Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Menjemput Keisha


__ADS_3

Kayla melihatnya berulang kali karena ingin memastikan bahwa apa yang dilihatnya itu tidak salah.


"Mas, kita tidak salah baca 'kan?" Ini benar-benar hasilnya?" Tanya Kayla.


"Iya, benar Sayang. Ini memang hasilnya," jawab Axel.


"Mas, kita harus memberitahu Mama, Papa, Mommy dan Daddy sekarang juga," kata Kayla.


"Sayang, ini 'kan sudah malam. Mereka pasti sudah tidur," ujar Axel.


"Jadi kapan dong Mas? Kalau besok pasti Papa, kamu dan Daddy juga sibuk 'kan?" Tanya Kayla.


"Ya sudah begini saja, sekarang aku kirim pesan untuk Mommy dan kamu krim pesan juga untuk Mama. Katakan saja besok pagi kita semua berkumpul di kantor Daddy, kebetulan besok Papa juga mau ke perusahaan untuk membahas masalah perusahaan yang sekarang sedang kita hadapi," kata Axel.


"Tapi memangnya nggak akan mengganggu mereka ya Mas dengan memberitahu kabar ini?" Tanya Kayla.


"Tidak dong Sayang. Aku yakin kedua orang tua kita juga menanti jawaban ini, apalagi orang tua kamu," kata Axel.


"Iya kamu benar Mas, supaya semuanya jelas dan tidak ada lagi yang bertanya-tanya. Karena hasil tes DNA ini aku yakin begitu akurat, di ambil dari sampel rambut Papa dan rambut Santi. Pasti mereka juga akan sangat terkejut karena kita melakukan hal ini tanpa ada yang tahu," kata Kayla.


"Iya Sayang, ya sudah aku mau bersih-bersih dulu ya. Kamu kalau sudah ngantuk tidur saja dulu, nanti aku susul," kata Axel.


"Aku nggak akan tidur dulu Mas, aku mau menunggu kamu di sini. Tunggu kamu sudah selesai mandi, baru kita akan tidur sama-sama," kata Kayla.


"Ya sudah terserah kamu saja, aku mandi sebentar ya Sayang," ucap Axel dan bergegas ke kamar mandi.


Setelah mandi dan memakai piyama, Axel menghampiri Kayla yang di saat itu sudah tertidur pulas, membuat Axel pun menjadi tersenyum.


"Tadi katanya mau menunggu, nggak tahunya sudah tidur. Sayang, Sayang, kamu ini benar-benar menggemaskan. I love you," bisik Axel, lalu mencium sekilas bibir Kayla dan mencium keningnya.


Setelah itu pun Axel memakaikan selimut pada tubuh Kayla, lalu berbaring di samping istrinya itu serta memeluknya. Sehingga ia juga ikut terlelap, karena tubuhnya yang begitu terasa sangat lelah.


****

__ADS_1


Keesokan hari, seperti niat awal Axel dan Kayla, kini dua keluarga itu pun sudah berkumpul di perusahaan milik Alex, tepatnya di ruangan Direktur Utama.


"Kayla, Axel, ini ada apa? Kenapa kalian berdua meminta kita berkumpul di sini?" Tanya Raymond.


"Iya, kenapa kalian berdua ini misterius sekali? Membuat kita semua penasaran," sambung Karina.


"Ma, Pa, Dad, Mom, jadi ada sesuatu yang ingin kita berdua sampaikan dan ini benar-benar penting," ucap Kayla.


"Memangnya ada apa Sayang? Apa yang mau kamu sampaikan?" Tanya Roseline pula.


"Lebih baik kalian lihat ini langsung," kata Kayla sembari menyerahkan selembar kertas yang terlipat menjadi dua bagian.


Meskipun kebingungan, tetapi Roseline menerimanya dan mereka pun saling berdekatan untuk melihat apa isi dari kertas tersebut.


Sama halnya dengan Axel dan Kayla, kedua orang tua mereka juga ikut terkejut setelah melihat hasil tes DNA itu.


"Ini maksudnya apa? Hasil tes DNA Raymond Gleen Askara dan Santi, hasilnya 99,99% positif. Kapan kalian melakukan tes DNA ini dan apa ini artinya Santi itu benar-benar Keisha?" Tanya Karina tak mempercayainya.


"Ternyata benar, memang di dunia ini tidak ada manusia yang benar-benar mirip 100% dan sekarang terbukti 'kan jika Santi itu adalah Keisha," kata Rosline.


"Iya Mbak. Saya senang sekali ternyata anak saya masih hidup dan dalam kondisi baik-baik saja. Hanya saja saat ini ia mengalami hilang Ingatan," ucap Karina.


"Itu bukan masalah yang berat Ma. Dokter pernah mengatakan jika ingatan Keisha akan berangsur pulih, asalkan tidak terlalu dipaksa. yang terpenting itu sekarang kita sudah menemukan anak kita," ucap Raymond.


"Iya Ma, Pa, itu yang terpenting sekarang. Aku sangat senang karena ternyata adik aku masih hidup. Dan seandainya nanti kita ke sana untuk menjemput Keisha, aku mohon tolong kalian jangan memasukkan Keisha ke penjara ya. Aku takut gara-gara itu Keisha tidak mau lagi kembali kepada kita dan dia akan tetap memilih untuk menjadi Santi," pinta Kayla.


"Tidak masalah jika Keisha tidak jadi kita masukkan ke dalam penjara, dengan sangat mudah aku juga akan mencabut tuntutan itu. Tetapi dengan syarat dia harus berjanji bahwa dia tidak akan pernah menyakiti kamu lagi. Dan itu tidak hanya melalui ucapan, tetapi harus ada perjanjian hitam di atas putih," ucap Axel dengan serius.


"Daddy setuju. Menurut Daddy itu yang terbaik untuk Kayla, untuk berjaga-jaga agar hal buruk yang pernah terjadi tidak akan terulang lagi," sahut Alex.


"Iya, Mommy juga setuju. Jika Kayla mau Keisha tidak masuk penjara itu tidak masalah, apalagi bagaimanapun juga Keisha adalah keluarga kita. Tetapi ya seperti yang Axel katakan tadi, dia harus berjanji tidak akan pernah membuat masalah lagi," sambung Roseline.


"Saya mengerti dengan maksud kalian. Terimakasih Pak, Bu, saya jamin anak saya tidak akan pernah melakukan hal itu lagi di saat nanti dia sudah kembali kepada kami. Saya akan menjaganya dengan baik dan saya akan benar-benar mengawasinya agar dia tidak membuat masalah lagi," ucap Raymond.

__ADS_1


Setelah semua sepakat, kini Alex, Axel dan Raymond menuju ke ruang rapat untuk membahas kelanjutan masalah yang sedang mereka hadapi. Sedangkan Kayla bersama ibu dan ibu mertuanya itu menunggu di ruangan Direktur utama sambil mengobrol.


****


Tiga hari kemudian, karena urusan di perusahaan telah selesai, pengkhianat telah ditangkap dan saat ini sudah diserahkan ke polisi, keluarga Kayla dan Axel pun pergi menuju ke Surabaya untuk menjemput Keisha.


Akan tetapi, setibanya di perkampungan tempat dimana Nek Aminah dan cucunya tinggal, mereka sudah tidak lagi menemukan Santi yang tinggal di sana. Hanya tinggal Nek Aminah dan Arya saja, karena memang rumah tersebut merupakan rumah peninggalan almarhum suaminya, sehingga Nek Aminah tidak akan pernah pergi dari sana.


"Kami mohon, tolong beritahu dimana Santi saat ini. Santi itu benar-benar Keisha, anak saya Nek, kami punya buktinya," ucap Karina.


"Iya Nek, kami mohon. Kalian sudah tidak bisa mengelak lagi. Santi itu adalah Keisha dan Keisha itu adik aku. Kami sudah melakukan tes DNA dan hasilnya itu positif," ucap Kayla.


"Saya benar-benar minta maaf, karena saya tidak tahu dimana Santi tinggal saat ini," ucap Nek Aminah.


Di saat itu pun terlihat sosok Arya yang baru saja pulang bekerja dan menghampiri mereka.


"Kalian lagi? Untuk apa lagi sih kalian ke sini? Bukankah kemarin sudah aku katakan jika Santi sudah tidak tinggal di sini, dia memilih pergi karena sudah tidak tenang hidup diganggu terus oleh kalian," kata Arya.


"Tapi kau pasti tahu 'kan dimana Keisha tinggal saat ini? Cepat beritahu atau aku akan melaporkan kalian ke polisi!" Ancam Axel.


"Atas dasar apa? Santi sendiri yang memilih pergi dan itu bukan salah kami. Seharusnya kalau Santi itu memang keluarga kalian, kalian itu berterimakasih karena kami sudah menemukannya dan merawatnya dengan baik, bukan malah mengancam kami seperti ini," kata Arya.


"Tapi kalian membiarkan dia pergi," kata Axel.


"Kami juga tidak ada hak untuk mencegahnya. Silahkan saja kalau kalian mau lapor ke polisi, saya tidak takut karena sama sekali tidak memiliki kesalahan apapun. Santi yang memilih pergi karena dia benar-benar tidak mau menemui kalian lagi," ungkap Arya


Hingga di saat itu pun Kedua keluarga itu bungkam dan terlihat mengalah. Lalu mereka pergi dari kediaman Nek Aminah dan mencoba untuk mencari keberadaan Keisha, dengan bertanya kepada warga sekitar.


Saat mereka sedang berjalan mengelilingi kampung, tidak sengaja mata Kayla tertuju pada sosok wanita yang saat ini sedang dicari oleh mereka.


"Itu Keisha," ucap Kayla yang menunjuk ke satu arah, sehingga membuat yang lainnya pun ikut menatap ke arah yang ditunjuk oleh Kayla.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2