Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Tertangkap Basah


__ADS_3

Keisha tampak ketakutan, ia kebingungan harus menjawab apa saat ini kepada ibunya. Tetapi jika berbohong pun sama sekali tak ada gunanya, karena ia sudah tertangkap basah, dalam kertas tersebut sudah sangat jelas menjelaskan kondisinya saat itu. Sedangkan Karina saat ini tampak sedang menunggu keisha yang menjelaskan langsung dari mulutnya itu.


"Kenapa kamu diam Keisha? Cepat jelaskan kepada Mama, apa maksud ini semua? Kamu melakukan aborsi, memangnya kapan kamu hamil? Bahkan menikah saja kamu belum. Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dari Mama Keisha, apa ini ada sangkut pautnya dengan kamu yang tiba-tiba kabur di hari pernikahan kamu dan Axel waktu itu?" Tanya Karina dengan tatapan Sendu.


"Ma, maafkan aku Ma. Aku bisa jelaskan," ucap Keisha lirih dengan matanya yang tampak berkaca-kaca.


"Ya, memang kamu harus menjelaskannya Keisha!" Tegas Karina yang terlihat mulai emosi.


"Iya Ma, memang waktu itu aku pergi di hari pernikahan karena aku hamil dan aku tidak mau Axel sampai mengetahui hal itu. Ditambah lagi Kak Kayla yang meminta aku untuk pergi, dia mengatakan bahwa dia mencintai Axel, jadi aku pun memutuskan untuk pergi. Tapi pada kenyataannya aku tidak bisa sanggup Ma, aku tidak bisa hidup dengan perut aku yang semakin lama semakin membesar tanpa seorang suami, hingga pada akhirnya aku menggugurkan kandungan itu," jelas Keisha yang mengarang bebas, yang terpenting ibunya itu akan percaya.


Seketika tubuh Karina pun menjadi lemas, air matanya mengalir begitu saja mendengar penjelasan dari Keisha, terlihat dari sudut matanya yang begitu kecewa dengan sikap anaknya itu. Mendengar kenyataan bebasnya gaya berpacaran Keisha dengan Axel hingga Keisha hamil, lalu bagaimana bisa dengan mudahnya Keisha menghilangkan nyawa bayi yang tidak berdosa karena kesalahan yang telah ia perbuat sendiri.


"Maksud kamu, kamu hamil anak Axel?" Tanya Karina ingin memastikannya lagi.


"Iya Ma, ini anak aku dan Axel. Tapi Axel tidak tahu jika aku pernah mengandung anaknya sampai saat ini," jawab Keisha dengan raut wajah meyakinkan tapi penuh dusta.


"Keisha, apapun alasannya, seharusnya kamu tidak boleh menggugurkan bayi itu, seharusnya waktu itu kamu tetap melanjutkan pernikahan kamu dengan Axel, bukan malah mengikhlaskan Axel dengan Kakak kamu. Tapi sekarang semuanya sudah terjadi, Axel sudah menikah dengan Kakak kamu dan sekarang Kayla sedang hamil, mereka sudah bahagia. Tapi Mama benar-benar tidak habis pikir Kei, jika kamu waktu itu memang sudah hamil anak Axel, kenapa kamu tidak memberitahu Mama, kenapa kamu harus seperti itu Keisha," kata Karina yang benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran anak bungsunya itu.


"Maafkan aku Ma, tapi aku benar-benar terpaksa. Sekarang aku kembali karena aku mau merebut Axel kembali, aku akan meminta pertanggungjawaban Axel Ma. Dengan kondisi aku yang seperti sekarang ini, belum tentu ada pria lain yang akan menerima kondisi aku," kata Keisha yang tak tahu malu. Karena menurutnya ini adalah kesempatan untuknya meminta belas kasihan dari sang ibu.

__ADS_1


"Tanggung jawab apa maksud kamu? Kamu sudah menggugurkan kandungan kamu dan Axel juga sudah menjadi suami Kayla, sebentar lagi mereka akan memiliki anak. Kamu tega mau merusak kebahagiaan mereka, iya?" Tanya Karina.


"Aku nggak peduli Ma. Karena bagaimanapun juga Axel pernah meniduri aku bahkan sampai aku hamil, jadi dia juga harus bertanggung jawab atas aku," kata Keisha.


"Apa?"


Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang tak asing bagi mereka, sehingga keduanya pun menoleh dan melihat telah berdiri sosok wanita cantik yang saat ini berdiri di hadapan mereka, siapa lagi kalau bukan Kayla yang tidak sengaja mendengar akan hal itu. Bahkan tentengan yang ia bawa pun jatuh begitu saja, serta isinya berhamburan di atas lantai.


"Kayla, kamu sudah lama ada di situ?" Tanya Karina yang cukup terkejut melihat kemunculan anak sulungnya yang tiba-tiba. Berbeda halnya dengan Keisha, meskipun tadinya ia juga terkejut, tetapi mendadak ia merasa tersenyum karena tanpa mengatakannya kepada Kayla, kakaknya itu sudah mendengarnya secara langsung.


"Ma jelaskan ke aku, apa yang dimaksud oleh Keisha tadi itu benar? Apa maksudnya?" Tanya Kayla dengan tatapan mendamba. Meskipun ia tadi sudah mendengar jelas, tetapi ia ingin mendengar langsung penjelasan itu sekali lagi.


"Apa yang kamu dengar tadi nggak salah, itu lah kenyataannya. Untuk itu lah aku tetap kekeh ingin merebut Axel dari Kak Kayla, karena yang seharusnya menikah dengan Axel itu ya aku, bukan Kakak. Seandainya waktu itu Kakak tidak meminta aku untuk meninggalkan Axel, pastinya aku yang sekarang sudah menikah dengan Axel. Kita berdua akan bahagia, aku juga tidak akan menggugurkan kandungan aku Kak," kata Kayla yang menyerang kakaknya begitu saja dengan omong kosongnya itu, sehingga membuat Kayla pun menangis sejadi-jadinya.


Bahkan Kayla hampir saja tumbang jika ia tidak segera disambut oleh sang ibu, lalu Karina pun membawa Kayla untuk segera duduk di tepi ranjang Keisha.


"Stop Kei, kamu jangan bicara lagi!" Sergah Karina, ia sangat tak tega melihat kondisi Kayla saat ini.


"Kenapa Ma? Aku hanya berbicara faktanya saja," ucap Keisha membela diri.

__ADS_1


"Aku tidak pernah memintamu untuk meninggalkan Axel Keisha, untuk apa? Kamu tahu sendiri 'kan, bahkan Mama dan Papa semua juga tahu bahwa aku mempunyai kekasih yaitu Devano. Aku mencintai Devano, bahkan saat Mama meminta aku untuk menggantikan posisi kamu, untuk menjadikan mempelai pengganti, aku menolak. Karena aku ingin menikah dengan Devano, kekasih aku. Bukan Axel calon suami kamu waktu itu," bantah Kayla yang kini angkat bicara.


"Alah, itu hanya sandiwaramu saja 'kan. Kamu ingin tetap terlihat baik di mata semua orang, padahal yang sebenarnya kamu itu munafik," tuding Keisha sembari menunjuk wajah kakaknya itu.


Mendengar akan hal itu seakan membuat telinga Karina menjadi panas, ia pun langsung saja berdiri dan menghampiri Keisha serta menatapnya tajam.


Plak …


Karena tak mau mendengar ucapan ibunya itu, Karina pun dengan sangat terpaksa menampar Keisha entah untuk yang ke berapa kalinya. Ia benar-benar sangat marah, karena menurutnya Keisha sudah sangat keterlaluan.


Meskipun Kayla juga sangat marah dan kecewa atas sikap Keisha, tetapi ia juga sangat terkejut dengan perlakuan sang ibu terhadap adiknya. Sedangkan Keisha merasa sangat kesal, bukannya mendapatkan simpatik dari ibunya itu, tetapi malah amarah yang ia terima.


"Ma, sudah Ma. Jangan lakukan itu lagi terhadap Keisha, kasihan Keisha!" Pinta Kayla saat melihat Karina hendak memarahinya lagi.


"Nggak usah berpura-pura peduli denganku Kak, pasti ini 'kan yang memang kamu inginkan. Kamu senang 'kan melihat Mama menamparku seperti ini, memarahiku seperti ini, iya 'kan?" Tuding Keisha yang di saat itu pun langsung saja menyerang Kayla dengan mendorong tubuhnya itu hingga terlentang di atas kasur, yang membuat Kayla merasakan kesakitan terutama di bagian perutnya.


"Akh … ," rintih Kayla.


Bertepatan di saat itu, ternyata seseorang datang dan sangat marah melihat perlakuan Keisha terhadap Kayla, yang membuat Keisha dan Karina juga merasa sangat terkejut.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2