Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Menyukai Pria Lain


__ADS_3

Karin masih tampak bengong, tak percaya jika melihat Devano ada di depan matanya saat ini.


"Karin, kenapa kamu baru pulang jam segini?" Ini sudah jam 04.00 pagi, hampir subuh dan kamu baru pulang. Lalu Besok pagi kamu harus sambung bekerja lagi, apa kamu tidak merasakan lelah? Kasihan juga Ibu kamu Karin. Ibu kamu sedang sakit tapi malah kamu tinggal sendiri seperti itu," kata Devano.


"Itu bukan urusan kamu dan tidak seharusnya kamu ada di sini. Kalau dilihat warga, warga pasti akan beranggapan yang lain," ujar Karin.


Lalu apa kamu tidak pernah berpikir jika tetangga akan berpikiran buruk macam-macam tentang kamu saat ini? Kamu itu seorang wanita dan jam segini kamu baru pulang kerja. Itu sama sekali tidak pantas Karin," kata Devano.


"Sudah aku katakan ini bukan urusan kamu Dev, lebih baik sekarang kamu pergi dari rumah aku!" Usir Karin yang langsung saja masuk ke dalam rumahnya, lalu mengunci pintu rumah tersebut.


Tok … tok … tok …


"Karin, buka pintunya Karin!" Teriak Devano sembari mengetuk pintu.


Akan tetapi Karin sama sekali tidak menggubrisnya, ia malah terlihat menunduk di balik pintu dan menangis menahan kesedihan. Maafkan aku Dev, aku juga tidak pernah berniat untuk menjadi seperti ini, tapi keadaan lah yang memaksaku," batin Karin di dalam tangisannya.


Di saat itu tiba-tiba saja turun hujan lebat, akan tetapi tak membuat Devano tampak menyerah. Ia tetap menunggu Karin di depan rumahnya, bahkan saat ini Devano terlihat hujan-hujanan tak mau berteduh di teras rumah Karin ataupun masuk ke dalam mobilnya. Karin yang melihat akan hal itu dari balik jendela pun merasa sangat kasihan, tetapi ia juga tidak mau memberikan Devano harapan karena dulu ia sendirilah yang menyakiti hati Devano. Hingga di saat ini pun Karin seolah tak melihat Devano dan memilih untuk masuk ke dalam kamarnya.


****


"Selamat datang di rumah Keisha," ucap Kayla yang merasa sangat senang karena akhirnya adiknya itu sudah kembali.


"Terimakasih ya Kak, aku nggak menyangka setelah apa yang pernah aku lakukan terhadap Kakak, Kakak masih saja bersikap baik denganku. Aku jadi menyesal karena dulu pernah menyakiti Kakak hanya karena aku dibutakan oleh cintaku dengan Axel," ucap Keisha.


"Keisha, bagaimanapun juga kamu itu tetap adik aku dan aku sangat menyayangi kamu," ucap Kayla.


"Aku juga sayang sama Kak Kayla. Terimakasih banyak ya Kak, aku beruntung memiliki Kakak sebaik Kak Kayla," ucap Keisha lalu memeluk Kakaknya sejenak.


"Ya itulah Kakak kamu, dia benar-benar wanita yang baik. Aku juga heran, sebenarnya hatinya itu terbuat dari apa? Kok bisa sih sabar sekali seperti itu dan itu juga yang menyebabkan aku bisa mencintainya. Aku minta maaf ya Kei, karena aku sama sekali sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadapmu lagi, jadi kamu bisa 'kan untuk ikhlas menerima aku sebagai kakak ipar kamu," kata Axel.

__ADS_1


"Tentu saja bisa, asalkan kamu janji tidak akan pernah menyakiti Kakakku," ucap Keisha.


Axel tersenyum, "Ya tentu saja aku tidak akan mungkin menyakiti Kakakmu, istri yang sangat aku cintai," jawabnya.


Ia tak menyangka jika Keisha, wanita yang dulu pernah dicintainya, pada akhirnya akan menjadi adik iparnya, bukan pendamping hidupnya.


Setelah berbincang-bincang, kini dua keluarga itu pun tampak sedang menikmati makan malam yang telah disediakan oleh ART di kediaman Raymond.


Hingga setelah makan malam selesai, kini semuanya tampak kembali ke kediaman masing-masing, termasuk Axel dan Kayla. Sedangkan Keisha tetap tinggal di rumah orang tuanya, karena saat ini juga ia memang tidak memiliki tempat tinggal lain.


****


Keesokan hari, Keisha mengajak kedua orang tuanya itu untuk menemui Justin di sel tahanan. Bukan karena ingin memperbaiki hubungannya dengan Justin, akan tetapi Keisha ingin meminta berpisah dari pria tersebut, karena saat ini ia merasa sudah mencintai pria lain. Keisha tidak mau memaksakan perasaan ini lagi, karena nantinya mereka berdua lah yang akan merasa Tersakiti.


"Kamu begitu tega denganku Kei, padahal aku sudah melakukan apapun untuk kamu, aku berkorban untuk kamu karena aku mencintai kamu. Tapi kamu lihat saat ini aku di penjara, sedangkan kamu bebas berkeliaran seperti tidak melakukan kesalahan apapun dan sekarang kamu menceraikan aku," kata Justin yang terlihat sangat kecewa.


"Aku minta maaf Justin, tapi rasa cinta ini juga tidak bisa dipaksakan lagi. Aku sudah mencintai pria lain," kata Keisha.


"Bukan, aku rasa rasa cintaku untuk Axel juga sudah tidak ada. Aku hanya terlalu terobsesi dengannya sampai tega menyakiti Kakakku sendiri. Dan kamu tenang saja, Papa dan Axel juga sudah mencabut tuntutannya kok. Hari juga kamu akan bebas. Tapi aku benar-benar minta maaf karena kita tidak akan bisa bersama lagi," ucap Keisha.


Meskipun sangat berat, tapi pada akhirnya Justin pun berusaha untuk menerima. Mungkin Keisha memang bukanlah jodohnya, meskipun ia sudah berusaha sekuat mungkin, tetap saja wanita itu tidak akan bisa menjadi miliknya.


Seperti yang dikatakan oleh Keisha tadi, hari ini juga Justin pun keluar dari sel tahanan. Berbeda dengan ayahnya yang baru saja beberapa hari berada di dalam penjara karena dialah yang dalang dari pengkhianat yang ada di perusahaan Alex. Orlando yang meminta seseorang untuk mencuri data perusahaan Alex dan melakukan kecurangan. Karena memang sedari dulu Orlando tidak pernah menyukai perusahaan Alex maupun Raymond yang selalu menjadi saingan bisnisnya.


****


"Kata Papa saat di sel tahanan tadi, kamu mengatakan kepada Justin bahwa saat ini ada pria lain yang kamu cintai, sebenarnya siapa pria yang sekarang kamu cintai itu kalau bukan Axel?" Tanya Kayla yang saat ini sedang berada di rumah orang tuanya, tentunya bersama dengan sang suami.


Saat ini Kayla dan keluarganya itu juga sedang berkumpul di ruang keluarga.

__ADS_1


"Kalian juga tahu kok siapa prianya, kalian juga sudah mengenalnya," jawab Keisha.


"Bukan aku 'kan Kei?" Tanya Axel yang bermaksud bercanda.


"Nggak usah ke GR-an kamu, Axel. Aku 'kan sudah mengatakan kalau aku sudah tidak mencintaimu lagi, itu hanya obsesiku saja," kata Keisha.


"Lalu siapa yang kamu cintai?" Tanya Kayla penasaran.


"Arya Kak," jawab Kayla tersenyum.


"Hah?" Semua tampak terkejut mendengar jawaban dari Keisha.


"Maksud kamu Arya pria kampung itu?" Tanya Axel.


"Sayang, kamu jangan berbicara seperti itu dong," ucap Kayla yang merasa tidak enak.


"Nggak apa-apa kok Kak, mungkin kalian sama terkejutnya seperti Axel, tapi memangnya kenapa kalau dia itu orang kampung? Aku merasa jika pria itu benar-benar pria yang baik. Selama aku di sana, aku benar-benar merasakan kasih sayang yang tulus dari seorang pria," ucap Keisha dengan matanya yang begitu berbinar.


Sehingga membuat Keisha dan kedua orang tuanya itu merasa sangat senang mendengarnya.


"Kalau kamu memang mencintai Arya, Papa setuju. Karena Papa juga melihat jika dia memang benar-benar mencintai kamu," ucap Raymond.


"Papa serius? Memang iya ya Pa kalau Arya itu juga menyukai aku?" Tanya Keisha yang tidak yakin.


"Ya tentu saja lah, lagipula mana ada si pria yang tidak menyukai wanita itu, tetapi dia mau dengan tulus menjaga dan merawatnya," ujar Karina.


"Oh ya? Jadi sekarang aku harus bagaimana dong?" Tanya Keisha kebingungan.


"Ya ampun Kei, masa seperti itu saja kamu harus bertanya sih. Ya kamu katakanlah kepada Arya bahwa kamu menyukainya," jawab Kayla.

__ADS_1


"Masa iya sih Kak aku yang sebagai wanita harus mengungkapkannya terlebih dulu. Memangnya dulu Kakak ya yang menyatakan cinta ke Axel?" Tanya Keisha yang membuat wajah Kayla tiba-tiba memerah seperti kepiting rebus, jika mengingat masa-masa pertama kali ia dan Axel sama-sama jatuh cinta.


Bersambung …


__ADS_2