Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Menjadi Lebih Baik


__ADS_3

Dengan sangat senang Kayla pun membalas pelukan tersebut, hingga di saat itu suara ketukan pintu terdengar kembali yang membuat Axel begitu sangat kesal mendengarnya.


Tok … tok … tok …


"Apalagi sih maunya wanita itu, sudah jelas aku tidak mau lagi meladeninya, tetapi dia tetap saja mengganggu kita," umpat Axel.


Lebih baik kamu buka dulu pintunya, siapa tahu memang ada yang ingin Keisha sampaikan," titah Kayla.


"Tidak mungkin, sudah pasti dia hanya ingin marah-marah saja. Lagipula aku aku masih ingin memelukmu seperti ini," ungkap Axel, rasanya begitu nyaman berada di pelukan sang istri.


Kayla tersenyum, hatinya begitu menghangat. Kali ini rasanya benar-benar sangat berbeda, ia bisa merasakan jika Axel benar-benar tulus melakukan hal itu.


"Kayla… Axel …! Ini Mama."


Karena mendengar suara orang tuanya itu, Kayla dan Axel melerai pelukan mereka.


"Nah itu Mama, bukan Keisha," ujar Kayla.


"Oh iya kamu benar, ya sudah kalau begitu aku buka pintu dulu ya," kata Axel dan ditanggapi anggukkan kepala oleh sang istri.


Segera saja Axel beranjak dari tempat tidur dan membukakan pintu tersebut untuk ibu mertuanya.


"Maaf Ma aku lama buka pintunya," ucap Axel yang saat ini sudah berhadapan dengan Karina.


"Tidak apa-apa Axel, Mama tadi mendengar dari Keisha katanya Kayla sakit perut, sekarang apa dia sudah baik-baik saja?" Tanya Karina.


"Oh iya Ma. Tadi Kayla memang merasa sedikit kram, tapi sudah baik-baik saja kok. Silahkan masuk Ma!" Ucap Axel mempersilakan.


Lalu Karina pun masuk ke dalam kamar dan menghampiri anaknya itu.

__ADS_1


"Mama sudah pulang?" Tanya Kayla.


"Iya Sayang, maaf ya Mama lama pulang. Tapi syukurlah ternyata di sini ada Axel, Mama jadi tenang. Kamu sudah baik-baik saja 'kan?" Tanya Karina ingin memastikan.


"Iya Ma, aku baik-baik aja kok. Tadi hanya terasa sedikit sakit, tapi sekarang sudah tidak apa-apa," jawab Kayla yang tak mau membuat orang tuanya itu khawatir.


"Ya sudah, tapi kamu dan Axel sudah berbaikan 'kan?" Tanya Karina.


"Iya Ma, aku sudah meminta maaf dan Kayla juga sudah memaafkan aku. Jadi kita sudah berbaikan," ucap Axel.


"Syukurlah, memang lebih baik seperti itu. Apalagi untuk seorang ibu hamil, dampingan seorang suami sangat penting. Mama berharap hubungan kalian berdua akan baik-baik saja, tidak ada lagi yang namanya pertengkaran. Meskipun ada pertengkaran kecil, itu biasa dan kalian harus bisa untuk mengatasinya," ucap Karina.


"Iya Ma, terimakasih ya Ma," ucap Kayla.


"Iya Sayang. Ya sudah kalau kamu sudah baik-baik saja, kita turun makan malam ya. Papa juga sudah pulang tuh," kata Karina.


****


Setelah beberapa hari menginap di kediaman orang tua Kayla, kini Axel dan Kayla pun sudah kembali ke apartemen. Bukan hanya karena Axel yang mengajaknya, tetapi itu juga karena keinginan Kayla sendiri setelah Axel berjanji tidak akan menyakitinya lagi dan benar-benar akan berubah.


Kayla menganggap jika berada di apartemen akan lebih baik untuk mereka berdua, mengingat bagaimanapun juga di rumah orang tuanya itu ada Keisha yang selalu ingin mencoba untuk mengganggu hubungan mereka. Kayla takut jika nantinya Axel akan tergoda dengan adiknya yang selalu saja untuk merayu suaminya dan malah menyakiti hatinya lagi.


Untuk saat ini Kayla mencoba untuk percaya kepada suaminya. Jika memang Axel bersungguh-sungguh berubah, pastinya dia tidak akan melakukan hal itu lagi. Tapi jika memang Axel hanya bersandiwara, sudah pasti ia bisa melakukannya lagi kapanpun dan dimanapun.


"Mas, kamu hari ini lembur lagi?" Tanya Kayla saat sedang menyiapkan sarapan pagi untuk Axel seperti biasa, mengingat akhir-akhir ini suaminya itu sering pulang terlambat.


Saat ini Axel lebih suka menikmati sarapan di rumah dan juga menikmati makanan yang dibuat oleh istrinya sendiri.


Karena hubungan mereka telah membaik, Kayla juga sudah mengubah panggilannya terhadap Axel yang lebih sopan sebagaimana layaknya seorang istri kepada suaminya. Bahkan mereka juga sudah tidur di kamar yang sama dan membiarkan kamar yang kemarin Kayla tempati kosong begitu saja sebagai kamar tamu.

__ADS_1


"Belum juga pergi sudah ditanya pulangnya, kangen ya? Nggak bisa jauh-jauh dari aku ya?" Goda Axel.


"Apaan sih Mas, aku 'kan hanya bertanya. Ya kalau kamu pulangnya malam lagi, lembur, jadi aku nggak perlu masak cepat-cepat 'kan. Aku masaknya tunggu kamu mau pulang aja," kata Kayla yang sebenarnya malu untuk mengakui.


"Iya nanti kalau aku mau pulang aku kabari ya. Lagipula kamu nggak perlu lah capek-capek masak, nanti 'kan kita bisa delivery," kata Axel yang tak ingin membuat istrinya kelelahan.


"Tapi Mas, kalau masak sendiri itu lebih sehat, lebih fresh," kata Kayla.


"Iya, iya. Terserah kamu saja, yang penting kalau kamu capek jangan memaksakan diri. Nanti aku kabari ya kalau sudah mau pulang, aku usahakan pulang cepat ya Sayang," ucap Axel.


"Iya Mas, ya sudah yuk sarapan. ini sudah selesai sarapannya," kata Kayla, lalu Axel dan Kayla pun sama-sama menikmati sarapan yang telah tersaji di atas meja.


Sikap Axel juga sudah terlihat lebih romantis. Ia selalu memperlakukan istrinya dengan baik, bahkan di saat sarapan pun Axel kerap kali menyuapi istrinya itu, yang membuat Kayla merasa sangat bahagia. Ditambah lagi bawaan bayinya saat ini yang selalu ingin bermanja dengan suaminya itu.


****


Di kediaman Askara, terlihat Keisha yang tampak uring-uringan sendiri. Pasalnya karena Axel sama sekali enggan menjawab teleponnya dan tidak membalas pesannya sama sekali, bahkan membaca pesannya pun tidak, meskipun ia sedang online. Membuat Kayla benar-benar marah dan ingin segera menghampiri pria yang masih sangat dicintainya itu.


"Akh … brengsek! Aku benar-benar sudah kehilangan Axel gara-gara Kayla. Aku tidak bisa diam saja, aku tidak akan membiarkan kalian bahagia. Axel, aku tidak akan membiarkan kamu berpaling dariku apalagi mencintai Kayla. Karena kamu itu hanya milikku, hanya milikku selamanya! Axel, Kayla, aku tidak akan pernah membiarkan kalian berdua berbahagia di atas penderitaanku. Lihat saja apa yang akan aku lakukan, kalian berdua akan menyesal karena telah berani bermain-main denganku," ucap Kayla yang menatap tajam penuh amarah.


Kayla bergegas bersiap-siap, setelah itu ia meraih tasnya dan berniat akan pergi untuk menghampiri Axel di perusahaannya.


Akan tetapi baru saja Kayla membuka pintu rumahnya dan hendak melangkahkan kaki mencari taksi, di saat itu ia melihat sebuah mobil yang baru saja masuk ke halaman rumahnya. Membuat Kayla pun keheranan, karena tidak merasa mengenali mobil tersebut.


"Siapa ya? Aku tidak mengenali mobil ini, apa temannya Mama?" batin Keisha sembari terus memandang ingin melihat siapakah orang yang akan keluar dari mobil tersebut.


Di saat itu seseorang segera saja membuka pintu mobil dan keluar dari dalam sana, lalu menatap Keisha dengan tatapan tajam seolah ingin menerkamnya. Kayla sangat terkejut melihat orang tersebut yang saat ini sedang melangkahkan kaki mendekati dirinya.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2