Keisha dan kamu, tidak ada bedanya," ucap Karina sehingga membuat Kayla pun menahan perih di dadanya. Seandainya saja kedua orang tuanya itu tahu bagaimana kondisi rumah tangganya bersama Axel, apakah mereka akan tetap berkata seperti ini?


"Ma, Pa, aku boleh izin ke toilet sebentar," ucap Axel.


"Oh tentu saja Axel, silahkan!" Ucap Karina.


Lalu Axel pun segera saja beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kaki menuju ke toilet.


10 menit setelah Axel pergi ke toilet, kini Kayla yang merasa tenggorokannya itu sangat kering karena kehausan segera beranjak dari tempat duduknya menuju ke dapur untuk mengambil minuman. Akan tetapi di saat itu ia sangat terkejut melihat pemandangan yang sangat luar biasa menyakitkan hatinya ada di depan matanya saat ini.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2