
"Keisha, kamu tidak jadi pergi? Tadi katanya mau bertemu dengan teman kamu?" Tanya Karina yang melihat anak bungsunya itu tampak bengong.
"Oh iya Ma, kalau begitu aku langsung pergi bertemu teman aja kalau memang Kak Kayla tidak ada di apartemen. Aku pergi dulu ya Ma," ucap Keisha yang berpamitan.
Lalu segera saja ia pergi meninggalkan rumah, menaiki taksi online yang tadi telah dipesannya. Memang semenjak ia memutuskan untuk kabur saat hari pernikahannya dengan Axel, mobil yang ia miliki pun sudah dijual karena untuk menghidupi dirinya bersama Justin waktu itu. Sedangkan Justin sendiri tidak membawa mobilnya sehingga saat ini ia masih memilikinya.
"Aku tidak bisa membiarkan mereka berdua di sana bahagia, aku harus memikirkan cara untuk segera menyusul. Tapi aku nggak bisa pergi sendirian ke sana. Oh iya, Justin. Aku yakin Justin pasti mau menemaniku," batin Keisha.
Lalu ia pun mengambil ponselnya yang diletakkan di dalam tas dan menghubungi suaminya itu melalui telepon WhatsApp.
"Halo Sayang," ucap Justin dari seberang telepon.
"Halo, kamu lagi sibuk nggak?" Tanya Keisha.
"Kalau dibilang sibuk sih tidak ya, tapi ya aku sedang ada pekerjaan sedikit. Kenapa?" Tanya Justin.
"Besok kamu bisa nggak temani aku ke Surabaya?" Tanya Keisha to the point.
"Hah? Surabaya?" Tanya Justin ingin memastikannya lagi. Tentu saja ia sangat terkejut mendengar akan hal itu.
"Iya, Surabaya. Mau atau tidak?" Keisha mengulangi pertanyaannya.
"Tetapi kenapa tiba-tiba, memangnya ada apa di sana?" Tanya Justin.
"Oh tidak ada hal yang serius sih, aku hanya ingin liburan saja ke sana. Kebetulan di sana juga ada salah satu teman yang katanya mau menawarkan kerjasama, kamu 'kan tahu aku saat ini sedang mencari-cari cara untuk memulai bisnis," kata Keisha mencari alasan.
"Oh ya? Ya bagus dong kalau begitu. Tapi besok ya? Sebenarnya besok aku ada meeting penting, tapi aku usahakan deh buat kamu, nanti aku bicarakan dulu ke Mama dan Papa ya," kata Justin yang sebenarnya sangat mau. Ia tak mungkin menyia-nyiakan kesempatan untuk berdua dengan istrinya itu, terlebih lagi ia sudah sangat rindu untuk menghabiskan waktu berdua dengan Keisha.
"Oke, aku tunggu kabar baiknya ya Sayang, kata Keisha.
"Iya, nanti aku pasti akan segera kabari kamu ya. Bye sayang," ucap Justin.
"Bye … ," balas Keisha mengakhiri telepon tersebut dan tampak tersenyum smirk dengan rencananya itu.
****
Waktu telah menunjukkan pukul 17.00, di saat itu Kayla pun baru saja membukakan matanya dan mendapati jika dirinya sedang ditatap oleh suaminya itu sembari tersenyum kepadanya. Kayla pun merasa sangat senang dan membalas senyuman tersebut.
"Padahal tadi aku baru saja mimpi Pangeran, eh ternyata pangerannya benar-benar ada di sini sedang menatap aku," ucap Kayla.
__ADS_1
"Oh ya? Jadi tadi kamu memimpikan aku?" Tanya Axel yang merasa sangat senang.
"Enggak, aku nggak memimpikan kamu kok. Aku nggak tahu siapa Pangeran yang masuk ke dalam mimpi aku, tapi yang jelas saat ini aku senang, karena ada pangeran aku di sini," ungkap Kayla.
"Nggak bisa gitu dong. Kamu nggak boleh mimpikan orang lain, mimpikan Pangeran lain. Kamu hanya boleh memimpikan aku saja," protes Axel.
"Ya mana aku tahu Mas, 'kan mimpi itu bukan aku yang atur. Kamu gimana sih?" Ujar Kayla yang terlihat bete, memang bawaan kehamilannya itu terkadang suka membuat mood-nya cepat berubah.
"Iya, iya aku hanya bercanda saja kok. Kamu kecapean banget ya sampai nyenyak seperti itu tidurnya tadi," kata Axel mengalihkan pembicaraan lain.
"Banget Mas dan sekarang perut aku lapar," jawab Kayla.
"Masih bisa ditahan nggak? Atau harus makan sekarang juga," tanya Axel.
"Ya kalau hanya sekedar setengah jam lagi masih bisa lah ditahan. Tapi kalau lebih dari itu aku nggak tahu, karena 'kan kamu tahu sendiri di dalam perut ini ada anak kamu, anak kamu juga lapar," kata Kayla beralasan.
"Oke, sekarang bangun, mandi, kita siap-siap ya. Aku mau ajak kamu cari makanan yang enak-enak di Surabaya. Sambil kita siap-siap, aku mau menghubungi Pak Rahman dulu untuk menjemput kita," kata Axel.
"Oke, ya sudah kalau begitu aku mau mandi dulu ya," kata Kayla.
"Sayang, kamar mandinya 'kan hanya satu. Lalu kita juga harus cepat bersiap-siap. Kita mandi berdua saja ya," kata Axel sembari menaik-turunkan alisnya menggoda sang istri.
Kayla mengernyitkan dahinya, "Kalau kita mandi berdua, yang ada bukannya mempercepat tetapi semakin lambat," hardik Kayla yang mengetahui maksud terselubung suaminya itu.
Kayla yang sangat tidak tega menolak keinginan suaminya itupun menurutinya saja. Hingga dengan sangat senang dan begitu bersemangat, Axel pun segera membopong tubuh istrinya itu dan membawanya ke kamar mandi.
Jangan ditanya lagi, sebelum mereka membersihkan diri tentunya keduanya melakukan aktivitas bertukar peluh terlebih dahulu di bawah guyuran air shower.
****
Saat ini Kayla dan Axel sedang dalam perjalanan menuju salah satu restoran yang sudah Axel pesan sebelumnya khusus untuk mereka berdua, lengkap dengan makanan rekomendasi di restoran tersebut. Ia sangat ingin membuat istrinya itu merasa puas dengan pilihannya, sehingga Axel pun telah menyiapkannya dengan sebaik mungkin.
Setibanya di lokasi yang di tuju, Rahman pun langsung saja memberhentikan mobil di depan restoran tersebut dan membukakan pintu untuk Axel dan Kayla.
"Tuan, apa saya harus menunggu di sini?" Tanya Rahman.
"Apa kamu sudah makan?" Tanya Axel.
"Iya Tuan, saya sudah makan. Tadi sebelum menjemput Tuan dan Nyonya, saya sudah makan terlebih dulu," jawab Rahman.
__ADS_1
"Ya sudah, lebih baik kamu pergi saja dulu. Nanti waktunya pulang saya akan menghubungi kamu lagi!" Titah Axel.
"Baik Tuan," jawab Rahman lalu ia pun segera saja pergi meninggalkan restoran. Sedangkan Axel dan Kayla pun berjalan hendak memasuki restoran tersebut.
"Mas ini restorannya tidak jauh dari danau ya. Aku baru tahu loh ada danau di sekitar sini," kata Kayla. Rasanya sudah lama sekali ia tidak mengunjungi Kota Surabaya, saat dulu pergi bersama keluarganya mengunjungi neneknya yang saat ini telah tiada.
"Iya dong, aku sengaja memilihkan tempat ini supaya kamu bisa makan malam sambil menikmati pemandangan di danau," kata Axel.
"Pemandangan apanya Mas, kita 'kan makannya di dalam, masa iya aku sambil melihat danau di luar," ujar Kayla.
"Kamu salah, maka itu yuk kamu ikut aku dulu," kata Axel, lalu keduanya pun masuk ke dalam restoran tersebut.
Akan tetapi mereka tidak berhenti di sana, karena Axel mau mengajak Kayla untuk keluar dari restoran itu lagi. Tetapi sebelumnya Axel pun menutup mata Kayla dengan kedua telapak tangannya itu.
"Mas, kenapa harus di tutup seperti ini mata aku?" Tanya Kayla.
"Surprise dong, nanti kamu pasti akan tahu," jawab Axel.
Lalu ia pun menuntun istrinya itu keluar dari restoran dan menuju ke tepi danau.
"Kamu sudah siap?" Tanya Axel saat mereka telah tiba di sana dan ditanggapi anggukkan kepala oleh istrinya itu.
"Aku hitung sampai 3, baru kamu buka mata ya," Titah Axel lalu ia pun melepaskan tangannya. "1, 2, 3."
Kayla mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan hingga membulat dengan sempurna. Ia sangat terkejut melihat pemandangan yang begitu indah di depan matanya, sebuah danau yang dihiasi dengan lampu kelap-kelip di atas pohon dan di bawahnya terdapat 2 kursi dan 1 meja yang dilengkapi dengan makanan yang tersaji di atas meja.
"Mas, ini apa?" Tanya Kayla yang tak mempercayainya.
"Tentu saja ini kejutan makan malam romantis untuk kamu," jawab Axel.
"Mas, kamu serius? Kapan kamu mempersiapkan ini semua?" Tanya Kayla.
"Kamu tidak perlu tahu, yang jelas aku melakukan ini semua untuk kamu. Kamu senang nggak?" Tanya Axel.
"Ya aku senang lah Mas. Senang banget malahan, jadi sekarang aku boleh makan 'kan? Aku lapar Mas," kata Kayla yang sangat tergiur melihat makanan yang lezat di atas meja, terlebih lagi ia memang sudah merasakan lapar saat masih berada di penginapan.
"Oh iya, tentu saja boleh Sayang. Sekarang kita makan ya," kata Axel lalu menarik kursi untuk diduduki oleh istrinya itu.
Setelah itu, Axel pun duduk di kursi seberang istrinya.
__ADS_1
Kini keduanya tampak menikmati makan malam bersama. Kayla begitu sangat bahagia karena selain makanan lezat yang disajikan sangat enak, tempatnya juga terasa begitu nyaman sehingga membuat Kayla pun sangat menikmati kejutan dari suaminya itu. Ia juga tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan romantis dari Axel yang sama sekali tidak ia duga sebelumnya.
Bersambung …