
Karena merasa sangat panik dan khawatir melihat keadaan sang istri, Axel pun segera saja membopong istrinya itu bermaksud akan membawanya ke rumah sakit.
Di saat itu pula Raymond dan Karina pun melihatnya, karena mereka tadi juga sempat mendengar teriakan Kayla. Keisha juga mengikuti Axel dari belakang, ia ingin ikut Axel membawa kakaknya itu.
"Keisha, Axel, ada apa dengan Kayla?" Tanya Karina yang begitu panik.
"Kayla jatuh dari tangga Ma, Pa," ucap Axel yang tak berhenti berjalan membawa istrinya.
"Apa? Keisha, ada apa dengan Kakak kamu? Bagaimana bisa Kayla jatuh dari tangga?" Tanya Raymond dengan suara lantang.
"Aku juga tidak tahu Pa, tadi tiba-tiba saja Kakak sudah ada di bawah tangga itu dan sekarang kita akan membawa Kakak ke rumah sakit," ucap Keisha.
"Ya sudah Papa ikut," ucap Raymond yang entah kenapa di saat ini ia merasa curiga terhadap Axel dan Keisha, ia berpikir merekalah yang menyebabkan Kayla dalam kondisi seperti sekarang ini. Hingga ia tidak mau mereka berdua semakin menyakiti Kayla.
"Mama juga ikut," ucap Karina pula.
Lalu mereka semua pun menitip rumah kepada satpam dan segera saja pergi menuju ke rumah sakit.
****
Axel tampak mondar-mandir di depan ruang pemeriksaan, menunggu dokter yang saat ini sedang menangani istrinya. Ia tak dapat menyembunyikan jika saat ini ia begitu merasa sangat khawatir, takut terjadi sesuatu dengan istrinya itu. Axel juga merasa sangat bersalah, karena pasti Kayla tadi telah melihat apa yang dia lakukan bersama Keisha dan mendengar percakapan mereka sehingga dia pun syok dan terjatuh dari tangga.
Axel menyandarkan kepalanya itu di dinding, sembari sesekali menghantuk-hantukkannya untuk melampiaskan rasa kekesalannya terhadap dirinya sendiri.
__ADS_1
Kedua orang tua Kayla dapat melihat jika Axel di saat itu merasa sangat terpukul dan merasa sangat sedih, apalagi di saat tadi dokter melarangnya untuk masuk, padahal Axel sangat ngotot ingin menemani istrinya.
Tidak hanya kedua orang Kayla saja, bahkan adik Kayla juga bisa melihatnya dan merasa sangat kesal karena Axel terlihat begitu perhatian dan ia semakin yakin jika pria yang masih menjadi kekasihnya itu sudah mulai mencintai kakaknya. Meskipun di mulut Axel mengatakan jika ia hanya berpura-pura saja, tetapi dia tidak bisa berbohong dengan tingkah lakunya saat ini. Sehingga Keisha pun mendekati Axel dan berpura-pura ingin menghiburnya.
"Axel, kamu yang sabar ya. Aku yakin kok Kak Kayla akan baik-baik saja," ucap Keisha yang tak digubris sama sekali oleh Axel, bahkan meliriknya saja Axel enggan. "Apa-apaan sih Axel, kenapa dia tidak menggubrisku seperti itu. Apa karena di depan Mama dan Papa yang menjadi alasannya tidak meladeniku? Tapi aku tidak yakin. Kamu lihat saja Axel, aku tidak akan membiarkan kamu mencintai Kayla. Aku pastikan akan membuatnya pergi selamanya dari sisimu, bila perlu aku akan menyingkirkannya dari muka bumi ini," batinnya.
****
Saat melihat dokter yang keluar dari ruang pemeriksaan, Axel pun begitu antusias mendekati sang dokter karena ingin segera mengetahui keadaan istrinya saat ini.
"Dokter, apakah istri saya baik-baik saja?" Tanya Axel.
"Maaf apakah Anda Tuan Axel, suami Nyonya Kayla?" Tanya dokter.
"Kalau begitu silahkan masuk Tuan Axel. Saat ini Nyonya Kayla sudah sadar dan saya ingin menyampaikan kabar yang harus Tuan Axel dengar langsung, karena Tuan adalah suaminya," ucap dokter.
"Lalu bagaimana dengan kami Dokter? Kami ini Orang tuanya," kata Karina.
"Maaf Nyonya, untuk saat ini saya meminta kalian hanya tetap berada di luar dulu. Nanti akan saya izinkan untuk melihat secara bergantian," ucap dokter.
"Sabar Ma," ucap Raymond.
"Baik dokter," jawab Karina yang mengerti, ia pun merasa sangat lega karena Kayla baik-baik saja dan saat ini sudah sadar.
__ADS_1
Lalu Axel pun segera saja mengikuti dokter masuk ke dalam untuk menemui istrinya.
"Kayla, bagaimana keadaanmu?" Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Axel yang terlihat begitu cemas.
"Ck, kamu terlihat seperti mengkhawatirkanku. Jangan membuatku ke GR-an Axel. Aku tahu kamu pasti hanya berpura-pura saja 'kan," hardik Kayla.
"Kamu ini benar-benar bodoh Kayla, kamu tidak bisa melihat jika saat ini aku benar-benar mengkhawatirkanmu. Bahkan aku yang membawamu ke rumah sakit ini," ucap Axel.
"Karena kamu juga yang membuat aku seperti ini Axel," ucap Kayla yang membuat Axel pun terdiam.
"Ya aku tahu. Pasti karena kamu tadi mendengar percakapanku dengan Keisha 'kan? Kamu juga pasti melihat aku berpelukan dengan Keisha," ujar Axel yang sudah mengetahui jika itulah alasannya.
"Ya kamu benar dan sebenarnya aku tidak ingin mempermasalahkan hal itu lagi Axel. Jika kamu memang masih mencintai Keisha, silahkan kamu bersama dengannya. Kamu tinggalkan aku, tetapi kamu juga harus berbicara baik-baik kepada orang tuaku. Aku tidak mau terus menerus merasa sakit hati karena perbuatan kalian. Bukankah kamu menuduh jika aku yang menyebabkan Keisha pergi dan kamu menikahiku hanya ingin membalas dendam? Kamu sudah melakukannya Axel, kamu sudah berhasil membuat aku merasa sakit hati, kamu sudah berhasil dengan menyiksaku setiap saat. Dan saat ini Keisha sudah kembali, apalagi yang ingin kamu lakukan padaku. Apa kamu masih tetap mempertahankan pernikahan ini hanya untuk menyiksaku, untuk membalas dendam," ucap Kayla dengan mata berkaca-kaca sehingga membuat Axel merasa sangat terpukul dan mendadak merasa sedih.
"Maaf saya mengganggu waktunya Tuan Axel, Nyonya Kayla dan saya juga minta maaf karena baru saja mengambil hasil pemeriksaan Nyonya Kayla. Jadi ini yang ingin saya sampaikan kepada kalian berdua," ucap dokter.
"Iya Dokter tidak apa-apa. Memang kenapa Dok? Saya baik-baik saja kan?" Tanya Kayla.
"Iya Dok, apa yang mau Dokter sampaikan?" Tanya Axel pula.
"Jadi hasil dari pemeriksaan saya, akibat dari jatuh di tangga tadi yang membuat Nyonya Kayla terbentur sangat kuat di lantai, sehingga nantinya akan menyebabkan Nyonya Kayla akan sering merasakan pusing. Tapi tenang saja, karena itu tidak akan berlangsung lama. Dan saya meminta kepada Tuan Axel dan keluarga untuk selalu menjaga Nyonya Kayla, jangan pernah membuatnya stress ataupun membiarkannya melakukan pekerjaan berat. Karena itu sangat berbahaya untuk kondisi Nyonya Kayla di dalam masa pemulihan. Selain itu kondisi Nyonya Kayla baik-baik saja. Nyonya benar-benar sangat luar biasa, sangat kuat, karena dapat bertahan meskipun tadi telah berguling di tangga. Dan ini ada satu lagi hasil pemeriksaan Nyonya Kayla yang pastinya adalah kabar bahagia untuk Nyonya dan Tuan. Silahkan di buka!" Ucap dokter sembari menyerahkan selembar kertas yang masih terlipat kepada Kayla.
Segera saja Kayla membuka lipatan surat tersebut untuk melihat apa yang tertulis pada kertas itu bersama dengan suaminya. Setelah membacanya, mereka berdua sama-sama terkejut dan tak mempercayai apa yang baru saja mereka lihat.
__ADS_1
Bersambung …