
Keesokan harinya, Raymond dan Alex pun memutuskan untuk pergi ke perkampungan tempat dimana mereka menemukan wanita yang sangat mirip dengan Keisha. Karena keadaan Tasya sedang tidak baik-baik saja, sehingga Axel pun tetap berada di hotel untuk menemani istrinya itu bersama Roseline dan Karina.
"Pa, aku mau ikut ya. Aku mau ikut menemui Keisha," pinta Kayla.
"Jangan ya Sayang, keadaan kamu juga sedang tidak baik. Kamu istirahat saja ya di hotel. Kamu tenang saja Papa dan Daddy pasti akan menuntaskan masalah ini, Kita akan membuat keluarga Nenek itu mengakui apa yang sebenarnya terjadi. Yang terpenting kamu di sini baik-baik saja," kata Raymond.
"Iya Sayang, kamu tunggu saja ya di sini. Kita tidak mau nantinya akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dengan kandungan kamu lagi. Kamu tidak lupakan jika kamu pernah kehilangan anak di dalam kandungan kamu? Dan saat ini usia kandungan kamu masih seumur jagung. Apa kamu mau menyia-nyiakannya lagi, kamu mau terjadi sesuatu dengan anak kamu lagi nantinya," kata Karina.
Ya semenjak kepulangan mereka dari Surabaya waktu itu, siapa yang menyangka setelah satu bulan kemudian Kayla dan Axel diberikan kepercayaan lagi dengan kehamilan Kayla dan saat ini usianya masih sangat muda, yaitu berusia 4 minggu. Sehingga membuat Axel pun benar-benar menjaga istrinya itu, karena tidak mau terjadi sesuatu seperti apa yang pernah terjadi, begitu juga dengan keluarganya. Dengan mengikuti kemauan Kayla ke Surabaya saja, menurut mereka ini sudah sangat beresiko tinggi, jadi mereka tidak akan membiarkan Kayla kelelahan.
"Sayang, aku mohon sama kamu. Kamu ikuti apa kataku saat ini. Aku ingin kamu tetap berada di sini, kita semua sudah mengikuti keinginan kamu untuk mencari Keisha dan sekarang kita sudah menemukannya. Jadi kamu hanya tinggal duduk di sini dengan tenang, biar Papa dan Daddy yang bertindak. Kamu harus pikirkan kondisi kamu dan kandungan kamu, kondisi kandungan kamu juga masih sangat kecil, masih lemah. Bahkan saat usia kandungan kamu 4 bulan saja bisa beresiko, apalagi yang sekarang ini. Aku tidak mengharap terjadi yang bukan-bukan, tapi memangnya salah kalau aku ingin berjaga-jaga," kata Axel, sehingga membuat Kayla pun terdiam.
"Iya Kay, tenang saja ya. Papa pasti akan selalu memberi kabar tentang keadaan di sana nantinya," kata Raymond.
"Kayla sudah ya jangan membantah, ini semua juga demi kebaikan kamu dan semuanya. Yang penting sekarang Daddy dan Papa kamu akan pergi ke sana. Kita tidak diam saja, kita akan mencari tahu apa yang sebenarnya yang terjadi," kata Alex.
"Ya sudah, tapi benar ya Papa dan Daddy akan selalu memberikan kabar," ucap Kayla.
"Iya, kamu tenang saja," jawab Raymond.
Lalu Raymond dan Alex pun segera saja pergi meninggalkan hotel dan menuju ke perkampungan.
****
Setibanya di perkampungan tersebut, langsung saja Alex dan Raymond menuju ke kediaman Nek Aminah. Di saat itu pun terlihat Nek Aminah yang sedang menyapu halaman rumah, sehingga langsung saja mereka mendekati nenek tersebut.
"Selamat siang Nek, maaf jika kedatangan kami mengganggu," ucap Alex yang membuat Nek Aminah pun menatap ke arah mereka.
"Iya selamat siang. Apa kalian ini Tuan-Tuan yang kemarin datang, apa kalian dari kota?" Tanya nek Aminah.
"Iya Nek benar, kami adalah orang-orang yang kemarin datang dan memang kami dari kota. Nek, apakah boleh kami mau bertanya-tanya sebentar dengan Nenek?" Tanya Raymond.
"Mau bertanya soal apa? Apakah itu mengenai Santi?" Tanya Nek Aminah.
__ADS_1
"Iya betul Nek, itu pun jika Nenek tidak keberatan," jawab Raymond.
"Ya sudah, silakan duduk!" Ucap nek Aminah, lalu Alex dan Raymond pun segera saja duduk di depan rumah Nek Aminah.
"Nek, maaf jika kami lancang. Kami ingin memastikan lagi apa benar jika Santi itu adalah cucu Nenek atau calon istri cucu Nenek?" Tanya Raymond, sehingga membuat Nek Aminah pun terdiam, tidak tahu harus menjawab apa.
"Nek, kenapa Nenek diam? Tolong Nek jawab pertanyaan kami. Jika kalian sengaja ingin menyembunyikan identitas wanita tersebut, kami bisa saja melaporkan Nenek dan keluarga Nenek ke polisi. Karena sudah jelas-jelas wanita itu adalah keluarga kami, dia adalah anak Pak Raymond, besan saya. Saya tahu meskipun Nenek tinggal di perkampungan, tapi Nenek pasti tahu hukum 'kan," kata Alex yang terlihat murka.
Di saat itu pun Arya dan Santi keluar dari rumah dan menghampiri mereka.
"Maksud Tuan apa berbicara seperti itu? Tuan mengancam Nenek saya?" Tanya Arya.
"Keisha," ucap Raymond.
"Oh ternyata kalian berdua ada di dalam rumah, baguslah. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mengancam, tetapi memang itu yang akan kami lakukan jika kalian menyembunyikan identitas Keisha," kata Alex.
"Apa maksud Tuan? Saya ini bukan Keisha, saya ini Santi dan saya adalah calon istri Arya. Saya sama sekali tidak mengenal kalian!" Bantah Santi.
"Jika memang seperti itu, apa kamu berani buktikan?" Tanya Raymond.
"Kamu harus ikut kami dan kita akan melakukan tes DNA. Jika nanti terbukti bahwa kamu bukan anak saya, maka kamu akan bebas. Kami tidak akan mengganggu kalian lagi dan saya akan membayar seluruh kerugian kalian, sebagai kompensasi karena kami telah mengganggu waktu keluarga ini," kata Raymond.
"Aku tidak mau, sudah aku katakan jika aku ini Santi bukan Keisha. Kenapa Tuan-Tuan ini sepertinya ngotot sekali ya, jangan mentang-mentang Tuan punya uang dan punya segalanya, jadi bisa bersikap seenaknya seperti itu," tolak Santi.
"Sudahlah, kalau kamu memang bukan Keisha dan kamu adalah Santi, seharusnya kamu tidak perlu takut untuk ikut dengan kami dan melakukan tes DNA," kata Alex.
Tiba-tiba saja Santi memegangi kepalanya karena merasa sakit, serta pandangannya menjadi berkunang-kunang. Tubuhnya pun terhuyung dan langsung saja disambut oleh Arya.
"Santi, kamu kenapa?" Tanya Arya yang terlihat panik.
Begitu juga dengan Raymond yang langsung mendekati Santi.
"Jangan mendekat! Ini semua gara-gara kalian. Jika bukan karena kalian, pasti Santi tidak akan seperti ini," ucap Arya dengan emosi.
__ADS_1
"Sudahlah kamu jangan banyak berbicara, lebih baik sekarang kita bawa Keisha ke rumah sakit!" Titah Alex.
Karena melihat Santi yang tiba-tiba saja pingsan, sehingga membuat Arya pun menuruti saja untuk membawa Santi ke rumah sakit yang ada di kota Surabaya bersama Alex dan Raymond, serta ditemani oleh Nek Aminah juga.
****
Saat berada di rumah sakit, ponsel Raymond berdering dan terlihat ada panggilan masuk dari Kayla. Kayla menghubungi sang ayah karena sedari tadi ia belum mendapatkan kabar apapun.
"Siapa yang menelpon Pak?" Tanya Alex saat melihat Raymond tampak ragu untuk menjawab telepon tersebut.
"Kayla Pak, pasti dia ingin menanyakan kabar tentang Keisha. Apa yang harus saya katakan sekarang? Apakah saya harus mengatakan jika Keisha saat ini berada di rumah sakit dan kita belum mendapatkan bukti apapun bahwa wanita ini benar-benar Keisha adiknya," kata Raymond.
"Ya sudah Pak, lebih baik sekarang jawab saja teleponnya. Tapi jangan mengatakan hal yang sebenarnya dulu, karena takutnya akan membuat Kayla menjadi kepikiran dan berpengaruh pada kandungannya," ujar Alex.
"Iya Pak, saya jawab dulu teleponnya ya," kata Raymond yang kini pun sedikit menjauh.
Sedangkan Alex di saat itu berada di depan ruang pemeriksaan bersama Nek Aminah dan Arya, menunggu Santi yang sedang ditangani oleh dokter.
"Halo Sayang," ucap Raymond.
"Halo Pa, Papa sekarang ada dimana?" Tanya Kayla dari seberang telepon.
"Papa masih berada di perkampungan. Tadi wanita yang sangat mirip dengan adik kamu itu tidak berada di rumah jadi sekarang Papa dan Pak Alex sedang menunggunya di rumah Nek Aminah," jawab Raymond.
"Oh ya? Tapi kenapa Papa tidak mengabari aku dari tadi," tanya Kayla lagi.
"Maaf Nak, Papa 'kan di sini sedang mengurus urusan yang sangat penting. Jadi Papa memang belum sempat untuk mengabari kamu. Kamu tunggu saja dan kamu tenang saja ya, semua pasti akan baik-baik saja," kata Raymond.
Di saat itu terlihat pintu ruang pemeriksaan terbuka, lalu seorang dokter keluar dari ruangan tersebut.
"Dokter bagaimana keadaan Santi?" Tanya Arya yang terlihat begitu khawatir.
Sehingga membuat Kayla dari seberang telepon tersebut pun mendengarnya.
__ADS_1
"Pa, Papa benar-benar ada di rumah Nek Aminah? Papa nggak lagi membohongi aku 'kan? Kalau Papa ada di rumah Nenek itu, kenapa bisa ada dokter di sana?" Tanya Kayla yang membuat Raymond pun bingung harus menjawab apa.
Bersambung …