
"Justin, kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya Keisha saat seorang pria tampan sudah berada di hadapannya dan menatapnya semakin tajam.
"Kenapa Keisha? Kenapa kau begitu terkejut melihat aku ada di sini? Apakah ada yang salah jika seorang suami datang ingin mengunjungi istri dan mertuanya," kata Justin.
"Tapi bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini?Lagipula kau tidak boleh datang ke sini, mereka tidak tahu tentang hubungan kita," sergah Keisha yang sangat ketakutan.
"Justru karena mereka belum tahu, aku akan memberitahu mereka. Lagipula berani sekali kau pergi meninggalkanku tanpa kabar sedikitpun, apa kau pikir aku ini bodoh. Setelah kau pergi meninggalkanku, aku bisa membiarkanmu begitu saja, setelah aku tidak punya uang kau meninggalkanku dan bermaksud akan kembali dengan kekasihmu itu, iya? Dengar ya Keisha, aku tidak akan tinggal diam. Aku akan menghancurkanmu jika kau berani bermacam-macam denganku!" Ancam Justin yang membuat Keisha pun bergidik.
Keisha terdiam, ia memutar otaknya mencari cara agar pria itu tidak melakukan hal nekat.
"Sayang, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku pergi meninggalkanmu bukan karena aku tidak mencintaimu lagi, tapi aku datang ke sini hanya ingin meminta uang kepada orang tuaku. Karena 'kan kau tahu sendiri bagaimana kehidupan kita di sana," ucap Keisha dengan lemah lembut, mencoba untuk merayu pria yang saat ini masih sah menjadi suaminya itu.
"Kau pikir aku percaya, tidak semudah itu Keisha. Saat ini juga aku akan mengatakan kepada orang tuamu tentang yang sebenarnya!" Kata Justin dan ingin masuk ke dalam rumah.
"Silahkan! Silahkan kau katakan saja. Kau lupa ya Justin, kita ini hanya menikah sirih dan dengan sangat mudah untuk kita berpisah. Jika kau tetap nekat mengatakan kepada orang tuaku tentang hubungan kita sekarang, aku tidak akan pernah menganggapmu lagi. Itu artinya hubungan kita akan segera berakhir. Aku yakin jika kedua orang tuaku pasti tidak menyetujui hubungan kita jika aku mengatakan siapa kau sebenarnya!" Ancam Keisha sehingga membuat langkah Justin pun terhenti.
Bukan karena takut akan ancaman Keisha, tetapi Justin tidak mau jika semuanya berakhir begitu saja, karena bagaimanapun juga ia masih sangat mencintai Keisha dan jika memang Keisha tidak mau lagi dengannya, ia juga tidak akan membiarkan Keisha lolos begitu saja darinya.
"Ada apa Keisha? Kok ada tamu tidak disuruh masuk," kata Karina yang tiba-tiba saja muncul.
"Ma-Mama." Keisha membelalakkan matanya karena merasa sangat terkejut.
"Halo Tante, perkenalkan saya Justin," ucap Justin memperkenalkan diri sembari menjulurkan tangannya itu.
Karina mengernyitkan dahinya, ia menjadi penasaran siapa pria tersebut, lalu menyambut juluran tangan Justin.
"Saya Karina, Mamanya Keisha. Kamu siapa dan ada apa ya datang ke sini?" Tanya Karina.
__ADS_1
"Oh iya, aku temannya Keisha Tante. Kebetulan hari ini kita ada janji mau keluar, jadi aku datang ke sini untuk menjemput Keisha," terang Justin.
Keisha tampak menghela nafas lega karena Justin tidak mengungkapkan kebenarannya kepada Karina.
"Oh ya? Keisha, ternyata sekarang kamu sudah punya teman dekat pria. Kenapa kamu tidak cerita ke Mama? Mau keluar juga tidak bilang ke Mama dulu," tanya Karina. "Ya sudah kalau memang kalian berdua mau pergi, kalian pergi saja." Karina langsung mengizinkan.
"Iya Ma, maaf. Tadi aku nggak melihat Mama ada dimana. Lagipula Justin juga baru datang kok Ma," ucap Keisha beralasan. Untungnya dia bisa dengan sangat lancar menjawab pertanyaan ibunya itu.
"Terimakasih ya Tante sudah mengizinkan, kalau begitu aku boleh 'kan langsung bawa Keisha pergi sekarang?" Ucap Justin dan bertanya.
"Iya boleh. Tapi hati-hati ya nyetirnya, jangan ngebut-ngebut," pesan Karina.
"Iya Tante," jawab Justin.
Keisha dan Justin berpamitan dengan Karina, lalu segera saja masuk mereka masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan kediaman Askara.
"Syukurlah, ternyata Keisha sudah mau mendekatkan dirinya dengan pria lain. Mudah-mudahan saja ia benar-benar bisa melupakan masa lalunya, sehingga tidak mengganggu hubungan Axel dan Kayla," batin Karina yang merasa sangat senang.
Keisha tampak sibuk bergelut dengan segala bahan-bahan masakan dan juga peralatan masak di dapur. Ia hendak memasak makanan kesukaan Axel dan berniat akan mengantarnya langsung ke perusahaan tempat suaminya bekerja. Bukan hanya untuk Axel, tetapi juga untuk ayah mertuanya. Karena memang Axel dan Alex bekerja di perusahaan yang sama milik keluarganya itu.
Setelah semuanya selesai serta meletakkan makanannya di 2 wadah yang berbeda, segera saja Kayla pergi menuju ke perusahaan dengan menggunakan taksi online.
Setibanya di perusahaan tersebut, orang yang pertama kali Kayla temui adalah Alex yang di saat itu baru saja pulang dari rapat di luar.
"Siang Daddy," ucap Kayla lalu menyalami serta mencium punggung telapak tangan ayah mertuanya itu.
"Kayla, kamu ada apa datang ke kantor?" Tanya Alex.
__ADS_1
"Daddy sudah makan siang belum?" Kayla malah balik bertanya.
"Belum, Daddy memang baru selesai meeting di luar, tapi rencananya Daddy mau makan di kantin saja dengan suami kamu," jawab Alex "Oh ya, pasti kamu mau bertemu dengan suami kamu 'kan?" Tanyanya.
"Iya Dad, memangnya mau ketemu siapa lagi kalau bukan mau ketemu Mas Axel. Tapi aku datang ke sini juga membawakan makan siang untuk Daddy dan Mas Axel, bagaimana kalau kita makan sama-sama aja," kata Kayla.
"Oh ya? Wah … kebetulan sekali. Ya sudah ini juga sudah jam istirahat makan siang, jika tidak diingatkan pasti suami kamu itu masih sibuk bekerja. Kita langsung menuju ke ruangan Axel saja ya," ajak Alex.
Lalu keduanya pun berjalan menuju ke ruangan Axel. Saat itu mereka berdua tampak sangat akrab berjalan sambil mengobrol, sehingga membuat para pegawai yang melihat keduanya itu merasa sangat iri dengan kedekatan menantu dan sang mertua. Dengan sikap Kayla yang begitu ramah menegur dan tersenyum kepada setiap pegawai, membuat mereka semua juga sangat menyukai Kayla.
Tok … tok. … tok …
Kayla mengetuk pintu ruang kerja suaminya itu.
"Masuk!" Teriak Axel.
Alex membuka pintu dan masuk terlebih dahulu penampakan diri di depan sang anak.
"Daddy, ada apa?" Tanya Axel.
"Oh ini, tadi Daddy bertemu Kayla di bawah. Jadi Daddy mau mengantar makan siang yang tadi diantar oleh istri kamu," terang Alex sembari menunjukkan paper bag yang berisi rantang makanan.
"Kayla ke sini? Mana Pi?" Tanya Axel begitu antusias.
"Langsung pulang. Tadi dia hanya mengantar makanan saja, katanya tidak mau mengganggu kamu. Sepertinya masih ada di bawah mencari taksi," jawab Alex.
"Kenapa Daddy tidak meminta Kayla untuk menemui aku dulu sih Dad," protes Axel yang langsung saja beranjak dari kursi kebesarannya dan bermaksud ingin mencari keberadaan sang istri.
__ADS_1
Akan tetapi saat pintu ruangannya terbuka, ia sangat terkejut melihat sosok wanita yang saat ini sudah berada di hadapannya serta tersenyum kepadanya. Membuat Axel pun merasa sangat senang dan langsung memeluk istrinya itu.
Bersambung …